Cara Menyambut Kedatangan Tuhan Yesus

Matius 24:14
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Alkitab tidak mengatakan “Injil dari Raja” ini yang akan diberitakan, baru tiba kesudahannya. Di seluruh dunia, kita sudah tahu bahwa telah dikotbahkan bahwa Yesus adalah Raja tetapi yang tertulis adalah “Kerajaan Allah akan diberitakan.”

Kerajaan Allah tidak akan bisa diberitakan oleh penginjil saja, tetapi perlu diajarkan, diberitakan, dan dilakukan oleh gereja-gereja lokal. Karena Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah dan gaya hidup yang berkenaan di hati Allah.

TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN

1. Ada banyak nabi, pengajar, gembala-gembala palsu yang menyesatkan banyak orang, mereka tidak percaya Roh Kudus dan hidup mereka tidak berbuah kebaikan. Nubuatan ini sudah digenapi (Matius 24:4-5)

2. Ada terjadi deru perang dan kabar tentang perang. Nubuatan ini sudah digenapi (Matius 24:6)

3. Ada terjadi permusuhan antar etnik, suku, dan bangsa, kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Nubuatan ini sudah digenapi (Matius 24:7)

4. Matius 24:14
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Perkembangan informasi teknologi seperti media televisi, radio, film, media sosial facebook, twitter, bbm, whatsapp, line semuanya itu memudahkan Injil Kerajaan diberitakan di seluruh dunia. Pertumbuhan gereja yang semakin pesat; jemaat dan orang-orang percaya bergerak dalam doa dan penginjilan untuk memberikan kabar baik ke seluruh dunia.

TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN LAINNYA:
1. Siksaan yang dahsyat (Matius 24:25)
2. Pengajaran tentang pohon Ara (Matius 24:32)
3. Zaman seperti Nabi Nuh (Matius 24:37)
4. Pengangkatan (Matius 24:40)

Semua tanda di atas bisa dikotbahkan dan diajarkan sampai kapan pun, namun kita tidak bisa lakukan apa pun tentang hal-hal tersebut di atas, karena semuanya itu ada di tangan Tuhan, yaitu “Hal-hal itulah yang Allah akan lakukan pada akhir zaman.”

CARA MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN YESUS:
Barulah pada Matius 24:44, Tuhan Yesus mulai mengajarkan apa yang harus kita lakukan untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya.

1. Memberi makan orang lapar (Matt 24:45-50)

Kita tidak bisa memberi makan orang lapar tanpa UANG.
Pesan firman ini mengajarkan tentang apa yang dilakukan orang dengan uangnya. Banyak orang melalukan hal-hal yang konyol dengan uangnya, mereka tidak menggunakan uangnya untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Jika kita mau menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus, kita harus menggunakan sebagian uang milik kita untuk memberi makan orang yang lapar.

Tuhan Yesus berkata: Jika Dia kembali dan mendapati kta sedang memberi makan yang berkekurangan, maka kita tidak perlu takut dan kuatir akan hari kedatangan-Nya. Tetapi bilamana kita belanjakan uang kita untuk “hal yang konyol” dan tidak ada yang disisihkan untuk memberi makan orang yang lapar, maka kita akan mendapatkan hukuman yang keras.

Anda harus terlibat dalam memberi orang miskin, sisihkan penghasilan Anda untuk persembahan persepuluhan dan untuk persembahan khusus memberi orang lapar.

2. Anda harus menjadi saksi Kristus, buatlah terang Kristus bercahaya dalam hidup Anda sehingga orang dapat melihat perbuatan baik dan memuliakan Allah (Matt 25:1-13)

Tradisi berkata bahwa minyak dalam kisah 10 Gadis ini adalah Roh Kudus, ternyata minyak di sini bukanlah Roh Kudus karena pada saat 5 Gadis bodoh bangun, 5 Gadis bijaksana menyuruh mereka membeli minyak supaya pelitanya menyala.

Dalam Kisah Simon si penyihir diceritakan bahwa dia ingin membeli karunia Roh Kudus melalui penumpangan tangan namun dia ditegor keras oleh Rasul Petrus, “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.” (Kisah 8:18-20)

Pada saat 5 Gadis bodoh ini pergi membeli minyak, uang mereka masih ada di dompet mereka. Mereka tidak menggunakan uang untuk kebaikan, untuk perbuatan baik, untuk memuliakan Allah sehingga cahaya Kristus bersinar dalam hidup mereka.

Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. “

Sekarang gunakanlah uang Anda untuk membuat orang lain hidup menjadi lebih baik, serupa dengan Kristus, dan diubahkan. Gunakanlah uang Anda untuk membuat orang lain menjadi percaya dan mengasihi Yesus. Gunakanlah uang Anda untuk kebaikan dan perbuatan baik sehingga orang bisa memuliakan Allah.

Matius 25:8-9
Gadis- gadis yang bodoh berkata kepada gadis- gadis yang bijaksana:Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9 Tetapi jawab gadis- gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

Anda perhatikan di sini ketika 5 Gadis bodoh meminta minyak kepada 5 Gadis bijaksana, permintaan mereka ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa minyak itu tidak bisa dibagikan karena minyak itu bukan Roh Kudus sebab jika kita memberikan Roh Kudus kepada orang lain maka kita akan semakin dipenuhi oleh Roh Kudus.

Minyak itu adalah uang yang harus dipergunakan untuk kebaikan dan perbuatan, untuk memuliakan Allah sehingga cahaya Kristus bersinar dalam hidup kita. Anda harus menggunakan uang Anda untuk membuat Injil Kerajaan ini diberitakan ke seluruh dunia, mulai dari rumah Anda.

3. Anda harus memiliki sikap hati yang benar terhadap uang yang dipercayakan Tuhan (Matius 25:14-30)

Tuan itu tidak pernah mengambil harta milik hamba-hamba-nya, namun sebaliknya Tuan itu memberikan hartanya kepada hamba-hambanya.

Coba Anda perhatikan Matius 25:18,
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.”

Talenta dalam kisah ini adalah uang.
Nilai 1 talenta = 6000 dinar.
Upah kerja per hari = 1 dinar.

Adam dibentuk dari debu dan tanah, demikian juga manusia lainnya. Apa maksud dari “menyembunyikan uang di dalam tanah?”
Uangnya itu dibelanjakan untuk dirinya sendiri.

Mengapa dia melakukannya?
Orang itu berpikir bahwa Tuhan adalah pribadi yang kejam, suka merampas milik orang lain “menuai di tempat ia tidak menabur” (Matius 25:24-26).

Tuhan itu tidak mengoreksi perkataan hamba-Nya itu: “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur…” (Matius 25:26).

Tuhan itu mengikuti persepsi orang tersebut. Tuhan kita adalah seperti apa yang kita pikirkan dan ucapkan. Jika kita diajarkan bahwa Tuhan itu penuh kasih dan peduli kepada kita, maka kita tidak akan berpikir bahwa Tuhan itu kejam. Namun sebaliknya jika ada orang yang berpikir dan mengatakan Tuhan itu kejam maka dia akan mendapatkan Tuhan yang kejam bagi dirinya sendiri.

Kedua hamba yang lain, mereka mengelola uang dengan benar yaitu, untuk kebaikan dan perbuatan baik, untuk memuliakan Tuhan, untuk Injil Kerajaan diberitakan, untuk keuntungan Tuan mereka; maka mereka dipersilahkan masuk ke dalam kebahagiaan Tuannya.

Kepada hamba yang ketiga, orang yang menahan uangnya untuk memuliakan Tuhan namun sebaliknya membelanjakan uangnya untuk dirinya sendiri; maka Tuhan Yesus sendiri berkata tentang orang ini dalam Matius 25:28-30.

Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

4. Melayani kebutuhan banyak orang (Matius 25:31-46)

Cara menyambut kedatangan Tuhan Yesus adalah melayani kebutuhan orang-orang.
Perhatikan dan pedulikanlah orang-orang yang dalam kebutuhan khusus.

Saat kita berikan makan kepada orang lapar.
Saat kita berikan air kepada orang haus.
Saat kita beri tumpangan kepada orang asing.
Saat kita beri pakaian kepada orang telanjang.
Tuhan Yesus berkata, “Kita telah melakukannya untuk Tuhan.” (Matius 25:40).

Upahnya adalah:
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan- Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa- Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” (Matius 25:34)

Dalam pengajaran Tuhan Yesus tentang akhir zaman, Dia memberikan pesan bagaimana sikap hati kita terhadap uang dan bagaimana seharusnya menggunakan uang.

Bawalah persembahan kepada Tuhan hari ini sebagai “PERSEMBAHAN AMIN.”

Persembahan Amin adalah persembahan yang diberikan sebagai ungkapan iman terhadap janji Tuhan bahwa kita BUKANLAH bagian dari orang-orang yang akan dicampakkan keluar, tetapi kita menjadi bagian dari kelompok orang-orang yang dengan senang hati menyambut hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua; karena kita menaruh uang persembahan kita di dalam gereja yang melayani kebutuhan-kebutuhan untuk penginjilan.