Bacaan: Yesaya 6:1-8

Segala sesuatu dalam hidup ini pasti harus melalui sebuah PROSES. Jika kita ingin memiliki persahabatan, pernikahan, gereja yang besar, pelayanan yang berhasil semuanya itu membutuhkan sebuah proses.

Jika Anda mau dipakai Tuhan untuk melakukan perubahan maka Anda harus memiliki visi. Visi itu dihasilkan dari sebuah proses.

Ada beberapa prinsip kebenaran mengenai proses panggilan dalam Kerajaan Allah:

1. Jika kita mau menyingkirkan apa pun atau siapa pun yang bertahta atau berkuasa dari hidup kita (diri sendiri, uang, dan kesenangan dunia) maka kita bisa melihat Tuhan dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi (Vision)

Yesaya 6:1
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah- Nya memenuhi Bait Suci.

2. Jika kita sudah melihat Tuhan dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi, maka kita akan mampu melihat diri kita secara benar dan mengalami perubahan hidup (pertobatan).

Yesaya 6:5
Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah- tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

3. Jika kita sudah melihat diri kita secara benar, maka kita bisa melihat tidak lagi hanya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain namun mata kita terbuka terhadap kebutuhan orang dan bertindak untuk melayani kebutuhan itu.

Yesaya 6:8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Yesaya mengalami sebuah proses. Sebuah proses yang berat, menyakitkan dan melelahkan. Dia kehilangan Raja Uzia, seorang yang begitu dekat dengannya, seorang yang telah menjadi andalannya selama ini.

Alkitab menceritakan bahwa justru Yesaya melihat Tuhan setelah raja Uzia wafat, itulah “divine moment” bagi Yesaya. Perjumpaan Yesaya secara pribadi dengan Tuhan mengubah cara dia melihat dirinya sendiri.

Yesaya berkata: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah- tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

Setiap orang yang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, maka Roh Kudus akan menyingkapkan siapa dirinya yang sebenarnya. Inilah titik awal seorang memiliki hubungan dengan Tuhannya.

Ketika Petrus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan setelah semalaman bekerja keras mencari ikan tidak dapat.

Tuhan berfirman kepadanya untuk menebarkan jalanya lagi. Petrus melakukannya perintah Tuhan dan ia harus bekerja keras untuk menangkap ikan yang sudah berkumpul di sekeliling perahunya.

Ketika Petrus melihat banyaknya ikan yang berhasil ditangkapnya, ia sujud menyembah di kaki Tuhan Yesus sambil berkata: “Tuhan, pergilah daripadaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Lukas 5:1-8).

Nampak ada sebuah kemiripan saat Nabi Yesaya dan Rasul Petrus menerima panggilan untuk sebuah pelayanan. Melihat Tuhan dan mengalami perjumpaan secara pribadi, lalu melihat diri sendiri dan selanjutnya mengikut Tuhan.

Jika Anda memiliki visi, Anda akan melihat kebutuhan dengan cara berbeda, untuk berusaha memenuhi kebutuhan. Kebutuhanlah yang melahirkan panggilan untuk melayani.