2 Korintus 10:17-18
“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Target dalam hidup kita seharusnya mendapat pujian dari Tuhan, yaitu berkenan di hati Tuhan. Tuhan memberikan pujian keoada mereka yang telah terbukti tahan uji. Tuhan memberikan pujian sebagai tanda Tuhan berkenan terhadap orang tersebut.

Orang yang berkenan di hati Tuhan adalah orang yang tahan uji. Orang yang tahan uji adalah orang yang memiliki iman yang besar Orang yang memiliki iman yang besar adalah orang yang mempercayai Tuhan; orang yang mengandalkan Tuhan. Jika Anda memiliki iman yang besar, apa pun yang Anda kehendaki akan terjadi (Matius 15:28).

Anda harus tahu bahwa salah satu yang dapat membuat Tuhan itu berduka adalah saat kita kurang percaya (Matius 8:25-26). Tuhan memuji kita dan berkenan apabila kita mempercayai Dia.

Ada seorang perempuan yang dipuji Tuhan, dia adalah perempuan Kanaan, bukan orang Yahudi. Tuhan memuji perempuan Kanaan sebab dia mempunyai iman yang besar. Perempuan ini dipuji Tuhan, berkenan di hati Tuhan karena ia telah melewati 3 bentuk ujian iman:

1. Saat perempuan ini berteriak meminta tolong, Tuhan DIAM dan tidak menjawab.

Matius 15:22-23
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru:”Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid- murid- Nya datang dan meminta kepada- Nya:”Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak- teriak.”

Ini adalah saat yang sulit dan sebuah kenyataan yang pahit, yaitu di saat Tuhan tidak menjawab seruan doa kita. Tuhan diam saja. Namun kita harus mengetahui bahwa jika Tuhan DIAM bukan berarti Dia tidak peduli dengan kita, tetapi justru diam-diam Tuhan mengerjakan sesuatu yang ajaib untuk kita.

Masalahnya adalah apakah kita masih mempercayai Tuhan? Apakah kita tidak menjadi kecewa dan tetap mengandalkan Dia? Kalau Tuhan diam pasti ada sesuatu yang sedang Dia tunggu.

2. Seolah-olah Tuhan MENOLAK untuk menolong.

Matius 15:24
Jawab Yesus:”Aku diutus hanya kepada domba- domba yang hilang dari umat Israel.”

Sulit menghadapi penolakan!
Ketika kita ditolak, tentu saja kita bisa tersinggung, sakit hati dan merasa diri tidak berharga. Namun jika kita tahan menghadapi penolakan dan tidak menjadi kecewa, marah dan pahit, atau Anda sembuh dari luka akibat penolakan maka kita akan dipuji Tuhan.

Yohanes 1:11
“Ia datang kepada milik kepunyaan- Nya, tetapi orang- orang kepunyaan- Nya itu tidak menerima- Nya.”

Yesus pun mengalami penolakan, Dia ditolak oleh orang yang dikasihi-Nya. Yesus seperti batu yang dibuang oleh tukang batu, dan menjadi “batu penjuru.”

Kunci untuk mengatasi penolakan adalah “memuji dan menyembah Tuhan.” Kita bisa belajar dari perempuan Kanaan, dia mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.” (Matius 15:25).

Perempuan ini tidak menjadi kecewa, marah, dan terluka dengan penolakan karena dia sendiri sujud menyembah Tuhan, justru dia bisa melihat ada pintu kecil yang terbuka baginya.

Ketika Anda mengalami penolakan, Anda harus semakin mendekat kepada Tuhan dengan menyembah dan memuji Dia sebab hanya dekat Allah saja aku tenang, sebab daripada-Nyalah datang pertolongan kita.

3. Perempuan ini mengalami penghinaan, ia diumpamakan seperti anjing.

Matius 15:26
Tetapi Yesus menjawab:”Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak- anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Perempuan Kanaan ini mengalami proses: direndahkan, dipermalukan, dilucuti semuanya tetapi karena dia menganggap kasih dan pertolongan Tuhan untuk anaknya lebih penting daripada dirinya maka dia berhasil mendapatkan perkenan Tuhan.

Perempuan ini serius untuk mendapatkan pertolongan Tuhan.
Dia percaya bahwa Tuhan itu baik, dia mengerti bahwa sebenarnya dia tidak layak menerima kebaikan Tuhan. Perempuan ini rela direndahkan serendah-rendahnya, justru saat ia merendahkan dirinya ia dapat melihat sebuah pintu kecil terbuka, yaitu kesempatan untuk menerima pertolongan Tuhan.

Matius 15:27
Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah- remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Penyembahan telah memberi perempuan ini kekuatan bukan hanya untuk menerima penolakan dan penghinaan tetapi juga memberinya kekuatan untuk melihat kesempatan untuk menerima pertolongan Tuhan.

Hasilnya: Tuhan memuji perempuan itu.

Matius 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya:”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Tuhan memuji perkataan perempuan ini, yaitu perkataan orang yang tahan uji dan lulus ujian. Tuhan menunjukkan pertolongan-Nya setelah mendengar perkataan perempuan Kanaan ini.

Markus 7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata- katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Seorang suku indian datang tergesa-gesa memasuki kantor gereja. Ia menemui sekretaris Pendeta gereja itu.
Sekretaris bertanya: “Anda mau ketemu siapa?”
Jawab orang Indian: “Saya mau ketemu si Babi Gemuk yang pendek itu, yang tiap minggu berdiri berkotbah di depan mimbar.”

Sekretaris itu terkejut bukan main, lalu dia mengoreksi sebutan “si Babi Gemuk yang Pendek” dengan mengajarinya bahwa kami biasa memanggil beliau “Bapak pendeta atau Pak Gembala.”

Si Indian itu dengan tegas menjawab: “Cepatlah kamu panggil si babi itu, saya mau berjumpa dengan dia sekarang.”
Sekretaris itu bertanya: “Apa keperluan Anda menemui Bapa Pendeta kami?”

“Saya hendak memberikan uang hasil penjualan tanah dan ternak saya senilai Rp1 Milyar untuk dia sekarang.” Sahut Indian.
Sekretaris itu menjawab: “Baik Pak, saya akan panggil “si Babi Gemuk” itu segera untuk menemui Bapak. Omong-omong Bapak mau minum kopi apa? Coffe latte, Capucino, atau Expresso?….