Matius 22:37-39

Jawab Yesus kepadanya:”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pesan Tuhan dari ayat ini adalah kita hanya dapat mengasihi sesama kita dalam perspektif yang benar setelah kita terlebih dahulu mengasihi Allah.

Ternyata beberapa orang Kristen telah menunjukkan lebih banyak kasih kepada sesamanya daripada kepada Allah. Mereka melakukan hal ini karena mereka tidak biasa menyatakan kasih mereka kepada Allah. Bukankah kita seharusnya lebih mengasihi Allah yang telah memberikan Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus untuk mati bagi kita?

Kebanyakan kita bisa memberikan waktu untuk duduk ngobrol dengan sesama kita bahkan kita bisa mengekspresikan kasih kita kepada mereka. Namun kita tidak mau melakukannya kepada Tuhan.

Allah menghendaki kita mengenal Dia sedemikian rupa sehingga kita bisa mengungkapkan kasih kita kepada-Nya, sebagaimana yang telah kita tunjukkan dalam hubungan kita yang paling erat dengan sesama kita.

Seberapa jauh kita mengenal Allah Bapa akan menentukan seberapa besar keyakinan kita atau keberanian percaya kita pada saat kita masing-masing berdiri di hadapan Anak Allah pada hari penghakiman yang akan datang.

1 Yohanes 4:16-17
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

Di dalam Matius 7:22-23, Tuhan Yesus menjelaskan salah satu dasar dari penolakan-Nya kepada orang-orang semacam ini pada hari itu akan dinyatakan dalam kata-kata, … “Aku tidak pernah mengenal kamu!”

Bahasa Yunani untuk kata KENAL adalah GINOSKO, yang artinya:

  • mengenal melalui pengalaman atau usaha;
  • pengenalan sebagai hasil dari upaya yang berkepanjangan;
  • pengenalan berdasarkan pengalaman pribadi; belajar mengenal.

Singkatnya, Yesus akan berkata: “Aku tidak pernah mengenal engkau karena engkau tidak menumbuhkan buah Roh Kasih dan mengembangkan suatu hubungan yang intim dan penuh kasih dengan Aku.”

Oleh karena itu, kita akan memetik manfaat yang sangat besar pada hari itu jika kita mulai dari sekarang mau mengembangkan suatu hubungan kasih dengan Bapa dengan cara menumbuhkan buah Roh yang paling penting ini.

Selain mendapatkan berkat-berkat pada masa yang akan datang, ada 3 (tiga) keuntungan masa kini yang kita diperoleh apabila kita mau mengembangkan buah Roh Kasih kepada Bapa.

1. Kasih kepada Bapa dapat melenyapkan KETAKUTAN

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Apabila kita mengembangkan buah Roh kasih kepada Allah, maka kita bisa berjalan tanpa dihantui rasa takut sedikit pun.

Roh jahat dalam rupa roh ketakutan tidak akan bisa tinggal menetap di dalam hidup seseorang yang memiliki buah Roh kasih kepada Allah. Semakin besar kasih kita kepada Tuhan, semakin pupuslah rasa takut yang menyerang kita.

Bukankah tawaran untuk hidup bebas dari rasa takut merupakan tawaran yang sangat berharga dan efektif untuk mendorong kita mulai menghasilkan buah Roh kasih?

Nubuatan dan Pesan Tuhan tentang Roh Ketakutan:
Tuhan itu tahu bahwa ketakutan akan berkembang dan menjalar semakin hebat, seperti sel kanker dalam kehidupan masyarakat pada masa kini. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memperingati bahwa ketakutan akan melanda kita pada hari-hari terakhir ini.

Lukas 21:26
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa- kuasa langit akan goncang.

Pada akhir zaman ini, dunia sedang menyongsong suatu masa di mana roh ketakutan dan rasa takut terhadap hal-hal yang sedang terjadi mencengkram hati banyak orang bahkan lebih parah dari masa-masa sebelumnya.

Rasa gelisah dan takut melihat kondisi ekonomi, politik dan keamanan yang tidak stabil, kebangkrutan lembaga investasi dan bank, pengangguran tinggi, rusuh pilkada, perampokan, teror bom — semuanya ini jelas sudah mencengkram hati banyak orang.

Ada hal-hal yang akan terjadi di bumi ini yang tidak dapat dicegah melalui doa, puasa atau kata-kata pembatalan. Yesus sendiri mengatakan bahwa beberapa hal tertentu memang harus terjadi seperti peperangan, bencana alam, gempa bumi, kelaparan (Matius 24:6-7). Hal-hal yang terjadi ini akan begitu menakutkan sehingga dapat membuat orang benar-benar ketakutan sampai mati (Lukas 21:26).

Tuhan Yesus berkata bahwa semua hal kejadian ini baru merupakan permulaan penderitaan (Matius 24:8). Kata “penderitaan” (sorrow) atau “Odin” dalam bahasa Yunani mengacu pada rasa sakit bersalin ketika hendak melahirkan bayi. Dengan kata lain, bumi hampir melahirkan “Masa Aniaya Besar.” Hal-hal yang dibicarakan Tuhan Yesus adalah permulaan dari sakit bersalin yang dialami bumi ini.

Namun demikan, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita berkenaan dengan hal-hal yang akan mulai terjadi di bumi ini supaya kita semuanya “berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.” (Matius 24:6).

Perintah Tuhan Yesus: “Jagalah dirimu agar kamu tidak gelisah dan menjadi takut.”

Jadi, inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan hubungan kasih kepada Tuhan adalah sekarang ini karena roh ketakutan sudah menyelinap masuk ke dalam hati banyak orang percaya dan mencengkram mereka dengan racun dustanya yang mematikan.

Orang percaya yang rentan terhadap serangan roh ketakutan walaupun sebenarnya mereka telah dilepaskan dari kuasa kegelapan (Kolose 1:13), adalah mereka yang masih memusatkan pikiran dan perhatian mereka pada perkara-perkara dunia yang gelap ini.

Rasa gelisah dan ketakutan yang menyerang kita harus diperangi dengan kasih karena jika dibiarkan maka ketakutan akan menimbulkan banyak dampak negatif dalam hidup kita.

Firman Tuhan mengatakan bahwa “ketakutan mengandung hukuman” (1 Yohanes 4:18), sebab orang yang dikuasai oleh roh ketakutan cenderung sulit percaya kepada Allah; cenderung bersikap negatif dan kasar; cenderung melakukan kejahatan.

Ketakutan adalah akar dari banyak masalah yang timbul dalam kehidupan kita. Ketakutan dapat menimbulkan sakit penyakit, stress dan depresi berat, bahkan dapat membawa pada kematian. Bahkan roh yang keji ini dapat membuat jantung seseorang berhenti berdetak bila ia telah berhasil berakar di dalamnya.

Itulah sebabnya Yesus secara khusus memperingatkan orang-orang pada zaman-Nya agar mewaspadai roh yang semakin lama semakin berbahaya ini dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan dengan cara mengembangkan hubungan pribadi, memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan sebelum kuasa-kuasa langit sungguh-sungguh berguncang!

Matius 10:29-31
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”

Ini adalah sebuah pesan penting tentang betapa besar kasih Allah kepada kita! Jika kita bisa menyadari betapa besarnya kasih Allah dan kita mau membangun hubungan kasih yang lebih erat dengan Tuhan, maka kita akan bebas dari rasa takut dan kuatir.

Jika burung pipit yang harganya dua ekor seduit itu dipelihara oleh Bapa sorgawi, apalagi kita, anak-anak-Nya, bukankah kita semua lebih berharga dari pada banyak burung pipit?

Banyak orang percaya tidak menumbuhkan kasihnya kepada Tuhan sehingga mereka tidak mengerti akan kebenaran ini.
Itulah sebabnya mereka hidup dalam kegelisahan dan ketakutan, bahkan gaya hidup mereka cenderung suka membesar-besarkan ketakutan mereka sendiri yang berakibat hilangnya damai sejahtera dan sukacita dalam hati mereka.

Kita harus ingat perintah Tuhan Yesus yang masih berkata kepada kita sampai pada hari ini: “Sebab itu janganlah kamu takut, …”

Apabila menemukan suatu benjolan pada tubuh mereka, kebanyakan orang segera dicekam rasa takut sambil membayangkan tubuh mereka sedang diserang penyakit yang kejam, yaitu kanker!

Tetapi firman Allah tidak berubah.
Tuhan Yesus masih berkata, “Sebab itu janganlah kamu takut, …”

Sebenarnya roh ketakutan itu lebih berbahaya daripada penyakit kanker itu sendiri. Jika tidak ditangani dengan benar sesuai dengan firman Tuhan, roh ketakutan ini dapat mengakibatkan kematian!

2. Kasih kepada Bapa akan mengaktifkan iman Anda.

Galatia 5:6
Sebab bagi orang- orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Semakin kita mengembangkan kasih kepada Bapa, maka kita akan semakin mengasihi Dia, semakin kita mengasihi Bapa maka semakin kita mempercayai dan mengerti bahwa Allah itu sanggup menaklukkan semua kuasa jahat (termasuk roh ketakutan itu) dan Dia mampu menyelesaikan segala persoalan.

Inilah artinya iman yang bekerja oleh kasih!

Sebagaimana Rasul Paulus, kita pun harus mengembangkan sikap yang demikian: “apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31, 38-39)

Semakin kita membangun hubungan kasih yang semakin mendalam kepada Tuhan, maka mata kita akan semakin mampu melihat bahwa Allah itu Pemenang atas segala hal. Dan kita pun bisa berkata: “Jika Allah di pihakku, maka aku pun akan menjadi pemenang atas segala persoalan hidupku!

3. Kasih kepada Bapa akan dapat membuat kita melihat Allah sebagai satu-satunya Penolong.

Ibrani 13:5-6
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:”Aku sekali- kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali- kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:”Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Anda akan dikuasai oleh roh ketakutan dan kegelisahan apabila Anda melihat Uang sebagai satu-satunya penolong dalam hidup Anda sebab pada saat seseorang mulai menaruh pengharapan kepada uang dan menjadi hamba uang maka pada saat itulah dia membuka cela untuk masuknya roh ketakutan dalam hidupnya.

Anda akan mudah kuatir, takut dan menjadi stress apabila Anda menaruh pengharapan pada uang sebab ekonomi itu tidak pernah bisa menjadi stabil. Seperti halnya Anda tidak akan pernah mau tinggal di rumah yang dasar pondasinya tidak stabil, sebab rumah itu akan mudah roboh jika ada goncangan!

Namun, Anda akan dibebaskan dari rasa takut apabila Anda melihat Tuhan sebagai satu-satunya Penolong dalam hidup Anda, sebab Allah itu setia, saat Anda dicobai Ia akan memenrikan kepada Anda jalan keluar sehingga Anda dapat menanggungnya.

1 Korintus 10:13
Pencobaan- pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Anda perhatikan di sini kata “Sebab Allah setia…”
Kata SETIA, atau PISTOS, artinya: dapat dipercaya dan layak untuk dipercaya! Anda tidak akan pernah menjadi takut dan kuatir apabila Anda melihat Allah sebagai satu-satunya Penolong dalam hidup Anda, sebab Allah itu Setia, Dia dapat dipercayai!

Ada 3 langkah utama untuk mengembangkan kasih kepada Allah.

1. Kita harus suka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan.

Filipi 4:6-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Doa menghasilkan kasih dan damai sejahtera Allah.
Akan tetapi, ada orang yang setelah berdoa mengenai masalah-masalah yang dihadapinya namun dia masih merasa gelisah dan takut setelah selesai berdoa.

Penyebab utamanya karena dia lupa memenuhi persyaratan untuk menumbuhkan buah damai sejahtera dalam doa-doanya, yaitu mempersembahkan ucapan syukur!

Kasih dan damai sejahtera Allah itu akan datang pada saat kita mempersembahkan ucapan syukur karena Allah telah mendengar dan menjawab doa-doa yang baru saja kita panjatkan itu.

Doa dan permohonan saja tidak akan membuahkan kasih dan damai sejahtera Allah, namun jika ditambahkan dengan ucapan syukur hal itu akan membuka pintu gerbang bagi kasih dan damai sejahtera Allah dalam hidup kita (Mazmur 100:4).

Puji-pujian dan ucapan syukur yang keluar dari hati yang terdalam melalui perkataan di mulut kita membawa kasih dan damai sejahtera Allah (Yesaya 57:19).

2. Kita harus mempratekkan hidup dalam kasih dan saling mengasihi

1 Yohanes 4:12
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih- Nya sempurna di dalam kita.

Kasih Allah menjadi sempurna dalam diri kita apabila kita saling mengasihi. Halangan utama yang membuat kita tidak saling mengasihi adanya kecenderungan untuk menunggu datangnya suatu perasaan yang mendorong mereka untuk melakukan suatu tindakan kasih, padahal perasaan mengasihi itu akan timbul dengan sendirinya nanti pada saat kita melakukannya.

Mungkin Anda sudah berdoa dan berpuasa dan melakukan apa saja yang dapat dilakukan, kecuali apa yang diperintahkan firman Tuhan, yaitu mengampuni.

Ketika ditanya mengapa Anda tidak melakukan firman Tuhan Matt 18:15 (hal mengampuni), kemungkinan Anda akan menjawab: “Saya belum bisa berbicara kepadanya karena saya belum punya feeling, dorongan untuk mengampuni.”

Perasaan mengasihi sesungguhnya itu akan timbul dengan sendirinya nanti setelah Anda melakukan firman Tuhan. Dengan melakukan firman Tuhan, kasih kita akan disempurnakan.
Ingatlah selalu: perasaan mengikuti perbuatan.”