Bacaan: 2 Raja-Raja 3:5-24

Ada beberapa prinsip hidup berkemenangan dari kisah Raja Yoram.

1. Ketika Moab memberontak melawan Israel, Raja Yoram mengajak Yosafat, Raja Yehuda untuk melawan Moab.

2 Raja-Raja 3:5-8
Tetapi segera sesudah Ahab mati, memberontaklah raja Moab terhadap raja Israel. Keluarlah raja Yoram pada waktu itu dari Samaria, lalu ia memeriksa barisan seluruh orang Israel. Selanjutnya ia menyuruh orang kepada Yosafat, raja Yehuda, dengan pesan:”Raja Moab telah memberontak terhadap aku! Maukah engkau bersama- sama aku berperang melawan Moab?” Jawabnya:”Aku akan maju. Kita sama- sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.” Lagi ia bertanya:”Melalui jalan manakah kita akan maju?” Jawabnya:”Melalui padang gurun Edom!”

Prinsip pertama untuk mengalami kemenangan atas masalah kesulitan hidup adalah Coba temuilah seseorang yang mempunyai pengalaman dengan Tuhan dan berhasil dalam mengatasi problema hidupnya. Yoram, Raja Israel menemukan Yosafat, Raja Yehuda yang punya pengalaman bersama Tuhan menaklukkan bangsa Moab, Amon dan Meunim (2 Tawarikh 20:17).

Anda perlu berdoa kepada Tuhan agar Anda bisa menemukan seseorang yang mempunyai pengalaman bersama Tuhan dan berhasil mengatasi masalah kesulitan hidupnya. Anda perlu meminta “nasehat ilahinya” dan “impartasi doanya” sebab seringkali Tuhan menolong dan membuat mujizat dengan cara mempertemukan Anda dengan seseorang, itulah yang sering disebut dengan istilah “Kingdom Connection.”

Jika Anda menghadapi masalah keuangan, maka berdoalah agar Tuhan mempertemukan Anda dengan seseorang yang telah mengalami mujizat keuangan dalam hidupnya. Belajar dari nasehatnya dan teruslah bangun hubungan untuk dimentoring dengannya.

Jika Anda menghadapi masalah kecanduan atau terikat akan hal-hal tertentu, maka berdoalah agar Tuhan mempertemukan Anda dengan seseorang yang telah mengalami kemenangan dan kemerdekaan atas ikatan dan kecanduannya. Belajarlah dan bangun hubungan dengan orang itu supaya Anda mendapat bimbingan rohani.

Prinsip lingkungan itu penting!
Ketika Tuhan merencanakan untuk menjadikan manusia (roh) dan menetapkan bagaimana manusia akan berfungsi (dengan iman), Ia juga menentukan di mana manusia akan hidup (lingkungan idealnya). Tuhan tidak menempat manusia begitu saja di sembarang tempat di dunia. Tuhan memilih sebuah tempat yang khusus di jagad raya ini dan menempatkan manusia di tempat pilihan yang khusus, yang kita kenal sebagai Taman Eden.

Taman Eden adalah tempat di mana hadirat Tuhan tinggal dan berada di bumi. Eden adalah taman hadirat-Nya, tempat kesukaan-Nya, dan di situlah persisnya Tuhan menempatkan Adam. Persekutuan yang tidak terputus antara Tuhan dan manusia adalah lingkungan yang Tuhan rancang bagi manusia.

Ini berarti bahwa untuk berhasil dalam hidup, Anda memerlukan lingkungan ideal. Lingkungan ideal Anda tidak lebih dan tidak kurang adalah hadirat Tuhan sendiri, yaitu hadiah (KADO) pertama Tuhan kepada Adam.
Hadirat-Nya itu adalah lebih dari segalanya bagi Anda.

Semua yang tidak berada di lingkungan idealnya pasti rusak. Ini tidak bisa dihindari. Tidak ada seorang pun atau satu produk pun dapat berfungsi dengan benar di luar lingkungan yang dirancang secara khusus oleh pembuatnya.

Seperti IKAN harus hidup di dalam air dan TANAMAN harus hidup di tanah jika diharapkan untuk bertumbuh, maka manusia harus hidup di dalam hadirat Tuhan. Ikan manapun yang keluar dari air atau dikeluarkan oleh makhluk lain akhirnya akan mati dan membusuk. Hal sama berlaku pada tanaman. Tidak ada tanaman yang dapat terus hidup dan berbuah jika akarnya tidak ditutupi dan diberi makan oleh tanah. Begitu pula halnya, kehidupan manusia dan penggenapan panggilannya atau takdirnya dimungkinkan hanya sejauh ia hidup dan berbicara dengan Tuhan di taman hadirat-Nya.

2. Ketika Yoram hendak mengatasi masalah di dalam perjalanan menuju Moab, mereka tidak mendapatkan air untuk tentara dan hewan selama 7 hari.

2 Raja-Raja 3:9
Maka berjalanlah raja Israel dan raja Yehuda dan raja Edom. Tetapi sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka.

Ada kalanya ketika Anda sedang mengatasi satu masalah dalam perjalanannya justru muncul masalah baru yang nampaknya lebih mengerikan. Kekristenan adalah sebuah kehidupan, kekristenan bukankah suatu agama, tetapi kehidupan dan hidup.

Yesus berkata: “Aku datang supaya kamu mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b). Yesus datang bukan untuk membawa agama baru, tetapi Dia datang untuk membawa hidup. Hidup adalah problema, dan bagian dari hidup adalah menyelesaikan problema dan menghadapi problem dengan sikap yang tepat.

Coba kita lihat bagaimana reaksi Yoram, Raja Israel saat menghadapi problem:

2 Raja-Raja 3:10
Lalu berkatalah raja Israel: “Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!”

Reaksi Yoram adalah negatif. Yoram melihat problem sebagai alasan Tuhan untuk membinasakan dirinya bersama dengan para raja yang adalah sahabatnya. Dia melihat problem itu ujungnya adalah kematian. Bukankah ada beberapa orang yang melihat masalah ujungnya adalah kematian? Paling tidak mereka akan berkata: “mati kitooo!”

Coba perhatikan bagaimana reaksi Yosafat, Raja Yehuda. Dia mencari seorang nabi Tuhan supaya dengan perantaraannya bisa didapatkan petunjuk Tuhan.

2 Raja-Raja 3:11-12
Tetapi bertanyalah Yosafat: “Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN?” Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: “Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.” Berkatalah Yosafat:”Memang padanya ada firman TUHAN.” Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa.

Yosafat ingat akan pengalamannya ketika berperang melawan 3 bangsa besar ini, kunci kemenangannya adalah:

2 Tawarikh 20:20
“Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi- nabi- Nya, dan kamu akan berhasil!”

Di dalam Perjanjian Lama perpaduan kerja sama antara raja dan imam atau nabi membuat negara atau kerajaan menjadi “kuat, aman dan makmur.” Pada saat raja memerintah berdasarkan petunjuk firman Tuhan lewat perantaraan nabi Tuhan maka kerajaan akan menjadi “kuat, aman dan makmur” Visi Tuhan atas kerajaan itu pun terjadi.

Yosafat, Raja Yehuda terbiasa meminta petunjuk Tuhan lewat seorang nabi Tuhan. Ia percaya kepada Tuhannya dan ia pun percaya kepada nabi Tuhan.

3. Ketika ketiga raja itu datang menghadap Elisa, Nabi Tuhan untuk mendapatkan petunjuk Tuhan dalam menghadapi masalah tidak ada air, hal pertama yang dicari oleh Elisa adalah seorang pemain kecapi (2 Raja-Raja 3:15).

Ingatlah bahwa manusia bisa berfungsi sesuai dengan maksud Tuhan ketika manusia berada di dalam lingkungan yang ideal, yaitu hadirat Tuhan. Elisa, Nabi Tuhan mengerti akan hal ini. Ia hanya bisa mendapatkan hikmat dan petunjuk firman Tuhan hanya apabila dia berada di dalam hadirat Tuhan.

Coba Anda perhatikan apa yang terjadi pada saat Elisa dipenuhi hadirat Allah. Elisa mendapat hikmat atau petunjuk Tuhan untuk memberi nasehat kepada ketiga raja itu. Elisa menyampaikan bahwa mereka harus membuat “parit-parit” untuk saluran air di Lembah Edom dan janji kemenangan atas Moab (2 Raja-Raja 3:16-18)

Ingatlah pesannya:
a). Buatlah parit-parit di Lembah Edom di mana tidak ada air.
Anda harus siapkan wadah untuk mujizat yang Anda harapkan.
Parit adalah saluran air, bicara tentang kerinduan, pikiran, pengharapan untuk menjadi saluran berkat Tuhan di tengah-tengah kesulitan Anda.

b). Lihatlah peperangan dari pihak Tuhan
“Perkara ringan di mata Tuhan menyerahkan Moab ke dalam tanganmu.” Anda harus bertindak dengan iman (Mazmur 37:3-5).

4. Anda harus tetap beribadah kepada Tuhan dengan setia.

2 Raja-Raja 3:20
Keesokan harinya ketika orang mempersembahkan korban, datanglah dengan tiba- tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah negeri itu dengan air.

Kapan air itu datang? Pada saat mereka beribadah kepada Tuhan dengan mempersembahkan korban, yaitu setelah mereka mendapat firman rhema dari Elisa, Nabi Tuhan.
Ingatlah kekuatan untuk memberi menentukan kekuatan untuk menerima!

Jika Anda dapat menunjukkan belas kasihan kepada orang yang sengsara dan terhilang maka Anda akan mendapatkan belas kasihan dan keadilan saat Anda menghadapi tekanan, penindasan dan kesulitan.

Tuhan Yesus memberkati