Ada 3 pelajaran penting dari Kisah Ishak bagaimana mengalami berkat dan mujizat Tuhan dalam hidup kita:

Pertama, Ishak belajar hidup dalam KETAATAN (Kejadian 26:1-6)

Rencana Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing adalah supaya kita terus menerus naik ke tingkat-tingkat yang baru. Tetapi seberapa tingginya kita bisa naik dalam kehidupan dan seberapa banyaknya kemurahan dan berkat-berkat Tuhan yang kita alami, berkaitan langsung dengan seberapa taatnya kita mengikuti petunjuk-petunjuk perintah-Nya.

Sepanjang kehidupan, Tuhan akan berurusan dengan kita dan menyatakan kepada kita bidang-bidang kehidupan kita yang perlu DIPERBAIKI. Ia sering berbicara kepada kita melalui HATI NURANI kita, atau melalui suatu SUARA KECIL dan TENANG.

Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan memberikan perintah: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 26:2). Ishak meresponi dengan baik perintah Tuhan, ia mentaatinya: “Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” (Kejadian 26:6)

Saat Tuhan memberi perintah agar jangan ke Mesir, Ishak tidak membantah dan bertanya kepada Tuhan mengapa melarangnya pergi ke Mesir?
Ishak hanya tunduk dan taat kepada suara Tuhan. Kunci hidup dalam berkat adalah setia dan taat!

Ulangan 28:1-2
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang Kusampaikan kepadamu pada hatinini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi dan segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu…”

Jika Allah memerintahkan sesuatu untuk dilakukan belajarlah untuk taat, lakukan saja! Penting bagi kita untuk mengerti bahwa segala sesuatu yang Tuhan beritahukan kepada kita adalah untuk kebaikan kita.

Marilah kita belajar hidup dalam ketaatan, mungkin Anda sedang mencari jalan tengah dan menawar perintah Tuhan tetapi percayalah bahwa di dalam ketaatan terkandung berkat Tuhan.

Kedua, Ishak MENABUR di masa kelaparan (Kejadian 26:12-13),

menaburHasil dari ketaatan adalah kesanggupan untuk menabur di masa kesusahan.

Setiap yang kita miliki di saat susah adalah sangat berharga buat kita, sangat besar artinya buat kita.
Jika sesuatu yang ada di tangan kita itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita maka jadikanlah itu sebagai benih untuk ditaburkan, dari sanalah Tuhan memberikan solusinya atas problema hidup kita.

Setiap benih yang kita tabur di masa kesusahan, Tuhan berjanji bahwa kita pasti akan menuai dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:5-6).

Kisah janda di Sarfat yang dipelihara Tuhan di masa kelaparan, memberikan kita pelajaran bahwa setiap orang yang menabur dalam kekurangannya maka ia menuai dengan kelimpahan. Janda di Sarfat, ia menabur dari kekurangannya sesuai dengan perintah Tuhan untuk memberi makan Nabi Elia (1 Raja-raja 17:7).

Ketiga, Ishak tetap TENANG dalam menghadapi pertengkaran (Kejadian 26:18-22)

PertengkaranMengapa Ishak rela melepaskan sumur-sumur miliknya yang mengeluarkan air yang berbual-bual? Mengapa Ishak tidak mempertahankan haknya. Bukankah Ishak orang kaya, punya kekuatan dan kekuasaan untuk melawan?

Ishak mengerti bahwa Sumber dari semuanya adalah Tuhan, bukan sumur itu. Ishak mengerti bahwa sesuatu yang berasal dari Tuhan maka itulah yang menjadi miliknya. Jika sesuatu itu milik Tuhan, maka Tuhan akan memeliharanya, melindunginya dan melipatgandakannya.

Ishak menggali sumur dan sumur itu direbut dengan semena-mena oleh orang Filistin sampai berkali-kali. Ishak menghindari diri dari pertengkaran. Namun saat Ishak menggali sumur yang lain, orang Filistin tidak merebutnya lagi karena mereka melihat adanya penyertaan Tuhan dalam hidup Ishak. Ishak menamai sumur itu Rehobot (ruang yang luas untuk bergerak).

Maukah Anda dibawa Tuhan sampai ke level ini?
Di mana ketika hak Anda dirampasi orang dengan semena-mena, Anda berusaha menghindari pertengkaran, Anda mau belajar untuk memelihara damai sejahtera?

Penutup:
Ada tiga kunci kebenaran dari kisah Ishak.
Ishak mentaati perintah Tuhan; Ishak menabur benih di masa kelaparan dan Ishak tetap tenang dalam menghadapi pertengkaran (Taat, Tabur, Tenang).

Taatilah Tuhan, taburlah benih firman Tuhan, dan bersikap tenang menghadapi masalah kehidupan ini. Anda akan melihat kuasa Allah bekerja dalam hidup Anda untuk mendatangkan berkat, mujizat, kelimpahan dan kemenagan dalam hidup Anda.