Matius 24:44-47
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. “45” Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang- orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu:Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Pesan berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus adalah “berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”

Kita harus menyelesaikan panggilan tugas pelayanan sampai tuntas menjelang hari kedatangan-Nya, sebagai bagian dari menyelesaikan panggilan tugas pelayanan hidup kita maka saya berdoa agar Tuhan Yesus memberikan kepada KUNCI DAUD, yaitu kunci otoritas yang sangat dahsyat sekali di akhir zaman ini.

Jika kita membaca di Kitab Wahyu 3:7-8, Kunci Daud ini adalah otoritas dan kuasa bilamana Dia sudah membuka pintu maka tidak ada yang bisa menutupnya dan jika Dia sudah menutup pintu maka tidak ada yang bisa membukanya.

Saya percaya dari hati saya yang paling dalam bahwa jika otoritas dan kuasa Allah, yaitu berupa Kunci Daud, ini bekerja secara maksimal di dalam hidup kita maka perkataan dan doa kita akan penuh kuasa dan otoritas yang dahsyat sekali. Kita bisa berkata: “Hujan berhenti, maka hujan pun tunduk dan taat pada perkataan itu.” Dan apabila kita berkata: “Hujan turun, maka hujan pun akan turun!”

Kunci Daud ini akan diberikan kepada seseorang atau gereja Tuhan dan jika Tuhan telah memberikan kunci Daud ini maka hal itu adalah bagian dari salah satu kegerakan yang dahsyat di akhir zaman, yaitu dibuka-Nya pintu-pintu mujizat!

Kita akan mempelajari faktor-faktor apa yang harus dimiliki sebelum Tuhan memberikan kita KUNCI DAUD ini. Tuhan tidak akan pernah memberikan sebuah otoritas dan kuasa yang sedahsyat ini tanpa melengkapi kita lebih dahulu dengan karakter dan kapasitas tertentu, sebab kuasa tanpa kendali akan membawa hancuran dan kebinasaan!

Yesaya 22:20-22
Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba- Ku, Elyakim bin Hilkia: 21 Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. 22 Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Perhatikan di sini, Yesaya 22:22, “Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”

Perhatikan di sini, Yesaya 22:22 tidak akan pernah terjadi sebelum Yesaya 22:21 terlebih dahulu digenapi dalam hidup kita! Maksudnya, sebelum Tuhan akan menaruh kunci rumah Daud, maka Tuhan akan lebih dahulu memberikan keempat hal sebagaimana yang disebut dalam Yesaya 22:22, “Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.”

1. AKU AKAN MENGENAKAN “JUBAHMU” KEPADANYA

Pada zaman itu jubah adalah pakaian terluar yang bukan hanya berfungsi untuk menutupi tubuh, namun jubah itu menunjukkan STATUS dan IDENTITAS seseorang yang mengenakannya. Orang akan mengenal siapa dia sebenarnya, melalui jubah yang dikenakannya.

Di dalam Alkitab, jubah berkaitan erat dengan sesuatu yang jasmani dan sesuatu yang rohani atas diri seseorang yang mengenakannya. Sehubungan dengan Kunci Daud di sini, Daud adalah seseorang yang mengerti secara mendalam bahwa jubah yang dikenakannya itu mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi hidupnya.

1 Samuel 18:3-5
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. 5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai- pegawai Saul.

Anda perhatikan ayat-ayat firman di atas, ketika Daud menerima dan mengenakan jubah Yonatan, seorang putera mahkota, beserta perlengkapan perangnya maka Daud maju berperang dan selalu berhasil (behave wisely) ke mana juga Saul menyuruhnya. Tuhan membuka pintu-pintu mujizat bagi Daud, sehingga Daud mendapat promosi dari Raja Saul. Daud disukai oleh seluruh rakyat dan pegawai-pegawai Saul!

Ketika Saul mengejar Daud untuk membunuhnya, Alkitab mengatakan: “Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang- orangnya duduk di bagian belakang gua itu.”

1 Samuel 24:4-7
(24- 5) Lalu berkatalah orang- orangnya kepada Daud:”Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu:Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam- diam. 5 (24- 6) Kemudian berdebar- debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; 6 (24- 7) lalu berkatalah ia kepada orang- orangnya:”Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.” 7 (24- 8) Dan Daud mencegah orang- orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.

Daud hanya memotong punca jubah Saul, namun ia tidak membunuh Saul, musuhnya itu. Daud telah bertindak dengan bijaksana (behave wisely, atau berhasil). Daud mengerti, jika ia membunuh Saul dan naik menjadi raja itu berarti sebuah kudeta berdarah!

Justru Saul sendiri bernubuat untuk Daud demikian:

1 Samuel 24:16-20
(24- 17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul:”Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. 17 (24- 18) Katanya kepada Daud:”Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. 18 (24- 19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. 19 (24- 20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. 20 (24- 21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.

Ketika seseorang menerima jubah dari Tuhan maka Tuhan akan mengubah hidupnya; dari sisi Daud, ketika ia menerima jubah maka dia berlaku bijaksana (behave wisely, 1 Samuel 18:5).

Seorang yang tidak menerima jubah itu bisa saja ia seorang yang pemberani, seorang yang hebat, namun ia tidak bisa berperilaku dengan bijak. Orang yang mempunyai otoritas dan kekuasaan sehebat Kunci Daud, harus disertai dengan hati dan perilaku yang bijak agar berguna bagi Kerajaan Allah, jika tidak, maka akan menimbulkan prahara, tragedi dan kehancuran yang besar!

Di dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menasehati agar kita mengenakan jubah yang baru karena kita adalah manusia baru, yaitu orang yang dipilih, dikuduskan dan dikasihi oleh Tuhan.

Kolose 3:12
Karena itu, sebagai orang- orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi- Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Jubah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran adalah Jubah yang membuat kita berperilaku bijak menggunakan otoritas dan kuasa Allah!

2. AKU AKAN MENGIKAT ATAU MENGUATKAN “IKAT PINGGANGNYA

Ikat pinggang memang memiliki fungsi untuk membuat celana kita tidak melorot, namun kita akan melihat fungsi sesungguhnya dari ikat pinggang bagi para prajurit pada zaman itu.

Ikat pinggang itu berfungsi untuk tempat “cantelan” pedang atau sarung pedang. Jika kita punya pedang namun tidak punya sarung dan cantelannya maka itu akan jadi masalah.

Salah satu prasyarat untuk menerima Kunci Daud, adalah kita harus tahu berperang! Jika kita tidak tahu berperang, maka Anda akan sulit menjalani kehidupan Kristen yang berkemenangan! Saya berdoa agar kita semuanya terus belajar berperang secara efektif dan mengalami kehidupan Kristen yang berkemenangan.

Peperangan kita bukanlah melawan manusia atau orang per orang atau sekelompok masyarakat namun musuh kita adalah Iblis. Tuhan Yesus memberi kita kuasa untuk mengusir setan-setan dalam nama-Nya, itulah perintah Tuhan setelah Dia bangkit dari kematian dan mengalahkan maut!

Jika Tuhan berkata: “Aku akan mengikatkan atau menguatkan ikat pinggangmu.” (Yesaya 22:21) maka hal itu berarti, Tuhan telah memberikan kita tempat untuk menaruh pedang roh atau firman Tuhan di mulut kita! Anda harus terus menerus membaca, merenungkan dan memperkatakan firman Tuhan! Lakukanlah firman Tuhan maka pada saat itu sesungguhnya Anda sedang mengalahkan iblis!

Ikat pinggang selain untuk menyimpan pedang, ikat pinggang juga berfungsi untuk menyimpan uang atau dompet! Jika Anda memiliki uang namun tidak punya pedang maka uang Anda dengan mudah dirampok habis!

Tuhan memberikan ikat pinggang yang berfungsi untuk berperang dan menjarah, selain itu pun berfungsi untuk menyimpan harta jarahan itu. Anda harus mengerti bagaimana mengelola keuangan dengan baik sehingga Anda bisa hidup berguna dan berhasil.

Di bagian tengah dari ikat pinggang terbuat dari baja atau besi kuat yang dipilin yang berfungsi untuk melindungi alat reproduksi kita. Ikat pinggang memberikan fungsi perlindungan alat reproduksi kita agar kita terus menerus berbuah, bermultiplikasi dan bertambah banyak!

Di sisi lain, ikat pinggang ini bicara tentang pengendalian dari penyalahgunaan atas kekuasaan (pedang), keuangan (dompet) dan Sexual (alat reproduksi). Kunci Daud diberikan kepada seseorang yang bisa menanggapi akan hal ini!

3. KEKUASAANMU (tanggung jawabmu) AKAN KUBERIKAN KE TANGANNYA

Orang yang memiliki Kunci Daud, yaitu otoritas yang sedahsyat ini
harus bisa diimbangi dengan “tanggung jawab,” sebab jika tidak ada tanggung jawabnya maka semuanya akan menjadi kacau dan hancur. Sebelum Tuhan Yesus datang kedua kalinya, Dia hendak mencurahkan semua bagian milik-Nya yang terbaik!

Galatia 6:4-6
Baiklah tiap- tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap- tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

Tanggung jawab di sini bukanlah sekedar untuk bertahan dan ala kadarnya saja, tetapi tanggung jawab di sini adalah proaktif untuk sesuatu yang kreatif ke depannya. Apa pun tanggung jawab yang diberikan Tuhan, kerjakanlah dengan segenap hati, berikanlah yang terbaik dan selesaikan sampai tuntas!

Sekecil apa pun tanggung jawab Anda, sekali lagi saya nasehati “kerjakanlah dengan sebaik-baiknya, berikanlah lebih banyak dari yang diminta, lakukan dengan sukacita dan sukarela.” Kelak Anda akan melihat bahwa Tuhan akan membuka pintu-pintu mujizat, pintu-pintu menuju kepada kebesaran bagi hidup Anda.

Ingatkah Anda kisah seorang gadis yang bernama Ribkah? Seorang gadis yang rajin dan penuh tanggung jawab. Pada saat itu ia sedang membawa air di dalam buyungnya, ia berjumpa dengan bujang Abraham yang meminta air kepadanya. Ribkah memberinya air untuk diminum bahkan ia pun memberikan Onta-ontanya minum air sampai puasa.

Kita tahu akhir dari kisah ini, akhirnya Ribkah dipinang menjadi istri Ishak. Ia menjadi nenek moyang suatu bangsa besar, dari keturunannya lahir raja-raja, imam-imam, nabi-nabi besar bahkan Yesus Kristus lahir dari garis keturunannya.

Ingatkah Anda kisah Ruth, seorang yang punya reputasi baik, seorang yang rajin dan penuh tanggung jawab! Ia sibuk bekerja dari pagi-pagi sampai sore hari tanpa berhenti (Ruth 2:5-7, 11-12).
Kita pun tahu akhir dari kisah Ruth ini. Dari seorang yang melakukan pekerjaan yang paling kecil, rendah dan sederhana, yaitu memunguti jelai-jelai yang tercecer di ladang Boas menjadi seorang istri Boas, orang terkaya di Bethlehem pada saat itu. Seperti halnya Ribkah, Ia menjadi nenek moyang suatu bangsa besar, dari keturunannya lahir raja-raja, imam-imam, nabi-nabi besar bahkan Yesus Kristus lahir dari garis keturunannya.

4. IA AKAN MENJADI “BAPA” BAGI PENDUDUK YERUSALEM DAN BAGI KAUM YEHUDA

Ada bagian terpenting untuk menerima Kunci Daud, yaitu Anda harus mempunyai “hati seorang bapa.” Jika Anda memiliki hati seorang bapa, maka pada saat Anda melihat siapa pun yang sedang berkembang dalam potensinya yang terbaik maka Anda tidak akan melihatnya sebagai saingan apalagi musuh Anda!

Jika Anda hanya mempunyai “hati kakak,” maka seperti si sulung yang marah dan memusuhi adiknya yang diberkati oleh bapanya karena ia bertobat dan kembali ke rumah. Sebaliknya bapanya begitu bergembira dan mengadakan pesta besar menyambut anak bungsunya yang terhilang dan kembali lagi (dibaca: Lukas15:25-32).

Kunci Daud adalah sebuah otoritas dan kuasa yang dahsyat dan hebat! Otoritas untuk membuka dan menutup pintu-pintu! Anda harus menerima jubah, yang akan mengubah perilaku Anda menjadi bijaksana; Anda harus menerima ikat pinggang, yang akan membuat Anda hidup berkemenangan; Anda harus menerima tanggung jawab dan selesaikan sampai tuntas. Meteraikanlah semuanya itu dengan KASIH, yaitu hati bapa!

Tuhan Yesus memberkati