Kunci Menuju Kebahagiaan Belajar Menjadi Rendah Hati

Matius 5:3, Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Americans in Psycology Today melakukan survey dengan memberikan pertanyaan kepada 52.000 orang untuk mengetahui apa yang dapat membuat seseorang menjadi berbahagia. Jawaban-jawaban yang masuk semuanya berkaitan erat dengan ketertarikan akan keadaan yang tepat.

Lembaga Survey ini mendapatkan jawaban bahwa hal-hal yang membuat mereka menjadi berbahagia adalah: sahabat atau status sosial, kondisi keuangan yang baik; memiliki rumah atau apartemen; menjadi langsing, cantik dan menarik; berlibur ke luar negeri; menjadi orang tua, menikah dan memiliki anak; dan sebagainya.

Gambaran kebahagiaan berdasarkan survey tersebut adalah mendapatkan keadaan yang tepat. Dengan kata lain, saya bisa menyimpulkan bahwa pola pikiran banyak orang tentang arti berbahagia adalah jika dan maka.

1. Jika saya mendapat sekolah, maka saya bahagia
2. Jika saya mendapat pekerjaan, maka saya bahagia
3. Jika saya menikah, saya bahagia
4. Jika saya punya anak, saya bahagia
5. Jika saya punya banyak uang, saya bahagia

Salomo pernah mencari arti kebahagiaan, ia mengejar dan berusaha dengan segenap kekuatannya mencari kebahagiaan itu sepanjang hidupnya. Ada 3 [tiga] hal yang dilakukan Salomo untuk mendapatkan kebahagiaan itu, jika Anda membaca Kitab Pengkotbah pasal 2:

1. Mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyak;
2. Menikmati kesenangan tanpa membatasi diri;
3. Mencapai sukses

Bukankah ketiga hal ini juga yang dikejar abis-abisan oleh banyak orang sepanjang hidup mereka? Salomo adalah orang yang sangat amat kaya. Ia menikmati berbagai macam kesenangan. Ia pun seorang yang sangat berhasil dalam hidupnya.

Kita suka berpikir bahwa dengan mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya maka kita akan berbahagia. seseorang pernah bertanya kepada orang yang sangat kaya, Howard hughes, berapa banyak uang yang dapat membuat Anda menjadi bahagia? Ia menjawab, Sedikit lebih banyak lagi uang dari yang ada sekarang ini.Di sini nampaknya, uang tidak memberikan kebahagiaan sejati sebab kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang.

Kita pun menikmati berbagai macam kesenangan: berlibur, shopping, melakukan berbagai kegiatan kesukaan [hobbi] dan sebagainya. Salomo berkata, Saya sudah mencoba berbagai macam kesenangan dan saya tidak mengekang diri untuk menikmati kesenangan.

Mencapai sukses. Jika saya bisa membuat orang berdecak kagum dengan sukses saya, maka saya akan bahagia. Salomo berkata, Saya adalah seorang raja dari sebuah kerajaan besar dan kuat. Saya memiliki budak laki-laki dan perempuan tetapi, semuanya itu tidak pernanh menjadikan saya berbahagia. Hal itu ditulisnya dalam Kitab Pengkotbah

Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.(Pengkotbah 2:17)

Bayangan dalam pikiran banyak orang, berbahagia itu jika mengalami keadaan yang tepat, namun jalan Tuhan untuk berbahagia adalah jika kita memiliki sikap hati yang tepat.

Jalan Masuk Pertama Menuju Kebahagiaan: Rendah Hati

Dalam Matius 5, Tuhan Yesus memberikan kotbah yang terkenal di atas bukit, di awali dengan kotbah 8 [delapan] kata bahagia. Mengapa dalam kotbah pembukaan Tuhan Yesus memilih topik bagaimana menjadi berbahagia? karena kita semua tahu bahwa setiap orang selalu mengejar kebahagiaan tetapi hanya sedikit yang mendapatkannya.

Suatu kali Tuhan berpikir ingin memberikan kebahagiaan kepada manusia.
Dia memanggil tiga malaikat-Nya untuk meminta pendapat mereka, Dimana kebahagiaan itu harus di letakkan?
Malaikat pertama menjawab, letakkanlah di bawah dasar samudera, agar tidak sembarang orang bisa menemukannya.
Malaikat kedua menimpali, Letakkanlah di atas pengunungan tertinggi, agar lebih mudah ditemukan. Tuhan menjawab mereka, Janganlah diletakkan ditempat yang terlalu sukar, nanti hanya sedikit orang yang menemukannya. Tetapi juga janganlah diletakkan di tempat yang terlalu mudah, nanti tidak dihargai oleh manusia.
Malaikat ketiga membisikkan jawabannya kepada Tuhan. Tuhan pun mengangguk tanda setuju. Lalu pergilah ketiga malaikat itu ke dunia, mereka meletakkan kebahagiaan itu di dalam hati manusia, bukan di luar diri manusia.

Jika kita membaca kotbah Yesus tentang berbahagia, nampak ada kontradiksi dengan pandangan banyak orang.

Yesus mengajarkan jalan menuju kebahagiaan bukan terletak pada keadaan yang tepat, bukan apa yang sedang terjadi di luar diri manusia tetapi kebahagiaan itu terletak pada sikap hati yang tepat, berada di dalam diri kita sendiri.

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Anda harus memilih untuk memiliki sikap yang tepat. Pada dasarnya, Anda bahagia hanya apabila Anda memilih untuk berbahagia. Hidup itu penuh dengan tantangan, kesulitan dan pencobaan. Ada banyak hal yang berjalan tidak semulus apa yang diduga. Kadang hal-hal yang baik menjauh dari diri kita. Tetapi, kebahagiaan tergantung pada pilihan untuk memilih sikap yang tepat.

Jalan pertama menuju kebahagiaan adalah memiliki sikap yang rendah hati.

Arti Misikin di Hadapan Allah

Matius 5:3, Berbahagialah orang yang mskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Apakah artinya miskin di hadapan Allah?
Miskin di hadapan Allah bukan berarti Anda harus menjadi orang yang rendah diri atau minder, bukan berarti Anda harus berkata-kata sepanjang hari bahwa saya bodoh, saya jelek, saya najis, saya tidak layak, saya tidak berharga dan sebagainya. Ingat Yesus mati di salib untuk menebus manusia sebab manusia itu berharga, mulia, dan berarti di mata Tuhan.

Arti miskin di hadapan Allah adalah bergantung kepada Allah, menaruh harapan hanya pada Allah dan percaya kepada-Nya. Yesus sedang bicara tentang kerendahan hati. Keberanian untuk mengakui bahwa saya belum memperoleh semuanya, saya belum mengerti semuanya tetapi saya masih mau belajar, mengejarnya dan mencapainya.

Lawan kata dari miskin di hadapan Allah adalah arogan atau congkak. Yesus berkata, Jika kamu arogan dan congkak, kamu tidak akan pernah menjadi orang yang berbahagia. Rendah hati dan berbahagia itu berjalan bersama-sama, bagaikan saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Seperti halnya: kebajikan dan kemurahan Tuhan yang selalu seiring dan sejalan bersama-sama.

Bagaimana kerendahan hati meningkatkan kebahagiaan sejati?
1. Kerendahan hati dapat mengurangi stress

Jika saya rendah hati, saya akan menyadari bahwa saya belum mengerti semuanya dan saya belum mencapai semuanya. Saya tidak mempunyai solusi atau jawaban untuk semua masalah. Saya berusaha menyelesaikan tugas dan tanggung jawab saya sebatas kemampuan saya, selanjutnya hal-hal yang tidak bisa saya selesaikan maka saya mengerti itulah bagian yang akan Tuhan selesaikan.

Jika saya rendah hati, saya tidak akan berpikir bahwa jika bukan saya yang mengerjakan maka semua menjadi tidak beres. Saya mengerti batas-batas kemampuan saya.

Jika saya rendah hati, saya tidak akan menuntut diri saya harus sempurna karena saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan supaya saya berbahagia.

Saat itu saya hendak berkotbah di salah satu gereja di Jakarta, setelah saya selesai mandi, berpakaian lengkap, lalu menaruh minyak rambut berupa gel di kepala saya tibalah saatnya saya hendak menyisir. Saya berusaha mencari benda berharga itu di tas, di koper, di seluruh kamar hotel ternyata saya tidak menemukan sama sekali. Ternyata saya lupa membawa sisir.

Apakah saya mau menjadi stress karena masalah sisir? Atau saya mau belajar rendah hati dengan tidak menuntut harus menyisir? Bukankah hidup tidak selalu berjalan mulus, kadang ada saja yang tertinggal kelupaan atau kesalahan kecil yang terjadi. Belajar berbahagia berarti belajar untuk menjadi rendah hati.

Jika saya rendah hati, saya bisa menerima kenyataan dengan apa yang seharusnya saya inginkan. Saya akan mengerti bahwa di sepanjang hidup ini selalu ada jarak antara kenyataan hidup dan apa yang seharusnya terjadi. Kerendahan hati bisa menerima kenyataan hidup dan memilih untuk tetap berbahagia. Mengapa? Karena Anda mau belajar bergantung kepada Tuhan, Anda percaya kepada Kasih dan Kebaikan Tuhan.

Anda mungkin tidak mendapatkan pekerjaan yang terbaik sekarang ini, pernikahan Anda tidak sempurna, tetapi Anda bisa menerimanya itulah arti miskin di hadapan Allah.

Saya terkesan sekali membaca kisah seorang guru, bernama Frank Slazak, yang memiliki impian menjadi seorang astronot. Ia ingin terbang ke luar angkasa. Ia berhasil lolos seleksi 100 besar dari 43.000 orang pelamar. Ujian penilaian terakhir dilakukan lewat uji kalustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Ia begitu berharap bisa lulus. Ia bertekun di dalam doa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan hatinya. NASA memilih Christina McAufliffe.

Frank Slazak kalah. Ia mengalami depresi. Rasa percaya dirinya lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaan dirinya. frank mempertanyakan semuanya itu. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan begitu kejam? Ia berpaling pada ayahnya. Ayahnya berkata kepadanya, Semua terjadi karena suatu alasan.

Selasa, 28 januari 1986, Frank berkumpul bersama teman-temannya untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, ia menantang impiannya untuk terakhir kalinya. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaannya dan menghapus semua keraguannya saat Challanger meledak dan menewaskan semua penumpang, lalu ia teringat kata-kata ayahnya, Semua teradi karena suatu alasan.

Frank berkata, Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Jika saya rendah hati, saya bisa menghindari stress yang berkepanjangan sebab kita mau bergantung dan percaya kepada Tuhan. Jika saya bisa mengurangi stress hal ini berarti saya bisa meningkatkan kebahagiaan hidup saya.

2. Kerendahan hati dapat meningkatkan kualitas hubungan

Ada berapa banyak dari Anda yang suka berada di tengah-tengah orang yang congkak, arogan dan egois? Anda tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang mudah tersinggung, senang menghakimi, Anda dibuat menjadi serba salah, mereka senang memotong cerita Anda dan memberikan cerita mereka yang lebih bagus. Saya yakin orang yang congkak, egois ataupun arogan akan sulit membangun hubungan dengan orang lain.

Sifat-sifat tersebut adalah sifat yang merusak hubungan baik dengan orang baik. Orang yang berpusat kepada diri sendiri adalah orang yang tidak pernah berbahagia. Orang yang tidak berbahagia mereka cenderung membuat orang lain menjadi tidak bahagia. Mereka menyebarkan kemurungan, kesusahan dan kegelisahan di hati orang lain.

Ada seorang Ibu yang sering keluar masuk Gereja dalam usahanya menemukan sebuah gereja yang sempurna demi mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya. Ibu tersebut masuk ke suatu gereja. Setelah satu bulan di gereja ini, ia meninggalkannya sambil mengeluh, Sebenarnya gereja ini cukup baik, tetapi Gebala Sidangnya sombong dan tidak pernah mendatangi dan menyalami saya.

Minggu berikutnya, ia masuk ke gereja terdekat lainnya. Setelah dua bulan di gereja ini, ia memutuskan untuk meninggalkannya sambil menggerutu, Gembala Sidangnya tidak sombong, tapi istri Gembala Sidangnya cerewet, saya tidak tahan lagi!

Kebetulan masih ada satu gereja lagi yang cukup dekat dengan rumahnya. Tetapi gereja ini juga belum memuaskan hatinya, ia berkata, Gembala Sidangnya baik, istrinya juga baik, tapi musiknya itu lho, kuno.

Demi mencari gereja yang sempurna dan mendapatkan kebahagiaan sejati, saya rela mencarinya ke mana pun juga. Katanya. Ia memutuskan untuk pergi ke gereja sahabatnya yang cukup jauh. Tetapi tetap saja tidak cocok. Katanya, Gembala Sidang dan istrinya tidak sombong, musiknya juga bagus, tapi majelisnya mata duitan, tempo hari ada dua orang anggota majelis datang ke rumah buat minta modal usaha.

Akhirnya satu bulan kemudian, ia menemukan gereja yang sempurna. Gembala dan Istrinya, para majelis, musik dan program gerejanya sangat baik. Setelah beberapa bulan kehadirannya, gereja tersebut menjadi tidak sempurna lagi. Kenapa?
Karena wanita itu ada di sana.

Siapakah di antara Anda yang suka bergaul dekat dengan orang-orang yang rendah hati? Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menimbulkan kesan seolah-olah mereka lebih hebat. Saat Anda bercerita, mereka tidak selalu memotong dan memberikan cerita lain yang lebih bagus lagi. Mereka begitu tertarik dan peduli dengan Anda. Anda merasa dibesarkan hatinya dan semakin bertambah semangatnya.

Ketika kita rendah hati, bukan berarti kita adalah orang menjadi yang tidak percaya diri, takut salah, takut disalahkan. Orang yang rendah hati, ia selalu tertarik dan peduli dengan orang lain, ia selalu berusaha membuat orang lain itu menjadi orang yang penting.

Dampak dari kerendahan hati, orang lain akan tertarik dan menyukai Anda, mereka akan suka bergaul dengan Anda. Hubungan Anda menjadi lebih baik. Jika Anda memiliki hubungan yang baik, maka kebahagiaan Anda akan meningkat.

3. Kerendahan hati itu mengaktifkan kuasa Allah untuk melakukan keajaiban dalam hidup kita

Alkitab berkata, … Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. (Yakobus 4:6)

Rahasia mengaktifkan kuasa Allah adalah berjalan di dalam kerendahan hati di hadapan Allah. Tuhan mengasihi orang yang rendah hati. Tuhan memperlengkapi dengan kuasa-Nya kepada orang yang rendah hati di hadapan-Nya.

Orang yang rendah hati adalah orang yang berani mengakui ketidakberdayaannya dan memohon Tuhan menolongnya. Orang yang rendah hati berani mengakui kelemahannya, di sanalah Tuhan memberinya kekuatan dan kuasa.

Bartimeus, seorang pengemis buta yang miskin di kota Yerikho. Dia adalah salah seorang yang bukan hanya miskin secara materi tetapi juga miskin di hadapan Tuhan. Ketika Tuhan melawat Yerikho, Bartimeus berteriak dengan suara nyaring, Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku! (Lukas 18:38-39). Ia berteriak minta Tuhan menolong dia yang tidak berdaya, ia memohon Tuhan memberinya belas kasihan. Inilah arti miskin di hadapan Allah, rendah hati yang mengaktifkan kuasa Allah.

Lalu Yesus menghentikan perjalanannya dan bertanya kepada Bartimeus, Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu? jawab orang itu: Tuhan, supaya aku dapat melihat! Lalu kata Yesus kepadanya: Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau! dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. (Lukas 18:40-43).

Bartimeus, sebagai seorang pengemis, ia seharusnya meminta uang recehan saat Tuhan bertanya kepadanya. Namun ia seorang yang cerdas, ia tidak meminta uang recehan tetapi yang dia minta adalah supaya aku dapat melihat agar aku dapat mengikuti Engkau kemana pun Engkau pergi, agar aku dapat mengenal jalan-jalan-Mu ya Tuhan. Bartimues meminta sesuatu yang jauh lebih penting dari sekedar uang recehan. Tuhan mengubah hidupnya dan masa depannya.

Tundukkanlah hati Anda, mohonkanlah belas kasihan Tuhan atas hidup Anda. Mohonkanlah campur tangan Tuhan atas masalah Anda, harapan dan cita-cita Anda, maka kuasa-Nya akan bekerja mengubah hidup Anda dan masa depan Anda.

Tuhan Yesus memberkati