Saya percaya bahwa DOA dan PUASA tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Berpuasa kelihatannya sebagai pekerjaan yang membosankan dan sulit dilakukan.

Saya dulu mengira bahwa berpuasa harus dilakukan dalam waktu yang lama, tetapi puasa dapat saja dilakukan u tik satu kali makan saja dan mengizinkan Tuhan berkatya dalam kehidupan kita.

ARTI PUASA

Alkitab mengatakan puasa adalah kerelaan untuk tidak menyantap makanan atau minuman pada waktu tertentu dengan maksud untik lebih berkonsentrasi di dalam DOA.

Mazmur 35:13

Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku,

Puasa bukanlah sekedar menahan lapar atau untuk maksud menurunkan berat badan. Puasa yang sesuai dengan kehendak Allah dapat meningkatkan KUASA DOA dan melepaskan kuasa Allah di dalam hisup kita dengan cara yang luar biasa.

Pemazmur berkata: “Ia menyiksa dirinya dengan berpuasa untuk kesembuhan musuh-musuhnya, hasilnya adalah DOANYA timbul kembali.

Beberapa orang tidak lagi bisa berdoa karena mereka menjadi kecewa, marah, pahit dan putus asa; namun ketika mereka mau belajar berpuasa maka Roh Kudus, memberikan mereka roh doa kembali.

Puasa adalah ungkapan jiwa yang hancur untuk bertobat dan mencari kehendak Tuhan, oleh karena itu sesungguhnya dalam berpuasa kita harus berdoa memohon kemampuan untuk bisa tunduk kepada pimpinan Roh dan bukan kepada daging (Joel 2:12-14).

BEBERAPA KUASA DAN MANFAAT BERPUASA

1. Doa dan Puasa dapat menyingkirkan ketidakpercayaan

Matius 17:19-21

Kemudian murid- murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka:”Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka:”Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu:Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini:Pindah dari tempat ini ke sana,– maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)”

Biasanya Tuhan Yesus mengajar sesuatu hal melalui instruksi dan contoh-contoh. Maksudnya, Yesus mengerjakan apa yang Dia ajarkan. Dia mengajarkan apa yang Dia kerjakan. Pengajaran Yesus selalu dikonfirmasi dengan tindakan-tindakan ajaib dan mujizat heran untuk membuat para murid mengerti dan mempercayai pengajaran-Nya itu.

Ketika Yesus hendak memgajarkan tentang berpuasa kepada murid-murid-Nya setelah Dia turun dari gunung yang tinggi, maka seoramg pria yang putranya kerasukan setan datang kepada-Nya dan berkata: “Aku telah membawa anakku kepada murid-murid-Mu tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya (Matius17:14-16).

Yesus menghardik setan itu lalu setan keluar dan anak itu pun sembuh. Seketika itu juga, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?”
Yesus menjawab, “Karena kamu kurang percaya… Sebab jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” (Matius 17:19-21).

Yesus mengatakan kepada murid-murid bahwa mereka tidak dapat memgusir setan dengan ketidakpercayaan mereka, tetapi seharusnya mereka memiliki iman untuk mengusir roh jahat itu. Berdoa dengan disertai berpuasa bertujuan untuk menyingkirkan ketidakpercayaan dan membangun iman percaya kepada Tuhan.

Berpuasa akan meningkatkan level iman yang lebih tinggi dengan demikian maka kuasa doa akan semakin meningkat naik ke dimensi yang lebih tinggi akibatnya kuasa Allah dapat bekerja di dalam hidup kita dengan cara yang ajaib.

2. Doa dan Puasa dapat mengubah nasib bangsa

Ester 4:16

Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang- dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang- undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ester menyerukan doa dan puasa selama 3 hari agar dia dapat menghadap Raja Ahasyweros untuk berbicara demi keselamatan jiwa dan nasib bangsanya yang hendak dibinasakan oleh siasat Haman. Hasilnya: Siasat jahat Haman digagalkan, raja mengambil keputusan bahwa bangsa Yahudi harus dibebaskan dan sebagai gantinya, Haman dihukum gantung di tiang gantungan miliknya sendiri.

Doa puasa Ester bersama bangsanya telah menyelamatkan nasib sebuah bangsa, apalagi sebuah keluarga bukanlah itu jauh lebih mudah bagi Allah? Doa puasa meningkatkan kuasa Allah untuk menghancurkan roh jahat dan siasat iblis. Betapa dahsyatnya kuasa melalui doa dan puasa.

Pada zaman Nabi Yoel, Tuhan menyerukan agar bangsa Israel berbalik dan bertobat dengan berpuasa (Yoel 2:12-14). Hasilnya adalah Tuhan ubah kutuk kemiskinan menjadi berkat kelimpahan secara jasmani, materi dan rohani (Yoel 2:25-28).

Apakah yang terjadi bilamana petunjuk perintah Tuhan untuk berpuasa dan berdoa tidak dilakukan?

Yeremia 36:9-11
Adapun dalam tahun yang kelima pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesembilan, orang telah memaklumkan puasa di hadapan TUHAN bagi segenap rakyat di Yerusalem dan bagi segenap rakyat yang telah datang dari kota- kota Yehuda ke Yerusalem.– Maka Barukh membacakan kepada segenap rakyat perkataan Yeremia dari kitab itu, di rumah TUHAN, di kamar Gemarya anak panitera Safan, di pelataran atas di muka pintu gerbang baru dari rumah TUHAN. Ketika Mikhaya bin Gemarya bin Safan mendengar segala firman TUHAN dari kitab itu,”

Yeremia telah mendapatkan perintah Tuhan yang tertulis dan menyerukan puasa. Perintah pertobatan dan puasa harus dijalankan oleh bangsa Israel. Apabila mereka melakukan pertobatan dan berpuasa maka Raja nebukadnezar tidak akan menyerang dan membinasakan mereka.

Yeremia 36:29
Mengenai Yoyakim, raja Yehuda, haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN:Engkau telah membakar gulungan ini dengan berkata: Mengapakah engkau menulis di dalamnya, bahwa raja Babel pasti akan datang untuk memusnahkan negeri ini dan untuk melenyapkan dari dalamnya manusia dan hewan?

Yeremia berkata: “Kita harus bertobat dengan berpuasa dan Raja Yoyakim harus mengumumkannya.” Namun Raja Yoyakim bukannya mengumumkan pesan tuhan untuk berpuasa malahan dia mengoyakkan Kitab itu dengan pisau dan membuangnya ke dalam api.

Yeremia 36:30-31
Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Aku akan menghukum dia, keturunannya dan hamba- hambanya karena kesalahan mereka; Aku akan mendatangkan atas mereka, atas segala penduduk Yerusalem dan atas orang Yehuda segenap malapetaka yang Kuancamkan kepada mereka, yang mereka tidak mau mendengarnya.”

Sesungguhnya, bangsa itu dapat terhindar dari malapetaka besar asalkan saja mereka melakukan perintah Tuhan melalui Nabi Yeremia.

2 Tawarikh 20:20
Keesokan harinya pagi- pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata:”Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi- nabi- Nya, dan kamu akan berhasil!”

Bangsa itu tidak memiliki kuasa Allah untuk menghancurkan serangan iblis melalui Raja nebukadnezar, oleh karena bangsa itu telah mengabaikan pesan untuk bertobat dan berpuasa.

3. Doa dan puasa akan menjauhkan kita dari sikap egois dan menumbuhkan roh belas kasihan (Keluaran 32:7-10, 32)

Ketika Musa berpuasa selama 40 hari di atas Gunung Sinai untuk menikmati hadirat Tuhan dan menerima 10 Hukum malahan orang Israel yang sudah jemu menunggu kedatangan Musa, mereka justru melebur semua perhiasan mereka menjadi patung anak lembu emas untuk disembah.

Tuhan sangat marah kepada orang-orang itu. Berfirmanlah Tuhan kepada Musa:

Keluaran 32:7
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.

Keluaran 32:10
Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka- Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar. “

Tetapi Musa yang telah berpuasa selama 40 hari, ia telah mengenal hati Tuhan lebih daripada perkataan-Nya. Oleh sebab itu Musa berusaha melunakkan hati Tuhan dengan menyebut mereka sebagai UMATMU lalu mengingatkan Tuhan akan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Israel (Keluaran 32:11-13).

Musa dapat saja berpikir dan berkata, “Aku setuju, jika tuhan membinasakan mereka semuanya sebab aku pun sudah pusing dengan merekas semua yang keras kepala! Sekarang buatlah saya menjadi bangsa yang besar! Tetapi Musa tidak pernah berpikir dan berkata demikian.”

Doa dan puasa telah menjauhkan Musa dari seorang yang egois menjadi orang yang penuh kasih dan belas kasihan. Doa dan puasa telah menyingkirkan hawa nafsu keserakahan dari dalam dirinya. Justru belas kasihan dan kemurahan Tuhan yang menguasai hati Musa.

Justru Musa berdoa dengan doa syafaat yang penuh kuasa yang didasarkan oleh roh belas kasihan bukan sikap egois.
Tetapi sekarang kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu, dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari Kitab yang Kautulis.” (Keluaran 32:32)

Sebuah doa dan pernyataan yang luar biasa, suatu belas kasihan yang nyata bagi Israel. Saya tidak yakin bahwa itu adalah sifat alami Musa, tetapi saya percaya bahwa doa dan puasalah yang menyebabkan lahirnya belas kasihan yang luar biasa dari dalam diri Musa.