Tips Menghadapi Tembok-Tembok Kehidupan Anda

Di dalam kehidupan ini kita menghadapi berbagai jenis tembok-tembok atau halangan dan pergumulan hidup. Saya menemukan ada berbagai cara untuk menghadapi tembok-tembok kehidupan ini. Setiap jenis tembok perlu di atasi dengan cara tertentu. Jika kita tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya maka kita akan mengalami kehidupan yang penuh kemenangan dan kebahagiaan.

Ada 5 cara mengatasi tembok kehidupan:
1. Hadapilah dengan Kuasa Roh Kudus.

Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.” (Daniel 5:5).

Daniel menghadapi Raja Belsyazar, seorang yang jahat dan tidak takut akan Tuhan. Tembok pertama ini diatasi hanya dengan jari-jari Tuhan. Kekejaman dan kefasikan Raja Belsyazar hanya dapat ditaklukkan oleh jari-jari Tuhan yang menulis ditembok dinding istana “mene mene tekel ufarsin.”

Setelah raja itu ditaklukkan oleh kuasa Allah, maka Daniel dipromosi dan mendapatkan banyak kekayaan lalu berakhirlah kekuasaan raja itu.

Tuhan Yesus pernah berkata: “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah (finger of God), maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Lukas 11:20).
But if I with the finger of God cast out devils, no doubt the kingdom of God is come upon you [King James Version]

Jika Anda menghadapi masalah-masalah yang tidak logis dan tidak sesuai dengan nalar, datangnya bertubi-tubi, mengikat dan mengintimidasi hidup Anda; masalah-masalah itu bisa berupa keadaan, orang-orang, atau kebiasaan yang mengikat hidup Anda; di balik masalah itu adalah pekerjaan setan, itulah tembok yang pertama.

Ada pun cara mengatasinya adalah dengan finger of God, telunjuk Tuhan yaitu berdoa dengan kuasa Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Anda harus melakukan peperangan rohani, Anda harus belajar dan terbiasa “menengking” setan. Sebab ada kuasa jahat dibalik masalah yang Anda hadapi.

Usir dan tengkinglah: roh intimidasi yang membuat Anda takut dan stress; roh pemerasan; roh kemalasan dan kemiskinan; roh sakit penyakit;

2. Kesabaran dan penguasaan diri.

Dan dibawa-Nya aku ke pintu pelataran, aku melihat, sungguh, ada sebuah lobang di dalam temboknya. Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perbesarlah lobang yang di tembok itu!” Sesudah aku memperbesar lobang itu, lihat, ada sebuah pintu.” (Yehezkiel 8:7-8).

Tembok kedua bukanlah tembok yg tertutup rapat tetapi masih ada lobang/cela kecil yg terbuka;

Dalam hidup kita ini, sekalipun ada masalah yang sulit, namun tembok itu tidak menutup semuanya jalan hidup kita, tetapi kita masih bisa melihat cela kecil, yaitu sebuah kemungkinan atau kesempatan. Kesempatan itu harus digali sampai kita menemukan sebuah jalan keluar berupa pintu yg terbuka.

Penjara Alcatraz punya tembok yang sangat kuat, untuk napi kelas kakap. Letaknya di sebuah pulau kecil dekat kota San Fransisco. Penjara ini sudah ditutup sejak tahun 1975. Ada kisah nyata yang menarik dari penjara ini dan dibuatkan filmnya. Penjara Alcatraz yang terkenal sangat kuat penjagaannya dan kokoh temboknya pernah ditaklukkan oleh para Napi, mereka berhasil melarikan diri.

Bagaimana para napi bisa menembus tembok itu? Mereka mencukili tembok itu pelan-pelan selama bertahun-tahun, mereka melakukan dengan penuh kesabaran menggali lobang kecil ditembok itu, dan akhirnya mereka menemukan sebuah pintu keluar untuk membebaskan diri.

Jika Anda menghadapi tembok seperti ini: Anda harus belajar sabar dan menguasai diri utk mengalami kemenangan. Jika Anda menghadapi tembok besar dan kuat, namun Anda bisa melihat kesempatan sekecil apapun, atasi dengan kesabaran.

3. Disiplin diri untuk mengalami perubahan hidup.

Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?” (Yoel 2:7-11).

Tembok ketiga adalah sebuah tembok yang kuat dan tidak ada lobangnya, tembok ini tertutup rapat dan kokoh. Saat Anda menghadapi tembok yang kuat dan tidak ada cela maka panjatlah tembok itu dan naiklah ke atasnya.

Hal itu membutuhkan: Disiplin diri yang luar biasa, seperti seorang prajurit.
Hanya dengan disiplin diri, Anda bisa mengatasi tembok masalah Anda, dengan disiplin diri yang kuat dan ulet. Itulah artinya Anda memanjat dan naik mengatasi tembok.

Di sini, perlu kuasa Allah, kesabaran, penguasaan diri dan disiplin diri yang kuat.

Disiplin diri bisa diartinya dengan:
belajar dan terus belajar untuk mengatasi ketidaktahuan atau kebodohan;
berdoa dan terus berdoa untuk mengatasi ketidakberdayaan dan kekuatiran;
kerja dan terus bekerja untuk mengatasi kemalasan dan kemiskinan;
coba dan terus mencoba untuk mengatasi ketakutan dan kegagalan.

Saya mengartikan Disiplin diri adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang sehingga membentuk sebuah kebiasaan baru; atau karakter baru untuk mengatasi masalah (tembok) yang kuat dan tertutup rapat. Disiplin diri dibutuhkan agar kita mengalami perubahan. Ada tembok halangan yang hanya bisa di atas jika kita berubah.

Ketika Tuhan memanggil saya untuk menjadi seorang Pendeta, ini sebuah tembok besar dan kuat bagi saya. Saya berpikir bagaimana caranya agar saya bisa berhasil menjalankan tugas pelayanan sebagai gembala sidang. Saya ingin berhasil sebagai hamba Tuhan; sekalipun saya tidak pernah duduk di bangku sekolah teologia.

Saya tahu bahwa ketidakmampuan saya melakukan tugas pelayanan tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar ditengking dalam nama Tuhan Yesus, tetapi saya perlu belajar dan terus belajar, berdoa dan terus berdoa, coba dan terus mencoba, sekali pun saya banyak mengalami kegagalan dan jatuh bangun dalam pelayanan ini; namun oleh anugerah-Nya kita melihat bahwa Tuhan telah membuat gereja ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan memberikan dampak yang luas bagi kota Palembang dan Pulau Sumatera. Terpujilah Nama Tuhan Yesus!

4. Buang Kesombongan dan hidup dalam Kerendahan Hati.

Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.” (Mazmur 18:30).

Ada tembok yang bisa dipanjat untuk dinaiki, itulah disiplin diri dan ulet. Tetapi ada tembok yang harus dilompati, artinya tubuh kita harus “ringan.” Apa yang membuat hidup ini menjadi berat? HARGA DIRI dan KESOMBONGAN! Kerendahan hati membuat hidup kita menjadi simple dan ringan, hidup menjadi lebih mudah. Kesombongan membuat hidup tambah sulit dan rumit.

Sebenarnya banyak urusan dan masalah bisa cepat selesai, kalau kita mau mengaku salah, dan jujur, dan taruh hidupmu di hadapan Tuhan. Namun banyak kita suka belat belit.

Alkitab berkata: “Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” (Mazmur 18:25-26).

Anda bisa melompat jika Anda bisa mengatasi gaya tarik dunia dengan kerendahan hati dan kejujuran, bukan dengan berbelat belit mencari-cari alasan untuk menutupi harga diri dan kesombongan. Buatlah hidup menjadi mudah dan sederhana! Jangan suka membesar-besarkan masalah sepele, supaya hidup lebih ringan dan indah.

5. Percaya dan Perkatakan Firman Tuhan

Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.” (Yosua 6:20).

Tembok ini hanya bisa diatasi dengan percaya dan perkatakan janji Tuhan!

Saat Yesus berkata: “Sudah Selesai” maka Maut dan Kerajaan Maut ditaklukkan!
Saat Yosua dan bangsa Israel “Bersorak dan Puji Tuhan” maka runtuhlah Tembok Yerikho!

Naikkan Doa Pujian dan Penyembahan; Perkatakan Firman; Berdoa Berbahasa Roh! Hadapilah tembok Anda dan mohonlah hikmat Tuhan untuk menghadapinya.

Selamat mencoba dan Selamat untuk menjadi pemenang kehidupan!