Menikmati Masa Perkenan Tuhan
Bacaan: 2 Korintus 6:1-2, Yeremia 29:11, Mazmur 37:23-26, Pengk 9:11

Ketika Tuhan menghamparkan rencana bagi hidup kita, Dia pasti akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang tepat, memberikan kesempatan untuk menghadapi tantangan hidup untuk menguji hati kita, dan menyediakan kesempatan yang tepat untuk mewujudkan panggilan hidup kita.

Pengkotbah 9:11 menjelaskan bagaimana waktu dan kesmepatan [nasib] datang bersama-sama atas setiap orang. Dengan kata lain, ada saat-saat di mana perkenanan Tuhan turun ke atas hidup kita, untuk mewujudkan rencana-Nya dalam hidup kita. Jika kita mengizinkan perkenanan itu tinggal di dalam hati kita hari ini, maka hal itu akan mengubah seluruh nasib dan kehidupan kita di masa depan.

Kisah Daud dapat menjelaskan bagaimana perkenan Tuhan yang telah menetapkan langkah-langkah hidupnya. Di saat ia sebagai gembala kambing domba, Tuhan mempertemukan dia dengan Samuel untuk diurapi menjadi seorang raja. Sebuah perjumpaan yang indah sekali. Hari itulah Tuhan membentangkan sebuah rencana masa depan hidupnya bahwa ia akan menjadi seorang raja Israel.

Langkah selanjutnya, Tuhan menuntun Daud berjumpa dengan Goliat. Sebuah perjumpaan yang indah tetapi cukup mengerikan. Ia berhasil menaklukkan Goliat-nya ini dengan kemenangan yang gilang gemilang.

Lalu Tuhan menuntun langkahnya berjumpa dengan Saul, yang akan membentuk hatinya, supaya Daud memiliki hati seorang hamba sekalipun ia adalah seorang raja. Perjumpaan Daud dengan Goliat sangat singkat waktunya. Hasil perjumpaan dengan Goliat, ia memiliki hak yang sah masuk istana raja, menjadi mantu raja, dan menjadi panglima perang.
Tetapi perjumpaannya dengan Saul, sang mertua, cukup lama yaitu 13 tahun lamanya.

Daud berhasil menaklukkan Goliat dengan membunuhnya. Daud berhasil menaklukkan Saul dengan mengasihinya. Hasill perjumpaan Daud dengan Saul, ia memiliki hak yang sah menjadi seorang Raja Israel.

Begitu banyak orang kehilangan sesuatu yang baik karena mereka membiarkan hidupnya dicengkram oleh rasa takut. Mereka berkata:
“Bagaimana jika aku gagal?”
“Bagaimana jika mereka tidak menyukai aku?”
“Bagaimana jika aku membuat kesalahan?”
“Bagaimana jika aku terus menerus disakiti dan dilukai?”

Saya ingin mengatakan:
“Bagaimana jika Anda sukses?”
“Bagaimana jika mereka menyukai Anda?”
“Bagaimana jika Anda melakukannya lebih baik?”

Itulah yang disebut mengharapkan kebaikan Tuhan dan kemurahan-Nya terjadi di dalam hidup kita. Jika Anda menjalani hari-hari hidup Anda dengan sikap iman dan pengharapan demikian, Anda akan melihat sesuatu yang baik yang telah Tuhan sediakan terjadi dalam hidup Anda.

Anda akan berjalan ke dalam saat-saat perkenan Tuhan, saat berkat Tuhan dicurahkan, saat kelimpahan dan Anda akan selalu diperlengkapi dengan segala yang baik oleh Tuhan untuk melakukan segala kehendak-Nya.

Doa Penutup:
Bapa, Terima kasih untuk segala yang baik yang telah engkau berikan untuk masa depanku. Terima kasih untuk damai sejahtera dan suka cita yang memenuhi di setiap langkah hidupku. Hari ini, aku memilih untuk menaruh perhatian kepada segala yang baik yang telah Engkau berikan kepadaku bagi masa depanku. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin!”