Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar akan besarnya pengaruh sikap hati dalam kehidupan ini.

Sikap lebih penting
daripada ilmu,
daripada uang,
daripada kesempatan, daripada kegagalan,
daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.

Sikap hati lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian.

Hal yang paling menakjubkan adalah kita memiliki pilihan untuk mengambil keputusan sikap apa yang akan kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu.
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang.
Kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi.

Satu hal yang dapat kita ubah adalah sikap hati kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup itu adalah 10% dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90% adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Sujud menyembah Tuhan Yesus di saat-saat sulit adalah sebuah cara untuk memiliki sikap hati yang mulia dan benar.

Ketika orang Israel memberontak karena menerima “kabar busuk” dari 10 orang pengintai, reaksi Musa adalah ia sujud menyembah Tuhan.

woman-on-knees-in-prayerKetika Miryam dan Harun mengata-ngatai Musa karena menikahi perempuan Kush, reaksi Musa adalah berdoa syafaat untuk mereka.

Ketika Korah, Datan dan Abiram beserta para pemimpin dan orang kenamaan menghasut orang Israel untuk memberontak, reaksi Musa adalah sujud menyembah kepada Tuhan.

Hasilnya adalah Musa selalu bersikap dengan benar dan Tuhan membela dalam setiap perkara itu.

Di saat kita sujud menyembah Tuhan Yesus, di sanalah kita akan mendapatkan pertolongan dan kekuatan untuk bersikap benar terhadap keadaan dan orang-orang di sekitar kita.

Di saat kita sujud menyembah maka kita mendapatkan hati dan pikiran-Nya Tuhan – sehingga kita bisa mendapatkan sudut pandang iman dalam melihat persoalan atau keadaan atau orang lain.

Tuhan memberkati!