1 Korintus 10:13

“Pencobaan- pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Sekali lagi saya ingin membekali Anda dalam mengatasi krisis dan kesulitan hidup. Kita percaya bahwa tahun 2014 ini adalah Tahun Dibuka-Nya Pintu-Pintu Mujizat bagi Kita. Kata Kuncinya: Rendah Hati dan Berharap Hanya Kepada Tuhan Yesus (Wahyu 3:8).

Firman Tuhan di atas memberikan kita dasar untuk berharap kepada Tuhan bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Ingatlah Allah itu setia (dapat dipercayai), karena Dia setia maka Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya!

Berikut beberapa prinsip firman Tuhan untuk mengatasi pencobaan atau krisis:

1. Akuilah perasaan sedih Anda dan lepaskanlah perasaan itu
di hadapan Tuhan.

Matius 11:28-29
Marilah kepada- Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada- Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Ketika kita menghadapi krisis dan kesulitan hidup, maka kita cenderung akan mengalami perasaan takut, marah, kuatir, tertekan, cemas, putus asa dan sedih, namun demikian kita tidak boleh menyimpan perasaan-perasaan tersebut atau menyangkalinya. Kita harus mengakui perasaan-perasaan ini di hadapan Tuhan.

Tuhan tidak ingin kita berpura-pura bahagia padahal kita sedang bersusah hati. Tuhan mau kita mengakuinya dan menyerahkannya kepada Dia, lalu Dia akan memberikan kelegaan dan jiwa kita akan mendapat ketenangan.

Mazmur 62:8
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”

Saat Anda datang kepada Tuhan, saat Anda dekat dengan Tuhan maka Tuhan akan memberikan Anda “kelegaan” dan “ketenangan” dalam hidup Anda! Jika Anda memiliki kelegaan dan ketenangan di tengah-tengah kesulitan hidup Anda, maka apa pun yang Anda kerjakan, Tuhanlah yang melakukan bagi Anda!

Yesaya 26:12
Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

2. Terimalah bantuan dari orang lain.

Galatia 6:2
Bertolong- tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Salah satu cara Tuhan menolong Anda adalah dengan menyediakan atau mempertemukan Anda dengan seseorang untuk menolong Anda.

Oleh karena itu Anda perlu berdoa kepada Tuhan agar Anda bisa menemukan seseorang yang mempunyai pengalaman bersama Tuhan dan berhasil mengatasi masalah kesulitan hidupnya. Anda perlu meminta “nasehat ilahinya” dan “impartasi doanya” sebab seringkali Tuhan menolong dan membuat mujizat dengan cara mempertemukan Anda dengan seseorang, itulah yang sering disebut dengan istilah “Kingdom Connection.”

Adalah sebuah kesalahan besar jika kita mengurung diri di saat menghadapi pergumulan dan kesedihan. Kita semuanya membutuhkan dukungan, kekuatan, dan kehadiran orang lain. Alkitab menasehatkan kita untuk saling membantu satu dengan lainnya, dengan demikian kita menuruti Hukum Kristus yaitu Hukum Kasih.

3. Krisis atau problem membantu kita melihat arti hidup dalam persepektif yang benar.

Lukas 12:15
Kata- Nya lagi kepada mereka:”Berjaga- jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah- limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Dengan kata lain, Yesus berkata, “Hidup tidak diukur dari seberapa banyak seseorang memiliki kekayaan, oleh karena itu waspadalah terhadap roh ketamakan agar tidak menguasai Anda.”

Melalui Krisis dan Kesulitan ini, maka kita bisa belajar untuk lebih mengerti tentang apa yang lebih penting: kekayaan atau diri kita sendiri; harta kita atau tujuan hidup kita. Tuhan Yesus berkata bahwa “Hidup itu tidak ditentukan oleh kekayaan. Yang menentukan hidup adalah Tuhan.”

Oleh sebab itu waspadalah terhadap keserakahan, ketika Anda mengumpulkan kekayaan: janganlah mengorbankan kesehatan dan keselamatan jiwa Anda dan keluarga Anda.

Mengapa Yesus berkata bahwa hidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya? Sebab manusia tidak bisa menentukan hidupnya sendiri atau berapa lama dia bisa bertahan hidup! Semuanya itu tergantung dari Tuhan, Sumber Kehidupan! Cobalah dibaca Injil Lukas 12:16-21 kisah tentang orang kaya yang mengumpulkan harta buat dirinya sendiri tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.

4. Janganlah menjadi pahit hati

Kita semua mempunyai kemampuan untuk memutuskan apa dampak krisis atau kesulitan hidup itu. Jika kita memilih menjadi pahit hati, maka kita hanya akan melukai diri kita sendiri. Jika kita memilih kecewa maka kita sedang menutup pintu kebahagiaan kita sendiri karena kita tidak dapat berbahagia dan menjadi pahit hati pada saat yang sama.

Saya telah memperhatikan dan mempelajari di dalam penggembalaan saya bahwa sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali antara pengalaman dan kebahagiaan.

Saya memperhatikan bahwa orang-orang yang mengalami goncangan atau krisis dalam hidupnya namun mereka masih mampu untuk tetap berbahagia, masih mampu bersikap positif dan apa adanya oleh karena mereka telah mengambil keputusan untuk tetap berbahagia dan bersuka cita. Jadi kebahagiaan itu adalah hasil dari keputusan dan tindakan iman.

Salah satu tindakan iman yang dapat membantu kita untuk menjadi berbahagia adalah belajar untuk berfokus pada apa yang tersisa, berfokus pada apa yang ada bukan berfokus pada apa yang sudah hilang, bukan berfokus pada apa yang sudah terjadi. Caranya adalah dengan belajar mengucap syukur kepada Tuhan.

Seperti saya memberikan nasehat kepada teman-teman atau jemaat yang sedang menghadapi krisis atau kesulitan dalam hidupnya, saya mendorong mereka untuk membuat daftar semua hal yang baik dalam hidup mereka. Saya merasa tidak mungkin untuk bersyukur dan tertekan pada waktu yang sama.

Yesaya 61:3
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji- pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan- Nya.

Menaikkan ucapan syukur dan nyanyian Puji-Pujian memang sulit ketika kita dalam kesulitan. Namun Alkitab menjelaskan bahwa menaikkan ucapan syukur dan Nyanyian Puji-Pujian memiliki kuasa untuk mengganti semangat yang pudar.

Kita perlu mengerti bahwa ucapan syukur dan puji-pujian itu dapat membangkitkan kembali semangat yang pudar. Mengapa?

Sebab pada saat kita menaikkan ucapan syukur dan nyanyian pujian pada saat itu kita membawa Tuhan masuk ke dalam situasi dan keadaan hidup Anda, tidak peduli seburuk apa pun keadaan Anda. Ingatlah bahwa “Allah bersemayam di atas puji-pujian umat-Nya.” (Mazmur 22:3).

Memang benar, pada saat Anda berada dalam kesulitan hidup, ada banyak hal yang ingin Anda lakukan kecuali memuji Tuhan, adalah sulit memuji Tuhan di saat-saat sedang dalam kesulitan.

Ingatlah pada saat Anda mulai menaikan ucapan syukur dan memuji Tuhan, pada saat itu Dia akan berjalan di tengah-tengah kesulitan hidup Anda.

Mazmur 100:3-5
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat- Nya dan kawanan domba gembalaan- Nya. Masuklah melalui pintu gerbang- Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran- Nya dengan puji- pujian, bersyukurlah kepada- Nya dan pujilah nama- Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia- Nya untuk selama- lamanya, dan kesetiaan- Nya tetap turun- temurun.”

Firman Tuhan di atas menjelaskan bahwa menaikkan ucapan syukur dan puji-pujian bukan hanya membawa Tuhan hadir di tengah-tengah hidup kita, tetapi Pujian juga memberikan kita pewahyuan tentang “Siapa Tuhan” itu sebenarnya dan memberi kita jalan masuk ke dalam hadirat Tuhan.

Kita mengucap syukur karena kita mengingat kebaikan dan kasih Tuhan; kita mengingat perbuatan ajaib Tuhan atas hidup kita yaitu:
Saat-saat Tuhan menyembuhkan penyakit kita.
Saat-saat Tuhan meluputkan kita dari maut atau kecelakaan.
Saat-saat kelahiran anak kita atau cucu kita.
Saat-saat Tuhan mengirimkan seseorang untuk menguatkan, membuka jalan, dan menolong kita pada saat kita menghadapi jalan buntu, bingung dan sedih.
Saat-saat Tuhan memberikan kita keberhasilan.

Kita pun perlu mengambil waktu-waktu dalam hidup kita untuk mengingat “Kasih dan Kebaikan Tuhan” yaitu, dengan mengingat saat-saat kita diselamatkan mengalami kelahiran baru; saat-saat kita mendapatkan kesembuhan atas penyakit; saat saat kita mengalami pemulihan atas masalah dan kesulitan hidup; saat-saat kita mendapatkan berkat Tuhan dan mujizat-mujizat-Nya.

Ada beberapa cara untuk mengingat kebaikan Tuhan:
1). Seorang hamba Tuhan yang lolos dari maut karena serangan jantung disembuhkan dengan mujizat, ia membuat “batu peringatan” dengan memesan sebuah batu cincin untuk dipakai di jari manis. Setiap kali ia melihat batu cincin itu, dia mengingat akan kasih Tuhan, kemudian ia menaikkan syukurnya kepada Tuhan.

2). Anda dapat memberikan persembahan ucapan syukur kepada Tuhan bahwa Anda telah dipromosi; Anda telah disembuhkan; Anda mendapatkan seorang anak mujizat; Anda bisa berulang tahun setelah melewati masa-masa kristis dalam hidup Anda; atau hal-hal lainnya.

Mengingat kasih dan kebaikan Tuhan dengan cara-cara di atas adalah salah satu cara untuk membangun iman dan menjaga diri Anda tetap bersemangat.

Apabila Anda membangun kesadaran tentang kebaikan Tuhan dalam hidup Anda, sebagai alasan Anda untuk memelihara rasa syukur dan bisa mengucap syukur kepada Tuhan maka Anda tidak akan menjadi ragu dan berpikir: “Apakah Tuhan sanggup menolong saya keluar dari masalah ini?”

Anda akan dapat mempercayai Kuasa di dalam nama Tuhan Yesus, dan Kuasa Kebangkitan-Nya untuk memberkati Anda, menyembuhkan Anda dan memulihkan Anda bahkan mengubah hidup Anda.

Orang yang melupakan kebaikan Tuhan adalah Orang yang tidak tahu mengucap syukur adalah orang yang menderita dan tidak berbahagia hidupnya. Mereka tidak pernah merasa puas. Tidak pernah merasa cukup.

Apabila kita melatih kebiasaan mengucap syukur dalam segala hal, maka kita sedang mengurangi stress di dalam hidup kita, meningkatkan semangat hidup dan tetap bersemangat.