Milikilah Fokus dan Prioritas Hidup Yang Benar

Kunci Sukses dalam Hidup ini adalah memiliki Fokus yang benar!
Fokus adalah titik pusat perhatian kita.

Orang yang memiliki fokus yang benar, ia memiliki tujuan hidup yang benar dan hidup untuk mencapai tujuannya itu.

Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23).

Parameternya atau ukuran yang kita gunakan untuk menentukan pilihan dalam hidup ini menurut Alkitab adalah apakah hal itu berguna dan membangun sekali pun hal itu diperbolehkan!
Itulah yang disebut FOKUS.

Jika kita memiliki fokus hidup yang benar maka Kita tidak akan melakukan hal-hal di luar Allah, atau perhatian kita tidak akan dialihkan hanya kepada harta duniawi saja lalu kita kehilangan kehendak Allah yang sempurna bagi kehidupan kita.

Lot, seorang yang salah menaruh fokus perhatian.

Ia menaruh perhatian hanya kepada harta duniawi, kepentingan dirinya sendiri (egois) dan ia rela kehilangan kehendak Tuhan yang sempurna demi mengejar harta duniawi. Ia memilih tinggal dan hidup di Sodom, sebuah tempat yang subur namun penduduknya sangat jahat di mata Tuhan.

Kita tahu akhir dari ceritanya. Lot pun harus meninggalkan semua harta kekayaanya itu, ia harus kehilangan semuanya untuk menyelamatkan dirinya karena Tuhan akan membinasakan kotanya dan penduduknya.

Istri Lot pun salah menaruh fokus perhatiannya.

Pada saat Tuhan hendak menyelamatkan Lot dan Keluarganya, Malaikat Tuhan melarang mereka melihat ke belakang. Jika mereka melihat saat Allah menghukum Sodom dan Gomora maka mereka pun akan mati binasa.

Tuhan tidak ingin Lot dan keluarganya menaruh perhatian kepada hukuman Tuhan tetapi Tuhan ingin mereka melihat kasih karunia Allah yang ada di depan hidup mereka. Namun istri Lot menoleh ke belakang. Ia melihat Tuhan yang sedang menjatuhkan penghukuman-Nya atas Sodom dan Gomora; maka ia pun kena hukuman dan menjadi tiang garam.

Kita harus memiliki fokus hidup yang benar. Berfokuslah kepada Tuhan Yesus; kepada janji-janji firman-Nya; kepada kasih karunia-Nya; kepada kemurahan dan kebaikanNya.

Manfaat memiliki fokus hidup yang benar:

1. Fokus membuat kita tidak mudah dialihkan oleh kesuksesan awal atau sementara (tidak LUPA DIRI).

Salah satu gangguan terbesar dari tujuan hidup kita adalah kesuksesan itu sendiri. Justru pada saat itulah biasanya, kita mulai berpikir bahwa kita dapat melakukan apa saja dan pasti berhasil. Bahayanya di sini adalah kita mulai tidak sadar dengan melakukan sesuatu yang bukan tujuan kita.

Seharusnya kita tidak dibutakan oleh kesuksesan awal atau kesuksesan awal yang bersifat sementara. Tetaplah berfokus kepada yang menjadi kekuatan utama dan tujuan kita.

Dalam Yohanes 4:1-3 Yesus tidak mau menikmati popularitas-Nya di Yudea sementara begitu banyak orang yang datang kepada-Nya untuk dibaptis. Sebaliknya Yesus meninggalkan kota itu dan pergi menuju kota Samaria.

Yesus mengerti bahwa Dia tidak dipanggilan menjadi seorang Pembaptis seperti Yohanes, Dia datang untuk menjadi Juruselamat dunia.

2. Fokus membuat perhatian kita tidak mudah dialihkan oleh pesaing kita (MAWAS DIRI).

Dalam Yohanes 3:22-26 para murid Yohanes pembaptis merasa iri dan cemburu melihat begitu banyak orang yang datang menjadi murid Tuhan Yesus. Mereka memberitahukan hal itu kepada Yohanes, guru mereka. Namun alangkah mengejutkan tanggapan Yohanes itu.

Dia berkata, “Tidak ada seseorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya sendiri, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” (Yohanes 3:27).

Kita tidak akan pernah memiliki apa pun apabila Allah tidak pernah memberikannya kepada kita.

Namun sebaliknya apa pun yang telah Dia berikan kepada kita, tidak akan ada kekuatan atau seorang pun yang dapat mengambilnya dari kita. Lalu, mengapa kita begitu kuatir dan takut dengan apa yang akan dilakukan atau dimiliki orang lain?

Iri hati dan cemburu adalah gangguan yang paling berbahaya untuk mengalihkan fokus perhatian kita dari tujuan dan panggilan ilahi bagi hidup kita. Iri hati dan cemburu adalah perasaan negatif yang menguras habis semua energi kita. Iri hati dan cemburu dapat mengalihkan fokus perhatian kita.

3. Fokus membuat perhatian kiita tidak mudah dialihkan oleh tantangan dan kesusahan hidup (PERCAYA DIRI).

Dalam Ibrani 12:2-3 menjelaskan bahwa Tuhan Yesus dengan tekun memikul salib penderitaan dan menanggung bantahan yang hebat terhadap diri-Nya namun Dia melakukan semuanya itu dengan sukacita sebab Dia memiliki fokus hidup yang jelas!

Seorang Ibu yang sedang hamil selalu mengalami kesakitan dan menderita di masa kehamilan dan pada saat melahirkan bayinya namun ia bisa bertahan dalam kesakitan dan penderitaannya oleh karena ia memilik tujuan, kelahiran bayinya yang akan mendatangkan sukacita besar bagi dia.

Memang ada beberapa masalah dan penderitaan yang dapat mengalihkan fokus perhatian kita dari tujuan dan panggilan hidup kita.

Firman Tuhan menasehati kita: “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (Amsal 24:10).

4. Fokus akan membuat hidup kita menjadi tenang di saat berada di dalam goncangan badai kehidupan.

Tuhan Yesus bisa tidur nyenyak di buritan kapal, sementara para murid-Nya kuatir dan panik karena badai menghantam perahu mereka dan air telah masuk ke dalam perahu, mereka semuanya hampir tenggelam. Apa yang menyebabkan Tuhan Yesus bisa tertidur nyenyak di tengah badai itu?
Jawabannya adalah: FOKUS!

Tuhan Yesus memiliki fokus kepada tujuan dan panggilan Allah. Yesus percaya bahwa Dia pasti selamat dari amukan badai, Yesus percaya bahwa Dia tidak akan mati tenggelam di danau itu sekali pun badai menghantam perahunya saat itu sebab Dia tahu bahwa Dia akan mati di Golgota untuk menebus dosa dunia ini.

Rasul Petrus pun bisa tertidur nyenyak di penjara padahal dia tahu bahwa Herodes telah membunuh Yakobus dan selanjutnya Herodes akan menghadapkan dia kepada orang banyak untuk di hukum mati (Kisah 12:1-6). Apa yang menyebabkan Rasul Petrus bisa tertidur nyenyak di tengah ancaman itu?
Jawabannya adalah: FOKUS!

Rasul Petrus berfokus kepada tujuan dan panggilan Tuhan atas hidupnya bahwa dia akan melayani Tuhan dan dia akan menyelesaikan tugas panggilan Tuhan sampai dia menjadi tua.

Yohanes 21:18-19
18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki. ”
19 Dan hal ini dikatakan- Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus:” Ikutlah Aku. ”

Oleh karena itu Rasul Petrus percaya bahwa Tuhan pasti akan melepaskan dia dari penjara dan dari tangan Herodes sebab dia mengerti bahwa pada saat itu dia belum menyelesaikan tugas panggilan hidupnya dan usianya pun masih muda.

Milikilah fokus hidup yang benar!

TUHAN YESUS MEMBERKATI