Matius 3:11

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut- Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

2 Korintus 13:13

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Tanpa kelahiran Yesus, maka tidak ada kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga, maka Roh Kudus pun tidak akan dicurahkan ke atas orang percaya. Alkitab mengatakan bahwa Yesuslah yang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Rasul Paulus sangat menekankan betapa pentingnya “memiliki persekutuan dengan Roh Kudus” agar kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah Bapa menyertai kita sekalian.

Melalui persekutuan kita dengan Roh Kuduslah:

  1. Kita bisa merasakan kehadiran Yesus (Imanuel), dan kita bisa merasakan Kasih Allah dalam hidup kita (Yohanes 14:16-18).
  2. Roh Kuduslah yang memimpin kita ke dalam segala kebenaran sebab Dialah, Roh Wahyu, Hikmat yang mengajarkan kita firman Tuhan dan kehendak Bapa (Yohanes 14:26).
  3. Roh Kuduslah yang akan memberitahukan kita hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).
  4. Roh Kuduslah yang mendorong kita untuk selalu memuliakan Tuhan Yesus, dan menyaksikan perbuatan kasih-Nya (Yohanes 16:14)
  5. Roh Kuduslah yang mengingatkan dan memberikan kita kemampuan untuk menerima janji-janji Allah (Yohanes 16:15).

Kita dapat membangun persekutuan dengan Roh Kudus, yaitu dengan cara membangun atmosfer hadirat Allah, sebab di dalam hadirat-Nya kita bisa merasakan Roh Kudus tinggal bersama-sama dengan kita, bersekutu dengan kita.

Ada beberapa cara untuk membangun atmosfer hadirat Allah:

1. Bangunlah sikap yang suka bersyukur, memuji dan menyembah Tuhan Yesus.

Pemazmur berkata: “Allah bersemayam di atas pujian umat-Nya.” Di saat kita bersyukur, memuji dan menyembah Tuhan maka hadirat-Nya turun ke atas hidup kita. Di mana ada hadirat-Nya di sana ada damai sejahtera, sukacita, kuasa dan kemenangan (Mazmur 22:4).

Ketika Elisa memerintahkan seseorang untuk bermain kecapi, maka kekuasaan Tuhan meliputi dia (the hand of the Lord came upon him). Kekuasaan atau tangan Tuhan turun atas Nabi Elisa, yaitu ketika ada pujian dan penyembahan melalui permainan kecapi (2 Raja-Raja 3:14-15).

Ketika kuasa Allah bekerja maka Elisa mendapatkan petunjuk perintah firman Tuhan, ketika petunjuk perintah firman Tuhan itu ditaati atau dilakukan maka berkat, mujizat dan kemenangan terjadi. Semuanya ini dimulai dari sebuah permainan kecapi.

Rasul Paulus menegaskan bahwa kita dapat memiliki persekutuan dengan Roh Kudus atau dipenuhi Roh apabila kita membangun sikap suka bersyukur, memuji dan menyembah Tuhan Yesus, sebagai ganti sikap suka mengkritik, suka bersungut-sunggut, suka berkeluh kesah.

Efesus 5:18-21
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata- katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji- pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

2. Bangunlah sikap iman yang benar, yang ditunjukkan dengan sikap hati yang tenang karena percaya kepada Tuhan.

Mazmur 46:11
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa- bangsa, ditinggikan di bumi!”

Hadirat Roh Kudus, yang penuh damai sejahtera dan sukacita dibangun oleh sikap hati yang tenang karena percaya kepada Allah, tunduk kepada Allah dan bisa menghormati keputusan atau kehendak Allah bagi hidupnya.

Hadirat Roh Kudus, dibangun oleh sikap hati yang percaya kepada Allah yang sanggup mendatangkan kebaikan di tengah-tengah masalah dan kesukitan hidupnya karena ia tahu bahwa Allah mengasihi dia dan Allah cakap untuk memberikan jalan keluar yang terbaik baginya.

Roh Kudus dapat turut bekerja bersama umat-Nya yang tenang, diam, dan percaya kepada Dia.

  • Roh Kuduslah yang mengeringkan Laut Teberau untuk menyelamatkan orang Israel dari pengejaran Firaun, di saat mereka semuanya bisa menjadi “tenang, diam dan percaya” (Keluaran 14:13-14, 21-31).
  • Roh Kuduslah yang bekerja menenangkan badai, angin Sakal yang hampir menenggelamkan perahu Yesus dan murid-murid di saat Yesus berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Matius 14:27).

Nabi Yesaya menjelaskan bahwa letak kekuatan kita di dalam Tuhan adalah pada saat kita bisa menjadi tenang dan percaya.

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yesaya 30:15)

3. Bangunlah sikap suka mendengar firman dan takluk.

Ayub 36:11

Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari- hari mereka dan senang sampai akhir tahun- tahun mereka.

Yosua 1:8

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati- hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Kita dapat membangun persukutan dengan Roh Kudus yang semakin akrab hanya apabila kita suka mendengarkan firman Tuhan dan suka untuk hidup menurut jalan Tuhan.

Oleh karena firman Allah itu diilhami oleh Roh Kudus, apabila kita suka mendengarkan firman dan suka untuk hidup berdasarkan firman-Nya maka roh kita akan semakin kuat, semakin intim dengan Roh Kudus. Apabila kita memiliki persekutuan dengan Roh Kudus, maka kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa menyertai kita, Imanuel! (2 Korintus 13:13)

Tuhan Yesus memberkati