Mengapa Anda Menjadi Takut?
Bacaan: Matius 8:23-27

Ketika kita menjadi takut, atau pada saat ketakutan menguasai hidup kita maka kita bisa menganggap bahwa ketakutan itu akan menjadi “penentu akhir” atas hidup kita.
Sebaliknya ketika kita memiliki iman di dalam Tuhan Yesus, maka kita mengerti bahwa penentu akhir hidup ini bukanlah apa yang kita takutkan tetapi Yesus Kristus, Tuhan atas alam semesta ini.

Itulah sebabnya mengapa Yesus mempertanyakan atau mempermasalahkan apa yang murid-murid takutkan? Renungan ini akan membahas tentang faktor-faktor apa yang membuat murid-murid menjadi takut dan bagaimana mengatasi ketakutan itu.

Ada 3 faktor yang membuat murid-murid menjadi takut:
1. Masalah dan pencobaan bisa datang secara tiba-tiba.

Matius 8:23-24
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid- Nyapun mengikuti-Nya. Sekonyong- konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, …

Saat masalah dan pencobaan datang sekonyong-konyong, seringkali kita terkejut, panik, dan menjadi takut. Beberapa orang menjadi kecewa, marah, patah semangat dan menjadi lemah.

Tiba-tiba saya terkena PHK. Tiba-tiba saya terkena kanker ganas. Tiba-tiba ayah saya terjatuh dan koma lalu meninggal. Uang tabungan saya puluhan tahun lenyap.

Pada saat-saat sulit seperti ini, firman Tuhan memberi kita nasehat, “Kuasailah diri dan jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)

2. Masalah dan pencobaan seolah-olah sudah melewati batas kemampuan kita.

Matius 8:23-24
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid- Nyapun mengikuti-Nya. Sekonyong- konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Perahu itu ditimbus gelombang, …

Pada saat kita mengira masalah dan pencobaan sudah melewati batas kemampuan kita maka dari situlah ketakutan masuk ke dalam hidup kita.

Secara media kedokteran penyakit Anda tidak bisa disembuhkan; Anda tidak akan bisa keluar lubang itu sebab Anda telah jatuh begitu dalam.

Ingatlah firman Tuhan ini:

1 Korintus 10:13
Pencobaan- pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Jika Anda mengalami pencobaan maka anggaplah sebagai pencobaan biasa, yang tidak melebih batas kemampuan Anda. Ingatlah ini, Allah pasti memberikan Anda jalan keluar sehingga Anda sanggup menanggungnya.

Anda ingat seorang penjahat di salib sebelah Tuhan Yesus? Bukankah keadaan dan nasibnya seolah-olah tidak bisa diubah lagi? Dia harus menghadapi kenyataan untuk menjalani hukuman dunia dan hukuman Allah di api neraka akibat dari kejahatannya?

Namun dia tidak menyerah, dia berdoa dan memohon agar Tuhan Yesus mengingat dirinya jika datang sebagai Raja. Penjahat itu menerima belas kasihan Tuhan. Dia diampuni dosanya dan dia bersama-sama Tuhan Yesus di dalam sorga sekarang.

Lukas 23:42-43
Lalu ia berkata:”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama- sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

3. Seolah-olah Anda menghadapi masalah dan pencobaan seorang diri.

Matius 8:23-24
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid- Nyapun mengikuti-Nya. Sekonyong- konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Tetapi Yesus tidur…”

Ketika kita sedang berada dalam masalah dan pencobaan, kita cenderung negatif dan kita bisa merasa bahwa tidak ada yang peduli dengan keadaan kita bahkan kita merasa seolah-olah Tuhan pun tidak mengasihi kita. Pada saat perasaan seperti itulah muncul ketakutan di dalam diri kita.

Ingatlah firman Tuhan ini:

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali- kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali- kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Ingatlah bahwa Tuhan punya waktu yang tepat dan cara yang ajaib untuk datang menolong kita. Firman-Nya berkata bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan kita dan Dia tidak akan meninggalkan kita.

Apa yang harus Anda lakukan jika ketakutan itu hadir di dalam hidup Anda?
1. Akuilah Yesus sebagai Tuhan dalam hidup Anda.

Matius 8:25
Maka datanglah murid- murid- Nya membangunkan Dia, katanya:”Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Ketika ketakutan hadir dalam hidup Anda, maka jangan izinkan ketakutan menguasai Anda. Jika Anda dikuasai oleh ketakutan maka Anda akan menganggap apa yang Anda takutkan itu sebagai “penentu akhir” dari nasib hidup Anda.

Akui Yesus sebagai Tuhan dalam hidup Anda. Ketika Anda mengakui Yesus sebagai Tuhan maka Dialah yang akan menjadi “penentu akhir” dari nasib hidup Anda.

Jika kita menjadi Yesus Tuhan maka Dia akan merancangkan sebuah “hari depan” yang penuh harapan bagi kita (Yeremia 29:11); Dia akan turut bekerja dalam masalah dan pencobaan yang kita alami untuk mendatangkan kebaikan bai kita (Roma 8:28); Dia pasti memberikan solusi dan jalan keluar atas masalah Anda (1 Korintus10:13).

Jika Anda mengakui Yesus sebagai Tuhan, Anda akan menyembah Tuhan Yesus; Anda akan datang kepada Tuhan Yesus dalam doa lalu mohon belas kasihannya. Doa, pujian dan penyembahan akan menjadi gaya hidup Anda. Doa, pujian dan penyembahan akan menjadi respon Anda dalam mengatas setiap peristiwa dan perkara.

Alkitab menjelaskan bahwa di saat murid-murid datang dan memohon belas kasihan Tuhan atas keadaan mereka. Tuhan menghardik angin ribut itu dan danau itu pun menjadi “teduh sekali.”

Peristiwa itu memberikan kepada mereka sebuah pewahyuan baru. Mereka menjadi lebih mengenal secara pribadi siapa Tuhan Yesus itu sebenarnya.

Matius 8:27
Dan heranlah orang- orang itu, katanya:”Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada- Nya?”

Pada saat masalah dan pencobaan datang sekonyong-konyong; seolah-olah melewati batas kemampuan; dan kita merasa sendirian menghadapinya maka jika kita tetap setia dan berjalan bersama Tuhan; ingatlah bahwa semuanya itu bisa dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita; menumbuhkan pengenalan dan kasih kita kepada Kristus Yesus secara pribadi.

Tuhan Yesus memberkati.