Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Bisakah kita benar-benar bersukacita di dalam segala keadaan?
Alkitab mengajarkan strategi berikut ini:

1. Janganlah Kuatir tentang Apa pun Juga —

Kekuatirkan tidak dapat mengubah apapun juga. Berjerih lelah dan bersusah hati tanpa melakukan apapun, itu kekuatiran. Tidak ada apa pun yang bisa dihasilkan dari kekuatiran.

Kekuatiran adalah sebuah respons dari hasil pembelajaran dan latihan. Kita belajar kuatir dari; orang tua; pasangan; sahabat; atau dari pengalaman hidup. Ada kabar baiknya. Karena kuatir adalah hasil dari pembelajaran maka kita bisa belajar untuk tidak mudah kuatir.

Bagaimana belajar untuk tidak menjadi kuatir? Tuhan Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).

Maksud- Nya, “Janganlah membuka payung, kecuali hujan turun.” Jangan kuatir akan hari esok.

Nikmatilah hidup hari ini pada saat ini juga. Lakukanlah sesuatu yang bisa Anda kerjakan sekarang, serahkanlah hasilnya kepada Tuhan. Lakukanlah apa yang menjadi bagian tanggung jawab kita dan serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab Tuhan yaitu: hasil dari pekerjaan kita!

2. Berdoalah untuk Segala Sesuatu —

Selanjutnya, sebagai ganti kuatir, gunakanlah waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan. Apabila kita berdoa sebanyak apa yang kita kuatirkan, maka kekuatiran kita akan berkurang; damai sejahtera akan memenuhi hati dan pikiran kita.

Beberapa orang berpikir bahwa Tuhan hanya peduli akan urusan-urusan rohani saja, seperti berapa banyak orang yang telah saya undang datang ke gereja atau masalah-masalah pelayanan gereja.

Apakah Tuhan menaruh perhatian atas keuangan kita? Atas kesehatan kita? Atas masa depan study anak-anak kita? Jawabannya: Ya, Dia peduli atas setiap rincian hidup Anda; Itu berarti bahwa Anda bisa membawa semua masalah Anda kepada Tuhan lewat doa.

3. Ucapkanlah Syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu —

Setiap kali kita berdoa, kita harus menyertakan ucapan syukur di dalam doa-doa kita.
Apabila kita melatih diri kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan; maka hal ini akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita. Kita akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi stress atau tekanan hidup dan tidak mudah terserang penyakit.

Mengucap syukur akan membuat hidup menjadi lebih berbahagia. Orang yang tidak tahu mengucap syukur adalah orang yang menderita dan tidak berbahagia hidupnya. Mereka tidak pernah merasa puas. Tidak pernah merasa cukup.

Apabila kita melatih kebiasaan mengucap syukur dalam segala hal, maka kita sedang mengurangi stress di dalam hidup kita.

4. Pikirkanlah Hal-Hal yang Benar —

Jika kita ingin mengurangi stress dalam hidup kita, kita harus mengubah cara kita berpikir karena cara kita berpikir akan menentukan perasaan kita. Dan perasaan kita akan menentukan tindakan kita.

Alkitab mengajarkan bahwa jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu mengubah apa yang selalu kita pikirkan. Kita sendiri harus memutuskan untuk memikirkan hanya hal-hal yang benar dan sedap didengar.

Sebab Akar penyebab stress adalah karena kita memilih cara berpikir yang salah; cara berpikir yang membesar-besarkan kekuatiran; cara berpikir yang negatif, yang mana semua itu bisa membuat kita menjadi stress. Kita perlu menaruh perhatian dan memikirkan janji firman Tuhan; mengingat kebaikan Tuhan atas hidup kita.

Apakah hasilnya bila kita tidak KUATIR; BERDOA untuk SEGALA SESUATU, MENGUCAP SYUKUR dan BERFOKUS kepada HAL-HAL yang BENAR?

Rasul Paulus memberitahu kita hasilnya adalah “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” ( Filipi 4:7)

Tuhan Yesus memberkati