Filipi 1:20-24:
20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik;
24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.”

Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Filipi bahwa dia mempunyai 2 pilihan dalam hidupnya.
PILIHAN PERTAMA, Dia sangat ingin pulang bertemu dengan Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Yesus selama-lamanya. Dia mengatakan: “Dan itu JAUH LEBIH BAIK bagiku.”

Jika orang cinta akan Tuhan maka yang terbaik dalam hidupnya adalah bertemu dengan Tuhan dan hidup bersama Tuhan untuk selamanya itu jauh lebih baik.
Rasul Paulus mengatakan bahwa dia begitu rindu tinggal dengan Tuhan yang sangat dia cintainya. Dan dia berkata, “Itu memang jauh lebih baik bagiku.”

Tapi kemudian, PILIHAN KEDUANYA saat melihat kebutuhan dan kepentingan banyak anak Tuhan, dia pun berkata: “tetapi LEBIH PERLU untuk tinggal di dunia ini karena kamu.” Akhirnya Rasul Paulus MEMILIH yang KEDUA.

“Apa yang JAUH LEBIH BAIK bagi dirinya DIKALAHKAN dengan apa yang LEBIH PERLU bagi orang lain. Itulah Gaya Hidup Kristen Sejati!” ~> Rela Berkorban!

Kisah Natal diawali dari Percakapan imajiner Allah Tritunggal setelah kejatuhan Lucifer menurut cerita Kathryn Kulmann:

Bapa memiliki kehendak untuk menciptakan manusia, yang serupa dan segambar dengan Allah. Manusia ini diciptakan untuk menyenangkan hati Allah, melayani dan bersekutu dengan Allah. Allah memberikan manusia ini kehendak bebas untuk memilih untuk setia dan taat kepada Allah.

Allah tahu kelak manusia ini bisa berdosa memberontak melawan Dia. Mereka harus terbuang dari hadapan hadirat Tuhan seperti halnya Lucifer.

Bapa memiliki kehendak untuk menyelamatkan manusia itu jika mereka berdosa memberontak melawan Allah.
Tuhan Yesus menjawab: “Baiklah, Aku yang akan turun ke dunia dan lahir menjadi manusia, mati dan disalibkan untuk menebus dosa dunia, Aku akan bangkit pada hari ketiga.”
Roh Kudus menjawab: “Baiklah, Aku akan menyertai, menguatkan, memberikan kuasa agar kehendak Bapa yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus berhasil.”

ALLAH TRITUNGGAL telah memilih melakukan apa yang perlu bagi dunia.

Kita kenal dengan sebuah ayat Penting di Alkitab:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Tuhan Yesus pernah tinggal dan selamanya tinggal di sorga bersama dengan Bapa-Nya, dan itu jauh lebih baik bagi diri-Nya. Sampai kemudian Bapa memiliki kehendak untuk menyelamatkan dunia ini, Dia ingin mengutus Anak-Nya yang tunggal.
Yesus Kristus memilih taat untuk turun ke dunia, lahir di Betlehem menjadi manusia lalu mati dan bangkit buat kita.
Sesungguhnya jauh “lebih baik” jika Yesus tetap tinggal di sorga, namun Yesus memilih apa yang “lebih perlu” untuk dunia ini, untuk manusia, untuk kita semua …

Kalau hari ini, kita harus memilih.
Mana yang jauh lebih baik bagi hidup kita secara pribadi dan mana yang lebih perlu untuk orang lain, maka pilihlah yang kedua.

Itulah Pilihan yang Bijak.
Pilihan yang luar biasa, dan
bukan pilihan yang egois.

Itulah pesan Tuhan bagi kita semuanya….
Mendahulukan untuk melakukan apa yang perlu bagi Tuhan dan sesama kita, manusia, bukan memilih melakukan apa yang lebih baik bagi diri sendiri.

Pesan Tuhan adalah KASIH, Spirit Kekristenan adalah Rela berkorban!

Orang yang tidak mengenal hati Tuhan akan selalu memilih apa yang jauh lebih baik bagi dirinya sendiri. Tetapi saya mau berkata marilah kita memilih apa yang lebih perlu bagi orang lain.

Rasul Paulus menasehatkan cara hidup, seorang yang menjadi ciptaan baru, supaya kita yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang datang ke dunia, lahir di Betlehem, dan juga yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk kita.

2 Korintus 5:15-17
15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai- Nya demikian.
17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Hidup kita di dunia ini, dibutuhkan oleh banyak orang.
Dunia sangat membutuhkan kita, anak-anak Tuhan untuk menjadi terang, menjadi saksi bagi mereka. Oleh karena itu, Janganlah hanya mengejar apa yang jauh lebih baik buat diri sendiri.
Tetapi marilah kita mengejar apa yang Tuhan mau, apa yang lebih perlu bagi orang lain.

Mari teladani apa yang Yesus kerjakan.
Mari teladani apa yang Rasul Paulus katakan.
Dia mengerti: “tinggal bersama Tuhan Yesus jauh lebih baik buat dirinya, tetapi dia sadar bahwa lebih perlu buat Paulus berada di dunia ini untuk menguatkan, memberikan semangat baru, memberikan anugerah yang baru, memberikan semua yang diperlukan oleh murid-murid yang lain.

Putuskanlah memiliki kualitas hidup yang berbeda.
Putuskanlah memiliki standar hidup yang berbeda.
Tinggalkan semua yang egoistis, tinggalkan semua apa yang jauh lebih baik buat diri sendiri.

Kalau seorang Rasul Besar berani menangguhkan “Apa yang lebih baik buat dirinya sendiri” demi supaya apa yang “lebih perlu buat orang lain” digenapi, Mengapa tidak dengan kita?

Ayo kerjakan sebuah standar nilai yang berbeda, kita harus hidup beda dengan nilai-nilai dunia, kita tidak boleh sama dengan dunia. Kita punya standar kehidupan yang jauh lebih ajaib, standar Kerajaan Sorga, standar ilahi.

Marilah hidup dengan standar apa yang lebih perlu buat orang lain, bukan apa yang lebih baik bagi diri sendiri.
Kiranya cara pikir kita berbeda, dan cara hidup kita berbeda.

Apapun yang ingin kita putuskan, ingat dan pertimbangkanlah ini:
Apakah ini lebih perlu dan lebih baik buat orang lain?
Bukan apa yang lebih baik bagi diri sendiri.