Ciri utama Kasih adalah sabar. Allah yang mengasihi kita lewat Yesus Kristus, telah menunjukkan kesabaran-Nya atas kita. Dia pun mengharapkan kita mengungkapkan kasih lewat KESABARAN kita. Jika Anda berhasil menunjukkan kesabaran Anda, maka Anda memberikan Tuhan kesempatan bekerja di dalam hidup Anda, memberkati Anda, melakukan tanda-tanda ajaib di dalam hidup Anda.

Berapa banyak orang yang gagal membangun kesabaran, mereka telah kehilangan berkat dan janji Tuhan, mereka kehilangan pekerjaannya, mereka kehilangan orang-orang yang mengasihi, bahkan mereka kehilangan segalanya karena ketidaksabaran mereka.

Alkitab memerintahkan kita, “Sabarlah terhadap semua orang.” (1 Tesalonika 5:14b). Tuhan tidak pernah memerintahkan kita melakukan sesuatu tanpa menunjukkan kepada kita bagaimana caranya utk melakukannya. Ada 3 cara membangun Kesabaran:

1. Ingatlah betapa besarnya kesabaran Tuhan terhadap kita.

“Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.”
(1 Timotius 1:16)

Rasul Paulus menyaksikan bahwa jika dia adalah seorang yang paling berdosa, keras kepala, bisa menjadi org yang sabar sehingga ia berhasil membawa begitu banyak orang menerima keselamatan, hal itu disebabkan karena ia selalu mengingat betapa besarnya kesabaran yang telah ditunjukkan Tuhan Yesus Kristus atas dirinya.

Pemazmur Daud menggambarkan kesabaran Tuhan atas diri kita sebagai berikut:
Mazmur 103:8-13
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama- lamanya Ia mendendam. 10 Tidak dilakukan- Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas- Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia- Nya atas orang- orang yang takut akan Dia; 12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan- Nya dari pada kita pelanggaran kita. 13 Seperti bapa sayang kepada anak- anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang- orang yang takut akan Dia.

Ingatlah kesabaran Tuhan atas kita.

2. Belajarlah untuk mengerti seutuhnya dengan mendengarkan

“Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” (Amsal 14:29)

Ada kaitan antara kesabaran dengan pengertian atau pemahaman. Jika Anda sabar, besarlah pengertian Anda. Jika Anda cepat marah, besarlah kebodohan Anda. Ketika Anda memahami seseorang, Anda akan menjadi lebih sabar terhadap orang itu. Sebaliknya, jika Anda tidak mengenal atau mengerti orang itu, sulit bagi Anda untuk sabar terhadap mereka. Anda bisa mengenal mengerti dan memahami seseorang dengan cara Anda mendengarkan mereka.

Amsal 18:13 “Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.”

Janganlah cepat menilai seseorang hanya dari apa yang dikatakan atau apa yang dia lakukan. Cobalah telusuri alasan dibalik perkataan dan perbuatannya. Pahami duduk persoalan secara utuh dan obyektif barulah mengambil kesimpulan.

3. Belajarlah tenggang rasa kepada orang lain.

Efesus 4:2 “Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”

Kalau kita mau membangun kesabaran maka kita harus belajar tenggang rasa dengan orang lain khususnya merekanyang bersikap kurang bersahabat. Kita harus belajar mengerti orang lain, dimana di dalam hidup mereka ada saat-saat ketegangan, mudah tersinggung, atau keinginan tidak mau diganggu. Kita harus bisa memaklumi mereka.

4. Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan

Filipi 2:4-5, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”

Firman Tuhan di atas menjelaskan bahwa hendaklah kita menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga di dalam Kristus Yesus. Kesabaran itu akan bertumbuh semakin kuat pada saat kita suka berbuat baik dan melayani orang lain seperti yang dilakukan Tuhan Yesus.