Mengapa Perkataan itu Penting?
Bacaan: Yakobus 3:1-12

Apakah perintah Tuhan pada hari ini untuk dilakukan dengan setia? Kuasailah Lidah kita!

1. Perkataan kita mengarahkan seluruh hidup kita.

Yakobus 3:3-4
Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal- kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

Kemana arah hidup Anda? Anda akan berada di mana 10 tahun dari hari ini? Cobalah perhatikan perkataan Anda.
– apa yang Anda suka bicarakan?
– apa yang paling sering Anda katakan?

Lidah itu kecil dan karena kecil kita anggap tidak penting tetapi sesungguhnya lidah itu sangat besar kuasanya.

Alkitab berkata, “Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga kuda itu bisa menurut kehendak kita sebab dengan mengenakan kekang pada mulutnya kita dapat mengendalikan seluruh tubuhnya.”

Demikian halnya dengan lidah, jika kita bisa mengendalikan lidah kita; maka ia dapat mengarahkan hidup kita, kemana kita akan pergi dan apa yang dapat kita pengaruhi.

Kisah 12 pengintai (dibaca: Bilangan 13:27-33),
Anda bisa melihat perbedaan di antara nasib mereka dari perkataan mereka. Kelompok sepuluh orang dengan Yosua dan Kaleb. Perkataan mereka mengarahkan arah langkah tujuan mereka. Yang satu dibinasakan di padang gurun dan kehilangan berkat terbaik yang disediakan Tuhan di tanah perjanjian; yang lain menikmati tanah perjanjian dan segala berkat yang disediakan Tuhan bagi mereka dan keturunannya.

Perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun, disembuhkan oleh karena dia terus menerus memperkatakan kepada dirinya sendiri, “asal ku jamah saja jubah-Nya maka aku akan sembuh.” Perkataan perempuan ini mengarahkan langkah hidupnya untuk menerima kesembuhan yang ajaib dari Tuhan Yesus Kristus.

Yesus berkata, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Matius 20:28).

Yesus mengarahkan hidupnya untuk melayani, dan menjadi tebusan bagi banyak orang, ujungnya Dia mati di salib untuk menebus dosa manusia. Setiap langkah dan keputusan Yesus di dalam hidupnya diarahkan untuk melayani dan menjadi tebusan bagi banyak orang.

Di dalam Lukas 23:39-43 menjelaskan tentang ada 2 (dua) orang penjahat, yang satu terus menerus menghina Yesus, dan yang lainnya sadar akan dirinya, bertobat dan ia mengajukan permohonan doa yang berani.

Ia berkata, “Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Perkataan penjahat itu telah mengubah arah hidupnya di dalam kekekalan. Perkataan penjahat itu membawanya masuk ke dalam Firdaus bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

Perkataan kita berkaitan dengan Keselamatan, Pengampunan dan Penyucian kita dari dosa dan kesalahan kita ( Roma 10:9-1, 1 Yohanes 1:9).

Amsal 12:14
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

2. Perkataan kita dapat menghancurkan diri kita dan apa yang kita miliki.

Yakobus 3:5
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara- perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Seperti api kecil dapat membakar hutan demikian juga lidah, walaupun kecil namun juga dapat meneguhkan perkara-perkara besar.

Perkataan yang sembrono dapat menghancurkan dan membuat Anda kehilangan milik Anda, antara lain perkataan kasar, fitnah, gosip seperti api yang menyebar begitu cepat.

Mazmur 106:32-33
Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata- katanya.

Musa telah menjadi pahit hati, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. Perkataannya telah mengubah arah hidupnya. Perkataannya itu menghancurkan segala impiannya untuk masuk tanah perjanjian (Deu 3:26)

Berapa banyak orang yang mengucapkan perkataan sembrono dan perkataan mereka itu telah menyebabkan hancurnya hubungan dan rumah tangga, hilangnya persahabatan dan kesempatan bisnis, atau hancurnya pelayanannya. ”

Jika kita suka mengeluarkan perkataan sembrono, maka lidah kita dapat menghancurkan hidup kita dan apa yang kita miliki, karena lidah itu seperti api.

Amsal 21:23, “Siapa memelihara mulut, memelihara diri daripada kesukaran.”

3. Perkataan kita menunjukkan siapa diri kita.

Yakobus 3:9-12
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara- saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara- saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Anda tidak bisa mengeluarkan perkataan yang jahat lalu Anda menjelaskan bahwa sebenarnya hati Anda “baik.”
Kita akan dikenali dari perkataan yang keluar dari mulut kita.

Alkitab berkata, “Apakah bisa pohon Ara berbuah Zaitun? Atau Pohon Anggur berbuah Ara?” (Yakobus 3:12)

Orang akan mengenali kita sebagai seorang pemarah atau pendendam lewat perkataan yang sering diucapkan oleh mulut kita. Orang akan mengenali kita sebagai seorang penuh kasih dan belas kasih, seorang yang cinta damai, seorang yang cinta Tuhan lewat perkataan yang keluar dari mulut kita.

Ayub dikenal sebagai orang saleh dan jujur; ia takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1).
Apa buktinya untuk mengetahui siapa diri Ayub sebenarnya? Jawabannya adalah Kita bisa melihat bagaimana reaksi sikap dan perkataan Ayub ketika dia mengalami pencobaan.

Ayub 1:20-22
20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 21 katanya:”Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Alkitab berkata tentang Ayub, “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” (Ayub 2:10).

Amsal 10:21
Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.

Orang akan mengenali Anda sebagai murid Kristus, apabila perkataan Anda memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Perkataan Apa itu sebenarnya dibentuk oleh pendengaran Anda yaitu, apa yang suka Anda dengarkan.

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia- sialah ibadahnya.

Tanda identitas orang yamg beribadah adalah seorang yang mengekang lidahnya.

BAGAIMANA MENGENDALIKAN LIDAH?

1. Anda harus dipenuhi oleh Roh Kudus!

Yakobus 3:7-8
Semua jenis binatang liar, burung- burung, serta binatang- binatang menjalar dan binatang- binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Rasul Yakobus memberikan penjelasan bahwa semua binatang liar dan buas telah dijinakan oleh manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah sebab lidah ada
Ah sesuatu yang buasa, yang tak terluasai dan penuh racun yang mematikan.

Kita semua membutuhkan Allah Roh Kudus untuk menaklukkan lidah kita.

Ketika para murid dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka semuanya mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakan. (Kisah 2:4).

Perkataan Petrus berubah menjadi perkataan yang penuh kuasa setelah Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus.

Apa yang terjadi disaat lidah Petrus berhasil ditaklukkan?

  • Petrus berkotbah dan 3000 orang diselamatkan (Kisah 2:41).
  • Petrus berbicara kepada seorang pengemis yang lumpuh sejak lahir, “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Maka orang lumpuh itu berjalan (Kisah 3:3-7).
  • Petrus dan Yohanes dengan penuh keberanian dan kecerdasan berbicara di Mahkamah Agama, para Imam Besar menjadi heran dan bungkam (Kisah 4:8-13).
  • Petrus menemplak dusta Ananias dan Safira, mereka suami istri mati seketika (Ksah 5:1-12).

2. Anda harus mengerti bahwa Perkataan Anda berkaitan erat dengan hati Anda.

Jika Anda mau mengubah perkataan Anda, maka Anda harus mengubah hati Anda.

Mazmur 106:32-33
Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata- katanya.

Musa tidak dapat masuk ke tanah perjanjian karena Musa telah menjadi pahit hati, Musa kehilangan kesabarannya sehingga berbicara sembrono di hadapan umat Tuhan.

Yehezkiel 36:25-26
Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala- berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Oleh karena masalah lidah berkaitan dengan masalah hati, maka kita harus memiliki hati yang baru dan roh yang baru.
Kita semuanya membutuhkan Tuhan untuk mengubah hati kita dan perkataan kita.

Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:37-38).

Kita semua harus dilahirkan kembali dan dipenuhi oleh Roh Kudus jika kita hendak memiliki hati yang baru dan berbahasa yang baru;

Kisah 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkat-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Kata Kuncinya adalah dipenuhi oleh Roh Kudus; dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus maka kita akan diberikan kemampuan bukan hanya mengendalikan lidah tetapi juga berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang lain (lembut, sabar, penuh hikmat, pengetahuan dan kuasa).

3. Anda harus mengerti bahwa perkataan Anda berkaitan erat apa yang suka Anda dengarkan atau pendengaran Anda.

Yesaya 50:4
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Perkataan Anda berkaitan erat dengan apa yang suka Anda dengarkan atau pendengaran Anda. Apabila Anda ingin memiliki lidah seorang murid, lidah yang dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu maka Anda harus memberikan telinga Anda untuk mendengarkan perkataan Tuhan.

Mazmur 1:1-3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Markus 5:27-29
Dia sudah mendengar berita- berita tentang Yesus, maka di tengah- tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah- Nya. Sebab katanya:”Asal kujamah saja jubah- Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Perempuan pendarahan itu disembuhkan oleh perkataannya, perkataan itu timbul oleh karena pendengarannya.

4. Berdoalah untuk meminta Tuhan menolong Anda setiap hari.

“Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141:3).

Pada saat kita berdoa, maka Tuhan bekerja untuk mengubah hidup kita. Doa mengaktifkan kuasa Allah bekerja dalam hidup kita. Kita tidak bisa mengubah perkataan kita yang negatif dan jahat sampai kita sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan.

Daud berdoa kepada Tuhan, “Awasilah mulut,u, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!”

5. Berpikir dulu sebelum berbicara.

THINK: True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind.

Apakah perkataan ini BENAR? True
Apakah perkataan ini MENOLONG? Helpful
Apakah perkataan ini MENGINSPIRASI? Inspiring
Apakah Perkataan ini PERLU? Necessary
Apakah perkataan ini BAIK? Kind

Yakobus 1:19, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

Amsal 14:29, “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”

Tuhan Yesus memberkati.