Tiga Langkah Mudah Untuk Mengampuni:

Hal pertama yang benar-benar menolong saya untuk mengampuni adalah dengan mengingat bahwa “Pengampunan Tuhan kepada saya jauh lebih besar dari pada pengampunan yang saya harus berikan kepada orang lain.”

Kita mungkin tidak melakukan apa yang orang lain lakukan kepada kita, tetapi sekali lagi, kita bisa saja melakukan sesuatu yang jauh lebih buruk. Di dalam Kerajaan Allah, dosa tidak diukur berdasarkan ukuran, misalnya kecil, sedang, ataupun besar. Dosa adalah dosa! Beberapa dosa meninggalkan kerusakan lebih besar dari dosa yang lainnya, tetapi Tuhan mengampuni semuanya.

Tolonglah diri Anda sendiri dengan secepatnya mengampuni dan secara cuma-cuma. Semakin lama Anda menyimpan dendam, semakin sulit untuk melepaskannya.

Hal kedua yang membantu saya mengampuni adalah dengan “Berpikir tentang Belas Kasihan Tuhan.”

Belas kasihan adalah hadiah terindah yang dapat kita berikan atau kita terima. Belas kasihan tidak dapat dibayar, ataupun layak kita terima. Jika kita membayarnya, ataupun layak menerimanya, berartti itu bukan belas kasihan lagi.

Saya menggambarkan belas kasihan sama seperti melihat melampaui kesalahan dan penyebab dari kesalahan tersebut.

Seringkali orang melakukan hal yang melukai dan bahkan tidak tahu alasan mengapa mereka melakukannya, atau bahkan tidak menyadarinya. Terkadang, mereka bereaksi terhadap luka mereka sendiri tanpa menyadari bahwa di saat yang sama mereka sedang menyakiti orang lain.

Kesadaran bahwa “orang yang terluka akan melukai orang lain” sangatlah menolong saya untuk mengampuni. Ketika saya mencoba mengarahkan diri saya untuk mengalahkan luka-luka saya, saya sering kali harus berbicara kepada diri saya sendiri. Saya mengingatkan diri saya untuk mempercayai yang terbaik dari diri orang lain. Saya berpikir, “saya tidak yakin bahwa orang yang melukai saya ini melakukannya dengan sengaja.”

Kemudian, saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa pasti ada alasan mengapa mereka melakukan hal yang demikian. Sesungguhnya, merenungkan skenario yang beragam ini membantu emosi saya untuk tenang dan membuat saya lebih mudah mengampuni.

Hal ketiga yang menolong saya untuk mengampuni orang lain adalah dengan “mengingat bahwa jika saya tetap marah, saya sedang memberikan pijakan kaki bai setan untuk masuk ke dalam hidup kita

Efesus 4:26-27
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Ketika saya mengampuni, saya menghalangi setan untuk mengambil keuntungan dari diri saya.

2 Korintus 2:10-11
Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni,– seandainya ada yang harus kuampuni–, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Sesungguhnya, salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah bahwa pengampunan menolong diri saya sendiri. Jika saya tidak mengampuni, saya sedang meracuni jiwa saya dengan kepahitan yangnpastinya akan nampak keluar melalui tingkah laku dan sikap yang buruk.

Akar kepahitan bukan hanya akan mencemari dan meracuni dia yang mengalaminya, tetapi juga meracuni orang yang ada di sekitarnya.

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Tuhan memberkati.