Ukuran Iman
Bacaan: Roma 12:2-3

PENDAHULUAN:
Pemulihan seutuhnya sangat ditentukan oleh ukuran iman kita, artinya semakin besar ukuran iman kita semakin besar pemulihan, mujizat, berkat, dan kemenangan yang akan kita miliki.

Ukuran iman kita biasanya diekspresikan oleh kepatutan berpikir. Kepatutan berpikir bisa diartikan “patutlah kita berpikir demikian” sesuai dengan kebenaran kita.

Jika kita mau mengubah ukuran iman maka kita harus mengubah cara kita berpikir. Ukuran iman kita biasanya diekspresikan dengan kepatutan berpikir kita. Kepatutan berpikir diekspresikan dengan perkataan-perkataan kita.

Pada saat pertama kali kita masuk gedung Gereja GBI MPI bulan 2003, kita melihat gedung ini sangat amat besar (kapasitas 1300 seats) karena saat itu kehadiran jemaat kurang dari 300 orang untuk 3 kali ibadah. Saya berpikir bagaimana bisa membuat gedung ini menjadi spenuh dengan jemaat? Itulah ukuran iman kita di tahun 2003 yang diungkapkan dengan kepatutan berpikir, “alangkah besarnya gedung gereja ini.”

Namun setelah 10 tahun berlalu, kita melihat kembali gedung gereja ini menjadi kurang besar karena Tuhan telah menambahkan jumlah jemaat. Setiap hari minggunya digunakan untuk 4 kali ibadah, gedung ini telah menjadi penuh sesak dengan jemaat yang hadir khusus pada ibadah jam 10 pagi. Di tahun 2013 ini kita berpikir bahwa “alangkah kecilnya gedung gereja ini.”

Ukuran gedung gereja tetap sama kenapa komentarnya terhadap gedung ini berbeda? Jawabannya: ukuran iman yang berubah sehingga kepatutan berpikir kita pun berubah dari semula “alangkah besarnya gedung ini menjadi alangkah kecilnya gedung ini.”

Di akhir tahun 2012, Tuhan menyuruh kita membangun gedung yang lebih besar dengan kapasitas 4000 seats.

Jika kita sudah merasa puas dengan keadaan gereja saat ini, maka Tuhan akan berhenti mengirim orang-orang yang akan beribadah,Tuhan tidak akan memberikan berkat-Nya bilamana tidak ada wadahnya. Tuhan ingin kita menyiapkan wadah yang besar untuk penuaian jiwa yang besar.

Ingatlah minyak seorang janda yang memiliki hutang. Nabi Elisa mengatakan carilah wadah tempayan sebanyak-banyaknya, lalu isilah dengan minyakmu itu. Kapan minyak itu mengalir? Di saat ada wadah atau tempayan yang kosong untuk isi. Kapan minyak itu berhenti mengalir? Di saat tidak ada lagi wadah yang kosong karena semua wadah tempayan sudah penuh terisi oleh minyak. Minyak berhenti mengalir ketika semua temoayan kosong terisi penuh oleh minyak.

Semakin banyak kita menyediakan wadah kosong, semakin banyak minyak, urapan kuasa Roh Kudus, berkat, mujizat dan kemenangan mengalir masuk ke dalam hidup kita. Apakah kita masih merasa kosong, lapar dan haus akan Tuhan? Apakah kita masih memiliki kerinduan dan hasrat hati yang menyala-nyala untuk dipakai Tuhan?

1. UKURAN IMAN ditentukan oleh KEBENARAN SUDUT PANDANG:

Jika kita ingin mengubah ukuran iman maka kita harus mendapatkan sudut pandang kebenaran firman atau yang biasa kita kenal dengan istilah pewahyuan baru oleh Roh Kudus yang akan memperbarui cara kita berpikir.
Ukuran iman kita diekspresikan dengan kepatutan berpikir kita.

Dalam Kejadian13:14 ketika Tuhan hendak memberikan Abraham Tanah Kanaan, Tuhan memerintahkan Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.”

Tuhan mengubah ukuran iman Abram dengan cara mengubah sudut pandangnya.

Dengan kata lain Tuhan berkata kepada Abram,
Jangan susah hati karena Lot telah mengambil tanah Sodom dan Gomora, Aku tahu bahwa engkau sangat membutuhkan tanah yang subur seperti itu. Namun ketahuilah bahwa Aku, Tuhan Allahmu, telah menyediakan suatu negeri yang berlimpah susu dan madu untuk didiami oleh keturunanmu. Sekarang ubahlah sudut pandangmu, pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari temlat engkau berdiri itu.”

Dalam bahasa sehari-harinya Tuhan berkata, “Abram, jangan dipandangi terus tanah yang sudah diambil Lot, tetapi pandanglah tanah yang Aku akan berikan kepadamu, tanah yang jauh lebih baik bagimu dan keturunanmu.

Jika Abraham dapat melihat tanah perjanjian itu, maka Tuhan akan memberikannya kepada Abraham.

Kebenaran ini selaras dan ditegas oleh Tuhan Yesus dalam Injil Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Seorang wanita tunanetra didoakan di ibadah kesembuhan ilahi. Setelah Pendeta itu selesai mendoakan lalu ia berkata kepada wanita itu, “Sekarang, beritahu saya apa yang kamu lihat.” Dia buka matanya saat ditanyakan. “Coba tutup matamu. Beritahu saya apa yang kamu lihat.” Wanita itu membuka matanya lagi. “Saya tidak meminta kamu untuk membuka mata. Saya hanya minta beritahukan saya apa yang kamu lihat. Ayo Tutup matamu! Sekarang, beritahu saya apa yang kamu lihat.”

Beberapa saat kemudian wanita ini baru sadar bahwa Pendeta itu bertanya apa yang dia lihat di dalam dirinya. Apakah dia bisa melihat dirinya sendiri? Ketika dia mengerti, dia berkata, “Saya bisa melihat ke dalam diri saya sendiri.” Kemudian, Pendeta itu meminta dia untuk membuka matanya perlahan-lahan. Pada saat wanita tuna netra itu membuka matanya pelan-pelan ternyata dia bisa melihat dengan jelas, sebuah mujizat kreatif terjadi! Tuhan Yesus mencelikkan matanya yang buta.

Ketika Anda berdoa, apakah Anda benar-benar bisa mempercayai bahwa Tuhan menjawab doa Anda? Jika Anda percaya Apakah Anda bisa melihat jawaban doa Anda? Jika Anda berkata, “Saya tidak bisa lihat apa-apa.” Cobalah berhenti dulu berdoanya, lalu usahakanlah Anda bisa melihat bahwa Anda telah menerima jawaban atas doa Anda.

Lihatlah bahwa Anda telah disembuhkan;
Lihatlah bahwa Anda telah dipulihkan seutuhnya;
Lihatlah Anda memgalami terobosan keuangan;
Lihatlah bahwa Anda akan menggendong seorang bayi;
Lihatlah bahwa Anda tinggal di sebuah rumah yang lebih besar; Lihatlah bahwa kita beribadah bersama dengan empat ribu orang di tempat ini, di gedung yang baru lalu kemuliaan Tuhan turun di tengah-tengah ibadah kita.

Ketika Anda bisa melihatnya dan mempercayainya, kemudian mendoakan dengan iman, maka Anda akan mendapatkan apa saja yang Anda minta dalam doa itu (Markus 11:24).

2. SUDUT PANDANG ditentukan oleh POSISI PERGAULAN Anda:

Dalam Kejadian 15:1-6, Ketika Tuhan hendak memberi Abraham seorang anak perjanjian. Tuhan membawa Abraham keluar dari kemahnya lalu memerintahkan dia: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya,” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Tuhan mengubah ukuran iman Abraham dengan mengubah cara pandangnya. Tuhan mengubah cara pandang Abraham dengan mengubah lokasi atau posisinya berada yaitu dari dalam kemah ke luar kemah.

Jika Abraham hanya tinggal di kemah saja maka dia hanya melihat istri yang sudah semakin tua; dan melhat dirinya yang semakin lemah; maka Abraham patut berpikir, “Saya sudah tua akan meninggal tanpa anak, semua harta kekayaan ini akan diwariskan kepada Eliezer, orang Damsyik ini.”

Tuhan berfirman kepada Abraham: “Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli waris, bukan Eliezer, hambamu itu. Namun kamu harus keluar dari kemah lihatlah ke atas, dan hitunglah bintang-bintang di langit. Jika kamu sanggup menghitungnya maka demikianlah banyaknya keturunanmu.

Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Kebenaran itulah yang mengubah ukuran imannya. Dan oleh imannya Tuhan memberi Abraham Ishak, anak perjanjian itu.

Sudut pandang Anda ditentukan oleh posisi dan lokasi Anda.
Jika Anda berada di tempat yang lebih tinggi, Anda bisa mendapatkan sudut pandang yang jauh lebih baik, Anda bisa memandang secara utuh; dan Anda dapat mengambil kesimpulan dengan lebih baik.

Sudut pandang hidup Anda akan jauh lebih sempurna jika Anda berada di dalam hadirat Allah, bergaul dengan Allah dan firman-Nya. Anda bisa melihat setiap perkara dari sudut pandang Tuhan; dan Anda akan bisa bereaksi secara benar, dan pada akhirnya hidup Anda akan diberkati dan diubah oleh Tuhan.

Sudut pandang Anda akan ditentukan oleh pergaulan Anda, dengan siapa Anda bergaul, siapakah orang yang sangat mempengaruhi hidup Anda. Apabila Anda bergaul dengan orang negatif dan pesimis Anda akan menjadi orang yang negatif dan pesimis. Sebaliknya jika Anda bergaul dengan orang bersemangat, orang yang haus akan Tuhan, orang yang bijak, orang sabar dan penuh kasih maka Anda akan diubah menjadi orang yang demikian.

Rasul Paulus memberi nasehat kepada Jemaat Korintus tentang pasangan yang tidak seimbang, pergaulan yang akrab, pengaruh negatif dari orang-orang yang tak percaya (2 Korintus 6:11-18, 7:1)

Siapa orang-orang yang bisa memberi pengaruh negatif dan merusak iman Anda?
1). Seseorang yang menanamkan benih-benih pemberontakan terhadap otoritas di atas Anda (orang tua bagi anak-anak, suami bagi istri, para pemimpin bagi jemaat dan rakyat); mereka

2). Seseorang yang tidak menganggu fokus dan prioritas hidup Anda kepada Tuhan.
Anda memiliki tugas dan panggilan hidup dari Tuhan yang seharusnya Anda selesaikan, kesempatan untuk melayani Tuhan adalah sebuah panggilan tertinggi dalam hidup ini.

Jauhkan orang-orang yang akan mensabotase panggilan hidup dan pelayanan Anda kepada Tuhan yaitu orang-orang membuat Anda menjadi tawar hati terhadap Tuhan, saudara seiman dan pelayanan.

3). Seseorang yang tidak loyal dan setia.
Setiap keluarga akan ada Absalom. Orang yang tidak setia dan loyal akan menjauhkan Anda dari segala berkat Tuhan.

4). Seorang yang cemburu atau iri hati terhadap posisi, popularitas dan kemakmuran Anda.
Seperti Saul yang berbahaya bagi Daud. Saul seorang yang cemburu dan iri hati terhadap Daud.

5). Seorang yang membenarkan kelakukan jahat; perbuatan tercela dari orang yang memusuhi Anda. Kelak mereka akan mengambil sikap dan posisi untuk menyerang Anda.

6). Seseorang yang menanamkan benih-benih keraguan, ketidakpercayaan, dan membuat Anda tawar hati.

7). Seorang yang menghancurkan pengharapan Anda kepada Tuhan dan firman Allah

3. UKURAN IMAN ditentukan oleh PENYEMBAHAN ANDA:

Ukuran Iman ditentukan oleh sudut pandang.
Sudut pandang ditentukan oleh posisi pergaulan, atau siapa yang paling berpengaruh dalam hidup Anda (Tuhan Yesus, Alkitab, pemimpin, orang tua, keluarga Anda).
Sudut pandang Anda akan menggerakkan Anda kepada siapa Anda menyembah?
Semakin dalam penyembahan Anda kepada Tuhan, maka semakin besar ukuran iman Anda kepada Tuhan.

Kejadian 22:4-5
4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Abraham melayangkan pandangnya ke atas Gunung Moria, sesungguhnya Abraham sedang melihat Tuhan yang mengasihi dan memberkati hidupnya. Dan sekarang dia siap naik ke atas Gunung itu untuk menyembah Tuhan dengan membawa korban bakaran sesuai dengan perintah Tuhan sebagai tindakan kasihnya kepada Tuhan.

Perhatikan perkataan Abraham, yang merupakan ukuran imannya ini: “aku berserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”
Ukuran iman ditentukan oleh ukuran kasih kita kepada Tuhan.

Kejadian 22:7-8
7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya:”Bapa.” Sahut Abraham:”Ya, anakku.” Bertanyalah ia:”Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” 8 Sahut Abraham:”Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi- Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama- sama.

Perhatikan jawaban Abraham atas pertanyaan Ishak. “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.Abraham sedang menanamkan benih iman kepada Ishak, anaknya ini.

Ukuran iman diungkapkan dalam bentuk kata-kata yang diucapkan mulut kita. Ukuran iman Abraham dapat dilihat dari perkataannya kepada hambanya dan jawabannya atas pertanyaan Ishak, anaknya. Ukuran iman Abraham semakin besar oleh karena ketaatannya kepada perintah Tuhan.

Kejadian 22:11-14
11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya:”Abraham, Abraham.” Sahutnya:”Ya, Tuhan.” 12 Lalu Ia berfirman:”Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa- apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan- segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada- Ku.” 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14 Dan Abraham menamai tempat itu:”TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang:”Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

Tuhan melihat iman Abraham, Tuhan menyediakan korban bakaran sesuai dengan iman Abraham.
Gunung Moria artinya Seen by Yah, terlihat oleh Tuhan!
Jehova Jireh arti katanya: to see ahead, melihat ke depan.
Maksudnya: jika kita bisa melihat, maka Tuhan akan sediakan bagi kita.

Jika sudut pandang Anda hanya berpusat kepada diri sendiri dan uang maka Anda akan mencintai kepada diri sendiri dan cinta akan uang, akibatnya Anda akan memberi kesempatan kepada iblis untuk menghancurkan iman Anda (2 Timotius 3:1-5).

Jika sudut pandang Anda berfokus kepada Salib Kristus, maka Anda akan mencintai kepada Tuhan Yesus, apabila Anda mencintai Tuhan Yesus maka Anda akan menyembah Tuhan Yesus, jika Anda menyembah Tuhan Yesus maka Anda rela berkorban bagi Dia.

Jika sudut pandang Anda kepada Salib Kristus, maka Anda akan bisa memandang diri Anda bahwa Anda adalah seorang yang berharga dan mulia dalam pandangan Tuhan sehingga Dia rela mau mati untuk Anda. Jika sudut pandang Anda kepada Salib Kristus, maka Anda akan bisa memandang setiap perkara bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, maka Anda akan bereaksi secara benar atas semua perkara, padahal akhirnya Anda keluar sebagai pemenang dalam semua perkara.

Ukuran iman Anda akan semakin besar apabila Anda merasa dicintai oleh Tuhan, Jika Anda merasa dicintai oleh Tuhan maka Anda akan percaya bahwa Tuhan pasti akan memelihara Anda, melindungi Anda, dan memberkati Anda. Inilah artinya dari memandang kepada Salib Kristus. Nabi Yeremia menuliskannya dalam Kitab Ratapan sebagai berikut:

Ratapan 3:19-23
19 “Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.”
20 Jiwa selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 21 Tetapi hal- hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu!

Ketika Anda dalam kesesakan dan kesengsaraan, buanglah jauh-jauh perasaan ditolak, perasaan sinis, perasaan negatif bahwa tidak ada orang yang peduli dan mengasihi Anda, namun sebaliknya Anda harus memperhatikan hal-hal ini “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu!

Jika Anda merasa dikasihi oleh Tuhan, maka ukuran iman Anda akan semakin besar dan hidup Anda akan diberkati dan diubahkan dan berbuah bagi Tuhan. Amin!

Tuhan memberkati