Fokus adalah kuasa yang melipatgandakan.

Tentara Yosafat tidak cukup jumlahnya melawan tentara gabungan tiga bangsa besar saat itu.
Karena itu ia mulai memfokuskan hatinya pada Allah untuk melipatgandakan jumlah pasukannya dengan pasukan sorgawi – hasilnya, Yosafat berhasil menaklukkan dan menjarah harta kekayaan musuh-musuhnya.

Fokus Yesus pada dua belas orang murid-Nya telah melipatgandakan kuasa Injil pada jutaan bahkan milyaran orang yang diselamatkan dan menjadi murid-Nya.

Fokus adalah kuasa yang melipatgandakan.
Fokus dapat melepaskan kekuatan dan kuasa untuk apa saja yang akan kita kerjakan.
Masa depan dari karir atau bisnis dan pelayanan Anda tergantung dari pada fokus yang Anda letakkan di atasnya.

Gereja dengan fokus akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap kotanya dibandingkan gereja yang tidak memiliki fokus.

Sinar Matahari Vs Sinar Laser:

Temperature panas sinar matahari mendekati 5.500 derajat Celcius, namun tubuh Anda tidak akan terbakar habis bilamana Anda berjemur dengan menggunakan Sun Block selama 2-3 jam di panas matahari yang terik, sekalipun suhunya mendekati 5.500 derajat Celcius, padahal kita mengetahui bahwa sinar matahari menghasilkan milayaran kilowatt energi listrik setiap jamnya.

Bandingkan dengan sinar laser yang hanya memiliki sedikit watts energi listrik namun sinarnya terfokus kepada satu titik saja.

Kekuatan sinar laser dapat melubangi sebuah batu berlian yang sangat keras; memotong besi baja yang sangat kuat atau menghancurkan batu ginjal, sel kanker didalam tubuh manusia.

Fokus memiliki kekuatan energi yang luar biasa.

Di saat Anda perlu untuk melipatgandakan kuasa untuk sebuah terobosan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga atau gereja Anda perlu memfokuskan diri Anda kepada Allah dan firman-Nya.

Apakah arti kata “Fokus?”

Fokus adalah the center point of attention atau titik pusat perhatian

Alkitab berkata, “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Yakobus 1:7-8.

Artinya, apabila kita memiliki sikap mental dan pikiran yang tidak mendua hati maka kuasa penciptaan akan dilepaskan dari dalam diri kita.

Alkitab menekankan betapa pentingnya memiliki hati yang tidak bercabang [fokus] sebab fokus menghasilkan kekuatan dan kuasa atas apa pun yang kita lakukan dan kerjakan.

Tuhan Yesus adalah orang yang paling fokus dalam hidup-Nya. Dia selalu berfokus kepada Allah Bapa-Nya selama di dunia ini.

Yesus tidak pernah melakukan atau mengatakan sesuatu apa pun selain yang berasal dari Bapa-Nya.

Dalam Lukas 9:51-53, kita dapat membaca bahwa Tuhan Yesus begitu terfokus atas apa yang akan dilakukan-Nya yaitu Ia hendak pergi ke Yerusalem; Ia hendak ke Kalvari untuk naik ke atas kayu salib. Dia tidak mau diganggu oleh apa pun dengan mengerjakan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Bapa yaitu menurunkan api dari sorga.

Alkitab menjelaskan bahwa Yesus memberitahukan murid-murid-Nya sampai tiga kali mengenai penderitaan-Nya, bahwa Ia harus ke Yerusalem untuk menderita sengsara, disesah dan disalibkan tetapi pada hari ketiga, Dia akan bangkit dari kematian.

Hal itu membuktikan bahwa Yesus mendedikasikan seluruh hidup-Nya dan berfokus untuk menjadi Juruselamat dunia.

Yesus hidup sesuai dengan tujuan dan penugasan Allah bagi-Nya. Dia sangat berkonsentrasi terhadap panggilan-Nya itu.

Ketika Dia menyembuhkan orang sakit yang datang kepada-Nya, Dia tidak menyembuhkan semua orang sakit di setiap tempat yang dikunjungi; ketika Dia melepaskan orang-orang yang kerasukan, Dia tidak mengusir semua setan di semua kota yang dilewati-Nya.

Saat Dia berada di kolam Betesda, ada sekumpulan orang-orang sakit, buta, lumpuh dan timpang – namun Yesus hanya menyembuhkan satu orang lumpuh yang menderita selama 38 tahun. Hanya satu saja yang disembuhkan! Karena Bapa memberikan perintah untuk menyembuhkan hanya satu orang saja.

Bagaimana membangun sukses sejati dalam kehidupan ini?

Kita harus menetapkan tujuan hidup sebagai fokus kita. Apakah yang seharusnya tujuan hidup kita? Yaitu untuk menyenangkan hati Tuhan. Melakukan apa yang diinginkan-Nya bukan apa yang kita inginkan.

Dalam 1 Korintus 10:23 mengatakan,“Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”

Alkitab mengajarkan kita bahwa ukuran yang kita pakai untuk menentukan pilihan adalah apakah hal itu berguna dan membangun sekalipun hal itu diperbolehkan. Inilah yang disebut Fokus! Sebab kita tidak memiliki waktu di dunia ini hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki Allah atau kehilangan kehendak Allah yang sempurna bagi kehidupan kita.

Apakah manfaat berfokus panggilan dan tujuan hidup itu?

Pertama, fokus membuat kita tidak mudah dialihkan oleh kesuksesan awal/sementara

Kedengarannya agak aneh, salah satu dari gangguan terbesar dari tujuan hidup kita adalah kesuksesan itu sendiri. Justru pada saat itulah biasanya, kita mulai berpikir bahwa kita dapat melakukan apa saja dan pasti berhasil. Bahayanya di sini adalah kita mulai tidak sadar dengan melakukan sesuatu yang bukan tujuan kita.

Seharusnya kita tidak dibutakan oleh keberhasilan awal. Tetaplah berfokus kepada apa yang menjadi kekuatan utama dan tujuan kita

Dalam Yohanes 4:1-3, dijelaskan bahwa banyak orang datang kepada Yesus di Yudea untuk dibaptis, sekalipun itu dilakukan oleh murid-murid-Nya tetapi justru Yesus ingin meninggalkan Yudea dan hendak menuju Samaria.

Mengapa Dia tidak mau menikmati popularitas-Nya di Yudea agar lebih banyak orang datang kepada untuk dibaptis? Yesus mengerti bahwa Dia tidak dipanggil untuk menjadi Pembaptis seperti Yohanes tetapi Dia dipanggil untuk menjadi Juruselamat dunia.

Kedua, Fokus membuat kita tidak mudah dialihkan perhatian kita oleh pesaing kita

Dalam Yohanes 3:22-26 menjelaskan bahwa para pengikut Yohanes Pembaptis merasa cemburu dan iri hati melihat orang banyak datang kepada Yesus untuk dibaptis dan menjadi pengikut-Nya. Mereka memberitahukan hal itu kepada Yohanes Pembaptis.

Namun, apa tanggapan dari Yohanes Pembaptis mengenai hal itu? “Tidak ada seseorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” [Yoh 3:27].

Artinya, Kita tidak akan pernah memiliki apa pun yang Allah tidak pernah memberikannya kepada kita. Sebaliknya apa yang telah Dia berikan kepada kita, tidak akan ada kekuatan atau seorang pun yang dapat mengambilnya dari kita.

Jadi, mengapa kita begitu kuatir dan takut dengan apa yang dilakukan atau dimiliki orang lain?

Iri hati dan cemburu adalah gangguan yang paling berbahaya untuk mengalihkan perhatian kita dari tujuan dan panggilan hidup kita.

Iri hati dapat dengan mudah menjadi sebuah obsesi buruk dan menguras habis semua energi kita. Iri hati dan cemburu dapat mengalihkan fokus hidup kita.

Ketiga, Fokus membuat kita tidak mudah dialihkan perhatian kita oleh tantangan / kesusahan.

Dalam Ibrani 12:2-3 menjelaskan bahwa untuk mengejar tujuan hidup-Nya, Yesus dengan tekun memikul salib penderitaan dan menanggung bantahan yang hebat terhadap diri-Nya; namun Dia melakukanNya dengan suka cita.

Penderitaan tidak dapat mengalihkan perhatian Yesus dari panggilan dan tujuan hidup-Nya untuk menjadi Juruselamat dunia oleh karena Dia selalu berfokus kepada panggilan dan tujuan hidup-Nya.

Tujuan selalu membawa penderitaan dan suka cita. Suka cita dan penderitaan datang bersamaan. Seorang Ibu yang sedang hamil tidak akan mengalami suka cita mendapatkan bayi yang ditunggunya tanpa bertahan mengalami sakit bersalin. Tujuan bisa menjadikan suka cita sebagai faktor untuk menolong kita bertahan menghadapi penderitaan atau kesakitan.

Ada beberapa rasa sakit yang dapat mengalihkan perhatian kita dari panggilan dan tujuan hidup yaitu antara lain rasa sakit karena disiplin; rasa sakit karena dipisahkan oleh sahabat-sahabat; rasa sakit karena kecewa; atau rasa sakit karena ketaatan dan rasa sakit karena disalahpahami.

Penutup:
Seseorang yang tidak memiliki sebuah fokus akan melakukan apa saja di segala waktu, tetapi ketika kita memiliki sebuah fokus maka kita tidak akan melakukan atau mengerjakan sesuatu di luar waktu yang tepat. Kita harus menaruh perhatian kepada waktu dan saatnya Tuhan bagi hidup kita. Kita tidak boleh hidup dengan sembrono dan tanpa kendali. Kita harus belajar untuk menanyakan diri kita sendiri.

“Apakah ini adalah waktu yang tepat untuk saya menikah? Untuk saya pindah ke luar kota? Untuk pindah pekerjaan atau memulai bisnis baru? Untuk terlibat dalam pelayanan? Apakah dia adalah orang yang tepat untuk bekerjasama dalam bisnis saya?

Apabila kita adalah orang yang memiliki sebuah fokus maka fokus itulah yang akan melindungi kita sehingga kita tidak melakukan tindakan yang salah pada saat yang salah.NMulailah membangun hari ini di atas apa yang Allah telah berikan kepada Anda. Allah telah memberikan kekuatan; keunikan/talenta; dan pewahyuan mengenai tujuan hidup Anda lalu fokuskanlah hidup Anda hanya kepada Tuhan Yesus Kristus dan firman-Nya.

Salomo berkata, “Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.”
[Amsal 4:26-27]