Kisah Perempuan Sunem: Berkat Dan Mujizat Dalam Kemurahan Hati

Filipi 4:16-17
Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

Doa yang efektif dan penuh kuasa lahir dari sikap yang murah hati dan suka berkorban untuk pekerjaan Tuhan dan pelayanan. Pemberian persembahan Anda seperti peluru bagi doa-doa Anda.

Jemaat Filipi adalah jemaat yang terdiri dari orang-orang yang sangat murah hati dan suka berkorban; mereka mengirimkan bantuan di saat Rasul Paulus berada dalam kekurangan dan kesulitan.

Pemberian jemaat Filipi telah menyentuh hati Tuhan, oleh karena itulah Rasul Paulus menulis dalam surat penggembalaannya bahwa mereka “turut mendapat bagian dalam kasih karunia, sebab mereka ada di dalam hatinya.”

Filipi 1:7
Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

Dapatkah Anda membayangkan apa yang terjadi jika Anda beroleh bagian dalam kasih karunia seorang Rasul Besar? Alangkah dahsyat ini ….
Anda pasti memiliki doa yang efektif dan penuh kuasa seperti halnya doa-doa Rasul Paulus.
Anda pasti akan memiliki sebuah kehidupan yang luar biasa dan bermakna bagi banyak orang.

Kisah Perempuan Sunem menjelaskan tentang bagaimana kuasa dari sikap murah hati dan suka berkorban membuat dia beroleh bagian dari kasih karunia seorang Nabi Tuhan yang bernama Elisa.

Tiap orang mengetahui bahwa Elisa adalah Nabi Allah namun hanya Perempuan Sunem inilah yang menjamu makan Elisa, dialah yang membuatkan kamar tidur dilengkapi dengan perabot. Dialah yang peduli dan mengasihi Nabi Tuhan ini.
Perbuatannya ini menyentuh hati Tuhan.

Kemurahan hati Perempuan Sunem ini mendatangkan banyak berkat yang tidak terduga; persahabatannya dengan Nabi Elisa, hamba Allah yang diurapi membawa dia kepada kehidupan yang terus naik ke tahapan level yang baru.

1. Pada saat Perempuan Sunem ini mandul, Tuhan memberinya anak laki-laki lewat perkataan Nabi Elisa.

2 Raja-Raja 4:17
Mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan seorang anak laki- laki pada waktu seperti itu juga, pada tahun berikutnya, seperti yang dikatakan Elisa kepadanya.

2. Pada saat anaknya mati, Tuhan membangkitkan kembali lewat Nabi Elisa.

2 Raja-Raja 4:32-33
Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya. Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.

2 Raja-Raja 4:36-37
Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata:”Panggillah perempuan Sunem itu!” Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa:”Angkatlah anakmu ini!” Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.

3. Pada saat daerahnya akan mengalami kelaparan hebat, Tuhan memberinya pesan lewat Nabi Elisa agar dia menyingkir ke daerah yang subur supaya ia luput dari kemiskinan, kelaparan dan kematian.

2 Raja-Raja 8:1-2
Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya:”Berkemaslah dan pergilah bersama- sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.” Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama- sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya.

4. Pada saat Perempuan Sunem ini balik pulang ke daerahnya, rumah dan lahanya telah digarap oleh orang lain. Tuhan memakai Gehazi, bekas bujang Nabi Elisa untuk berbicara kepada raja.

2 Raja-Raja 8:3-6
Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya:”Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.” Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi:”Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa.” Lalu raja bertanya- tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan:”Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”

5. Keturunannya menjadi seorang Nabi yang dikenal dengan nama Nabi Habakuk. Arti kata Habakuk adalah pelukan. Ia dipeluk oleh Ibunya pada saat ia lahir dan pada saat ia dibangkitkan dari kematian.

Belajarlah membangun kepekaan untuk mengerti kehendak Tuhan. Apa yang harus kita lakukan untuk membuat hati Tuhan tersentuh? Belajarlah mengerti ‘detak jantungnya’ Tuhan. Lakukanlah sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang baru bahkan melampaui kebiasaan maka Anda akan mengalami pemulihan seutuhnya dan terobosan dalam hidup Anda.

Tuhan Yesus memberkati.