Bacaan: Kejadian 32:24-30

Perubahan adalah bagian yang terpenting dari kehidupan yang bertumbuh. Kita perlu berubah untuk dapat tetap segar dan terus maju. Perubahan sejati harus dimulai dari dalam, bukan diluar dan itu adalah karya Roh Kudus, Tuhan. Jika kita mau berubah maka Allah akan mengubah kita.

Kita akan belajar bagaimana Allah mengubah kehidupan seorang yang bernama Yakub. Ada 4 Langkah yang digunakan Allah untuk mengubah kita menjadi pribadi yang diinginkan:
1. KRISIS

Kejadian 32:24-25
“Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki- laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.”

Ketika Allah ingin mengubah kita, Dia memulainya dengan cara menarik perhatian kita dengan cara menempatkan kita dalam situasi sulit yang membuat kita frustrasi, maju tidak bisa, mundur tidak bisa. Semakin kita lawan situasi tersebut semakin membuat kita menjadi lelah dan semakin lelah.

Allah memakai pengalaman dan kesulitan hidup untuk menarik perhatian kita. Jika kita sedang menghadapi goncangan atau krisis dalam hidup, itu karena Allah sedang bersiap-siap untuk mengubah kita menjadi lebih baik.

Kita tidak akan pernah berubah sampai rasa takut kita akan perubahan dikalahkan oleh rasa sakit yang kita alami karena krisis. Itulah alasannya Allah mengubah kita lewat krisis kehidupan, pergumulan dan goncangan hidup.

2. KOMITMEN

Kejadian 32:26
Lalu kata orang itu:”Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub:”Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Setelah Allah menarik perhatian kita lewat sebuah krisis kehidupan, Dia tidak akan segera memberikan jalan keluar. Dia akan menunggu untuk melihat respon kita dan keseriusan kita untuk diubah oleh Dia.

Kebanyakan orang kehilangan yang terbaik dari Allah dalam hidup mereka karena mereka menyerah terlalu cepat, mudah tawar hati, kecewa dan marah. Seharusnya Anda berkata: “Tuhan, aku tidak akan melepaskan hal ini sampai Engkau memberkatiku, sampai Engkau mengubahkannya menjadi kebaikan.

Biasanya dibutuhkan waktu untuk Allah mengubah Anda. Tetapi janganlah menyerah. Masih ada harapan, tetaplah bertahan, berkomitmenlah untuk mendapat yang terrbaik dari Tuhan untuk hidup Anda. Para Psikolog memberitahukan bahwa Dibutuhkan waktu 6 minggu bagi kita untuk melakukan sesuatu yang sama setiap hari sehingga hal itu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita.

Mengapa banyak orang Kristen tidak terrbiasa membaca Alkitab? Sebab kita membaca Alkitab dan berdoa selama 2 atau 3 hari berturut-turut lalu beehenti selama beberapa hari, kemudian membaca lagi selama beberapa hari. Seharusnya untuk membentuk Kebiasaan membaca Alkitab diperlukan waktu selama enam minggu dengan membaca Alkitabnya setiap hari.

Kita harus melakukan setiap hari paling tidak selama enam minggu sebelum kita dapat merasa nyaman dengan kebiasaan yang baru dan baik ini.

3. PENGAKUAN

Kejadian 32:27
Bertanyalah orang itu kepadanya:”Siapakah namamu?” Sahutnya:”Yakub.”

Pengakuan adalah sebuah proses penting untuk diubah oleh Allah. Kita tidak akan pernah berubah sampai kita bersedia mengakui dosa, pelanggaran, kesalahan dan kelemahan kita. Allah tidak akan dapat bekerja atas masalah kita sampai kita terlebih dahulu mengakui bahwa kita telah bersalah di hadapanNya.

Kita perlu berkata: “Tuhan, aku telah bersalah di hadapanMu, dan aku mengakui bahwa akulah penyebab dari semua masalah ini.” Maka dengan demikian barulah Allah dapat mulai bekerja untuk memulihkan hidup kita.

Pernahkah kita perhatikan betapa mudahnya kita membuat alasan untuk masalah yang kita alami? Kita menjadi mahir menyalahkan orang lain. Kita selalu merasa sebagai korban dari kesalahan orag lain. Mengapa kita harus mengakui kesalahan kita dihadapan Tuhan? Apakah supaya Tuhan tahu apa yang sedang terjadi? Bukan.

Saat kita mengakui kesalahan kita di hadapan Tuhan, kita ingin berkata bahwa: Engkau benar, ya Tuhan, aku yang bermasalah. Aku yang salah dan aku sudah berdosa di hadapa Tuhan.” jika kita mengakui kesalahan kita itu adalah tanda “Kerendahan hati.” Saat kita melakukannya, saat itulah Allah mencurahkan seluruh kasih dan kuasaNya untuk menolong kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Pada titik itulah kita dapat mulai menjadi pribadi yang selalu kita inginkan (sabar, murah hati, lemah lembut, dsb)

Jika kita menyerah pada titik ini, sama sekali tidak mau mengakui kesalahan, dosa atau pelanggaran kita, justru menyalahkan orang lain dan membuat alasan bahwa kita adalah korban kesalahan orang lain maka kita akan mendapat masalah yang sama di kemudian hari.

Jika kita tidak belajar sekarang pelajaran ini, kita harus belajar dikemudian hai. Karena Allah akan tetap mengajarkannya kepada kita sampai kita mengerti dan lulus. Kita dapat menghindar dari begitu banyak masalah dengan memberi respon yang tepat begitu krisis atau masalah mulai terjadi.

4. KERJA SAMA

Kejadian 32:30
Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya:”Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

Kita harus bekerja sama dengan Allah. Allah mulai mengubah Yakub begitu ia mengakui siapa dirinya dan bersedia bekerja sama untuk mewujudkan rencana Allah bagi hidupnya. Yakub menyebut tempat itu Pniel artinya wajah Allah. Aku telah melihat Allah berhadapan muka tetapi nyawaku tertolong.

Perjumpaan dengan Tuhan adalah hal mutlak untuk diubah oleh Tuhan. Allah memberi Yakub nama baru, identitas baru. Yakub menjadi Israel (Kejadian 32:28). Yakub penipu menjadi Israel pangeran Allah. Allah melihat potensi Yakub, Allah melihat jauh melampaui penampilan luar Yakub. Allah tahu kelemahan Yakub tetapi Dia mengasihi Yakub. Allah melihat kedalam Yakub dan berkata sesungguhnya engkau adalah Israel yaitu Pangeran.
Allah melihat Pangeran di dalam diri Yakub penipu.