Doa adalah medan peperangan orang percaya.
Gereja yang tidak berdoa adalah gereja tidak berdaya, penakut, dan tidak efektif.

Bila kita tidak berdoa, kita bahkan tidak masuk ke medan peperangan. Jika kita tidak masuk ke medan peperangan:

  1. Kita tidak merebut apa-apa dari musuh;
  2. Kita tidak memberikan apa-apa bagi Kerajaan Allah;
  3. Kita akan dengan mudah diikat dan ditindas oleh roh jahat.
  4. Kita membuka pintu bagi musuh untuk mencuri, membunuh dan membinasakan kita.

Tetapi jika kita berdoa, kita menjadi pengantin Kristus (ada keintiman) yang gagah berani di dalam peperangan.

Mazmur 149:6,

“Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,”

Menurut Anda, apa yang dilakukan Yosua dan bangsa Israel ketika mereka berbaris mengelilingi tembok raksasa Yerikho sebanyak tujuh kali?

Mereka tidak membicarakan situasi politik. Mereka tidak mengenang masa lalu. Mereka tidak membahas film tentang pengeboman atau peperangan. Mereka bahkan tidak membahas doktrin gereja. Tidak! Saya percaya mereka sedang berdoa, diam-diam berkomunikasi dengan Allah, nenek moyang mereka.

Tembok raksasa Yerikho rata dengan tanah oleh kuasa Allah yang dilepaskan melalui doa dan ketaatan Yosua dan bangsa Israel.”

Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa dan kemudian taat kepadaNya sehingga Ia dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang besar! Kita tidak tahu apa yang harus ditaati bila kita tidak berdoa!

Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa dan memberikan kita hak untuk berdoa, dan Ia mengatakan bahwa Ia tidak dapat bertindak dalam banyak situasi kalau kita tidak berdoa.

Namun sebagai orang percaya, seringkali kita berusaha untuk mencari alasan untuk tidak berdoa. Berapa banyak di antara kita yang menghabiskan waktu menghadap hadirat Tuhan dan memohon kepadaNya setiap hari?

Berapa banyak diantara kita yang bisa menganggap waktu yang paling menyenangkan adalah ketika kita berdoa dengan penuh kuasa, berjemur di dalam kehangatan hadirat Tuhan dan menerima pernyataan dari Tuhan?

Berapa banyak diantara kita yang bergumul di dalam Roh sampai terjadi terobosan dan orang-orang dibebaskan dari cengkraman musuh?

Berapa banyak di antara kita yang melawan perbudakan Iblis dan bertekun dalam doa sampai Iblis mundur?

Keluaran 33:11

“Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.”

Karena Yosua banyak menghabiskan waktu di Kemah Pertemuan maka ia dapat merebut Tanah Perjanjian.

Kata Yunani untuk “berdoa” menunjukkan bahwa berdoa bukan sekedar membawa permintaan dan permohonan kita, melainkan juga berarti menyembah.

Efesus 6:18 mengatakan, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga- jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus- putusnya untuk segala orang Kudus,”

Berdoa setiap waktu menunjukkan bahwa kita bukan saja harus mempunyai sikap hati yang berdoa sepanjang waktu, kita juga harus memgambil kesempatan untuk berdoa: untuk diri kita, untuk orang-orang yang kita kasihi, dan untuk siapa saja yang berinteraksi dengan kita.

Tuhan Yesus memberkati