Mengapa kita harus menjadi kuat di dalam Tuhan?
1. Kita sedang mengalami peperangan rohani.

2 Timotius 3:1
Ketahuilah bahwa pada hari- hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Alkitab menasehati bahwa kita harus menjadi kuat di dalam Tuhan adalah karena kita sedang memasuki masa peperangan rohani atau peperangan iman.

Alkitab menjelaskan bahwa pada di hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, dalam bahasa Yunaninya disebut “Chalepos,” yaitu atmosfer yang membuat perilaku manusia menjadi jahat, manusia menjadi cinta kepada dirinya sendiri dan cinta uang (2 Timotius 3:1-5).

Jika kita kuat di dalam Tuhan dan firman-Nya, maka kita bisa bertahan melawan tipu muslihat Iblis, bereaksi dengan benar, bangkit menyerang pusat pertahanan musuh dengan doa dan melakukan tindakan profetik untuk merebut kemenangan hidup.

2. Kita akan menuai hasil yang penuh berkat jika kita tidak menjadi lemah.

Galatia 6:9
Janganlah kita jemu- jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Banyak orang kehilangan hasil yang penuh berkat oleh karena mereka telah menjadi lemah imannya; kehilangan semangat juang, putus asa dan bahkan meninggalkan panggilan hidup mereka.

Alkitab menasehati kita bahwa alasan kita harus menjadi kuat di dalam Tuhan adalah supaya kita bisa menuai hasil yang penuh berkat jika kita tidak menjadi lemah.

Ada beberapa faktor yang dapat memberikan kita kekuatan baru di dalam Tuhan:
1. Kita harus percaya dan melayani Tuhan Yesus.

Matius 11:28-30
Marilah kepada- Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada- Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban- Kupun ringan.”

Kita akan mendapatkan kelegaan, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus hanya apabila kita memiliki “hubungan kasih” dengan Tuhan Yesus.

Kita memiliki hubungan kasih dengan Tuhan Yesus hanya apabila kita memberikan waktu (Time) kita untuk Tuhan secara khusus; berbicara (Talk) kepada Tuhan secara pribadi dan mempercayai (Trust) Tuhan sepenuhnya.

Kita akan mendapatkan kelegaan dan kekuatan hanya apabila kita mengerti beban apa yang harus ditanggalkan dan beban apa yang harus dipikul. Beban Kekuatiran, ketakutan, dan kejahatan harus ditanggalkan lalu pikullah kuk beban Tuhan dengan melayani Dia.

Sebab bukan seberapa besar dan beratnya beban namun seberapa lama beban itu dipikul maka hal itulah yang membuat kita menjadi lemah.

Rasul Paulus menasehati jemaat Filipi agar mereka menanggalkan beban kekuatiran dan ketakutan dengan berdoa dan permohonan dengan ucapan syukur maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Filipi 4:6-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Apabila kita telah menanggalkan beban kita, maka kita haus memikul beban Tuhan dengan mengasihi Tuhan dan melayani orang lain agar mereka memuliakan Tuhan. Anda akan mendapatkan kekuatan baru jika Anda melayani Tuhan.

2. Kita harus masuk hadirat Tuhan dan menantikan Tuhan

Yesaya 40:29-31
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang- orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna- teruna jatuh tersandung, tetapi orang- orang yang menanti- nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Kita akan mendapatkan kembali kekuatan dan kesegaran yang baru; ketika kita menanti-nantikan Tuhan di dalam hadirat-Nya dalam doa dan pujian dan penyembahan.
Di dalam hadirat-Nya kita akan mendapatkan firman Tuhan atau mendengar suara Tuhan yang memberikan Anda kekuatan baru.

Suara Tuhan atau firman Tuhan itu bisa menjadi hikmat bagi kita untuk mengambil langkah keputusan dalam menyelesaikan masalah hidup sehari-hari, atau membuka pintu-pintu yang selamanya ini tertutup.

Praktek nyatanya adalah kita bisa melibatkan Tuhan dalam pemikiran Anda.
Saya suka bertanya kepada Tuhan, “Apa yang akan Tuhan lakukan jika Tuhan menghadapi hal-hal seperti ini?” Biasanya Roh Kudus akan memberikan ide-ide, pemikiran, atau ayat-ayat firman Tuhan sebagai sebuah solusi atau langkah-langkah yang harus saya lakukan.

3. Kita harus berbahasa Roh.

1 Korintus 14:4
Siapa yang berkata- kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Kita mendapatkan kekuatan baru di saat kita berbahasa Roh.
Alkitab berkata, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, ia membangun dirinya sendiri, …”

Bahasa roh adalah bahasa sorgawi. Bahasa roh adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh Allah saja. Iblis tidak mengerti bahasa roh, karena dia tidak mengerti bahasa roh makanya dia tidak bisa dapat memblokade doa dan dalam bahasa roh dan dia pun tidak bisa menghalangi jawabam doa dari bahasa roh.

Dalam hidup sehari-hari, mungkin Anda mendapatkan perkataan yang menyesakkan dan mengganjal hati; menghadapi tekanan dan penolakan; mendapatkan serangan dari kuasa gelap dan membuat Anda menjadi lemah dan susah.

Berdoa dalam bahasa roh akan menghancurkan setiap ganjalan dan halangan; mencabut setiap benih-benih ketakutan dan intimidasi; dan memberikan kita kelegaan dan kekuatan bagi hidup kita.
Ketika kita berdoa dalam bahasa roh kita berbicara langsung dengan Allah tanpa adanya halangan. Ketika kita berbicara dalam bahasa roh, kita masuk ke dalam alam sorgawi yaitu hadirat Allah.

Di sanalah kita bisa mendengar suara Tuhan, menangkap pesan dan kehendak Allah bisa berupa penglihatan dan kesan yang diberi Roh Kudus, itulah solusi dan tuntunan dalam hidup kita.

4. Kita harus membangun kesadaran bahwa kita dikasihi oleh Tuhan dengan kasih setia yang kekal.

Yeremia 31:3
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia- Ku kepadamu.

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan:kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kapan kita merasa diri kita lemah yaitu, pada saat kita dihantui oleh ketakutan. Apa pun yang Anda kuatirkan atau takutkan itulah yang membuat diri Anda menjadi lemah imannya. Namun kita akan mendapatkan kekuatan baru ketika kita merasa dikasihi, diterima, dan dicintai.

Bangunlah kesadaran bahwa kita semua dikasih dan disayangi oleh Tuhan Yesus.
Alkitab berkata, “kasih yang sempurna itu melenyapkan ketakutan.

Pada saat Rasul Paulus berdoa untuk jemaat Efesus agar mereka mendapatkan kekuatan; dia berdoa agar jemaat Efesus memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Dia mengerti kasih Kristus adalah kekuatan terbesar.

Ingatlah sebuah prinsip utama ini bahwa kuasa Roh Kudus bekerja berdasarkan seberapa besar kita memahami Kasih Kristus (Efesus 3:16-20).

Buanglah pikiran dan perasaan negatif yang mengatakan bahwa Anda tidak disukai, Anda ditolak, Anda dibenci, atau tidak ada orang yang mengasihi Anda. Lihatlah Kasih Setia Tuhan Yesus di kayu salib itu. Tuhan berkata, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

5. Kita harus menyelesaikan tugas, tanggung jawab dan masalah kita.

Ulangan 14:8-9
Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah- limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Kaleb berkata bahwa raksasa atau masalah adalah makanan. “Sebab mereka akan kita telan habis.”

Sesuatu yang kita telan itu adalah makanan.
Makanan adalah sesuatu yang diperlukan untuk mendapatkan kekuatan baru.
Masalah disebut sebagai makanan untuk memberikan kita kekuatan baru.
Bukankah seseorang dibayar berdasarkan ukuran masalah yang diselesaikannya?

Kita tidak boleh menghindari diri dari masalah dan tanggung jawab. Kita harus mengatasi dan menyelesaikan masalah dan tanggung jawab kita.

Kita akan mendapatkan kekuatan baru hanya apabila kita mengambil alih tanggung jawab dan menyelesaikannya sampai tuntas; kita akan mendapatkan kekuatan baru hanya apabila kita berhasil mengatasi masalah kita dengan baik.

Tuhan Yesus memberkati