Yesaya 32:17 berkata:

“Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya.”

Damai sejahtera Allah akan tumbuh dan menguasai hidup kita apabila kita mengerti akan kebenaran firman Tuhan dan melakukan firman Tuhan dari waktu ke waktu secara terus menerus.

Damai sejahtera berkaitan erat dan berjalan beriringan dengan kebenaran firman Tuhan. Apabila kita mau menumbuhkan damai sejahtera Allah maka kita harus bertumbuh di dalam kebenaran firman Tuhan.

Apakah sebenarnya fungsi dari damai sejahtera Allah?

  1. Damai sejahtera ini berfungsi untuk mencegah kita agar tidak mudah menjadi gelisah dan takut (Yohanes 14:27).
  2. Damai sejahtera ini berfungsi sebagai ikatan yang menyatukan kita sehingga kita bisa hidup rukun dan damai satu dengan lainnya (Efesus 4:3).
  3. Damai sejahtera ini berfungsi untuk menentukan arah hidup kita sebagai orang percaya yang berharap kepada Tuhan (Kolose 3:15).
  4. Damai sejahtera ini adalah tanda kehadiran dan penyertaan Allah dalam hidup kita (Roma 16:20).
  5. Damai sejahtera ini adalah wadah bagi pemulihan dan mujizat (Zakharia 8:9-13).

Kolose 2:7

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Damai sejahtera Allah akan tumbuh apabila kita berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, bertekun di dalam iman dan hati kita melimpah dengan syukur!

Bagaimana kita bisa berakar di dalam kebenaran firman Tuhan itu supaya damai sejahtera Kristus semakin bertumbuh di dalam kehidupan kita? Dan apa penyebab begitu sulitnya kita berakar di dalam kebenaran firman Tuhan?

Di dalam Markus 4:16-17, menjelaskan ada 3 penyebab kebenaran firman itu tidak bisa berakar di dalam hidup kita:

1. Tanahnya dangkal

Orang yang tanah hatinya dangkal, dia cepat merasa puas, juga cepat merasa kecewa. Orang ini lebih memperhatikan keuntungan atau kerugian yang sepele bukan yang kekal dan sejati.

Dia lebih mudah bersuka cita, tetapi juga mudah tersinggung.
Orang ini berdiri di atas tanah yang dangkal.

Orang yang berdiri di tanah yang dangkal adalah orang yang hidupnya dikuasai oleh emosi dan situasi sekelilingnya. Tidak ada kehidupan yang lebih dangkal daripada kehidupan yang dikuasai oleh emosi dan situasi sekelilingnya.

Orang ini mudah tertawa dan juga mudah menangis, perasaannya mudah berubah sesuai dengan keadaan dan situasi sekelilingnya. Mereka adalah orang-orang yang paling sulit di atasi. Orang yang dangkal adalah orang yang mudah kehilangan damai sejahtera karena kebenaran firman tidak pernah tertanam dan berakar di dalam hidup mereka.

Orang yang dangkal tidak memandang kepada Tuhan di balik keadaan sekitarnya, tetapi memilih hidup dikuasai oleh emosi dan keadaan sekitarnya. Ia tidak bisa menjaga dan memelihara apa-apa dari firman Tuhan sehingga mudah kehilangan damai sejahtera.

Orang ini hidup menurut perkataan orang, pemikiran-pemikiran sendiri, dan suasana sekitarnya. Makanya begitu menemui ujian dan pencobaan, mereka akan segera habis!
Oleh karena itu apabila Anda adalah orang yang mundur begitu ada ujian, apabila Anda tidak mau maju dengan memikul salib, maka Anda tidak akan berguna di tangan Tuhan.

Semua roti yang diletakkan di tangan Tuhan, pertama-tama akan dipecah-pecahkan-Nya kemudian Dia membagi-bagikan. Tuhan tidak dapat membagikan apa-apa jika Dia belum memecahkannya. Roti yang masih utuh tidak mungkin bisa bertambah banyak dan mengenyangkan orang lain. Roti itu harus dipecahkan!

Jika Anda tidak mau dipecah-pecahkan oleh Tuhan, janganlah Anda menyerahkan diri kepada-Nya untuk melayani. Sebab Anda tidak akan berguna jika Anda belum dipecah-pecahkan!

Sebaliknya orang yang dalam adalah orang yang berakar di dalam kebenaran firman Tuhan, dia tidak melihat keadaan sekeliling melainkan dia melihat Allah di balik keadaan. Orang ini tidak mudah dikuasai oleh emosi dan situasi tetapi dia mau masuk ke dalam untuk mengenal kehendak Allah.

2. Tidak berakar

Orang yang tidak berakar. Apakah akar itu? Kita tahu bahwa bagian yang kelihatan dari sebatang pohon adalah BATANG, dan bagian yang tidak kelihatan adalah AKAR. Akar terpendam di dalam tanah. Akar adalah kehidupan yang tersembunyi dan rahasia dengan Tuhan (erat dan intim).

Apakah kehidupan Anda hanya berupa yang anda tampilkan di hadapan manusia? Apakah anda mempunyai suatu kehidupan yang tersembunyi, di dalam kamar Anda bersama dengan Tuhan?

Jika doa-doa Anda hanya terbatas pada doa-doa yang diucapkan dalam ibadah-ibadah raya, jika Anda membaca dan belajar firman
hanya terbatas pada ibadah-ibadah raya, jika semua pelayanan dan perbuatan baik Anda hanya untuk dilihat manusia, maka Anda tidak berakar di dalam kebenaran firman.

Akar adalah bagian yang tidak kelihatan, bersifat rahasia dan tersembunyi. Apa yang kelihatan bukanlah akar.

Kehidupan yang tersembunyi dengan Tuhan, bergaul intim dengan Tuhan dalam doa-doa pribadi, penyembahan yang dalam, menaikkan pujian yang khusus kepada Tuhan, renungan pribadi, nubuatan untuk diri sendiri adalah penting dan sangat diperlukan.

Jika seseorang tidak bisa memelihara kehidupan tersembunyinya, maka kehidupannya menjadi lemah di hadapan Tuhan. Orang ini tidak berakar sehingga akan mudah kehilangan damai sejahtera.

Di dalam Matius 6:6, Tuhan Yesus berkata: “tutuplah pintu!”
Inilah kehidupan yang tersembunyi, inilah akar!

Tuhan berkata, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Doa itu bisa dilihat oleh Bapa. Kita berpikir bahwa doa itu harus selalu didengar, tetapi Tuhan Yesus berkata bahwa doa itu selain didengar juga dilihat oleh Bapa. Ketika kita sudah kehabisan kata-kata di hadapan Allah, sikap doa kita pun berharga bagi-Nya.

Berapa banyak kita mempunyai sesuatu yang dapat dilihat oleh Allah dan tidak dilihat oleh orang lain? Seringkah Anda hanya dilihat oleh Allah dan tidak dilihay oleh manusia? Atau apakah semua yang Anda punyai dan lakukan ada di hadapan mata manusia?

Tidak ada orang yang mempunyai posisi lebih berbahaya daripada orang yang melayani Tuhan karena pencobaannya ini lebih banyak daripada orang biasa. Mengapa? Karena ia bisa dengan mudah menunjukkan segala sesuatu yang ia punyai di hadapan manusia.

Ingatlah jika kita mengalami penindasan dan penganiayaan, perlindungan kita satu-satunya adalah akar kita yang dalam ke dalam pengorbanan Kristus, salib, yang mengasihi kita, oleh karena kita memiliki kehidupan yang rahasia dan tersembunyi di hadapan Allah, di sinilah sumber damai sejahtera Allah mengalir ke dalam hidup kita!

3. Tanah yang berbatuan

Orang yang dangkal tanahnya bukannya tidak mau menjulurkan akarnya dalam-dalam ke dalam tanah, tetapi karena ada batu-batuan di bawah yang memghalanginya. Pada permukaan tanah itu, kelihatannya sama seperti tanah-tanah lainnya, tetapi di dalam orang semacam ini terdapat:

  • Kekuatiran hidup,
  • Kekecewaan dan luka-luka batin berupa kepahitan dan dendam,
  • Rasa malu dan rasa bersalah

Ketiga hal di atas membuat hati seseorang menjadi keras seperti batu!

Tidak ada seorang pun yang dapat bertumbuh tanpa membiarkan Allah meremukkan dirinya. Jika Allah belum meremukkan Anda, Anda takkan berguna bagi Dia.

Allah harus menghancurkan batu-batu keras di dalam hidup Anda hingga berkeping-keping barulah kebenaran firman dapat masuk dan berakar di dalam kehidupan Anda. Apabila ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera di dalam hidup Anda.

Tuhan Yesus memberkati.
Salam Damai!