Mata Tuhan dan Mata Hati Kita

Mazmur 32:8-9
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata- Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Tuhan ingin menuntun hidup kita.
Sikap hati yang lembut terhadap Tuhan dan kedewasaan rohanilah yang membuat Tuhan dapat “menuntun kita dengan mata-Nya.

Ketika saya masih kecil, ayah dan ibu saya hanya dengan memandangi saya dan itu sudah cukup ampuh melunakkan ‘kenakalan’ saya pada saat itu. Jika saya mulai nakal sebagai seorang anak kecil, mereka tidak selalu mengatakan sesuatu kepada saya. Hanya dengan sorot mata mereka, itu sudah cukup untuk memberikan saya tuntunan yang saya perlukan.

Apakah kita masih perlu untuk mendengar suara ‘halilintar’ dari balik mimbar? Suatu perkataan nubuatan yang tegas untuk meluruskan jalan-jalan kita? Atau kita sudah bisa memahami isi hati Tuhan yang terpancar dari wajah-Nya? Apakah kita memiliki hati yang cukup lembut sehingga mata-Nya saja sudah dapat menuntun dan menemplak hati kita yang berdosa?

Pandangan Tuhan menemplak Petrus, dan melalui nyanyian kokok ayam dia menangisi jalan-jalan hidupnya yang salah (Lukas 22:60-62).

Tuhan ada di mana-mana, tetapi Dia tidak mengarahkan wajah-Nya dan kemurahan-Nya ke segala tempat, hanya kepada orang-orang yang punya rasa lapar mencari wajah-Nya. Orang-orang yang punya rasa lapar akan hadirat-Nya. Orang-orang mencari wajah-Nya dengan menyembah Dia.

Rasa lapar Anda menyebabkan Anda merangkak ke pangkuan-Nya dan seperti seorang anak kecil, menjangkau wajah Tuhan dan mengarahkannya ke wajah Anda. Itulah hubungan yang diinginkan Tuhan yaitu, hadirat-Nya (wajah-Nya) menjadi fokus kita yang tertinggi. Jika Anda mencari wajah-Nya, yang Anda dapatkan ialah “Kasih Karunia-Nya.” Jika Anda mendapatkan “kasih karunia-Nya” maka mata rohani Anda akan terbuka.

Mazmur 119:18
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban- keajaiban dari Taurat- Mu.

Efesus 1:18
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan- Nya:betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan- Nya bagi orang- orang kudus,

Apabila mata rohani kita terbuka berikut beberapa keajaiban dan berkat Tuhan yang mengikuti hidup kita berdasarkan Kisah Kepahlawanan Yonatan:
1. Anda harus bisa melihat sesuatu yang telah Tuhan berikan (sediakan), bukan berfokus kepada sesuatu yang tidak Anda miliki.

1 Samuel 14:1
Pada suatu hari Yonatan bin Saul berkata kepada bujang pembawa senjatanya: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang Filistin yang di sebelah sana.” Tetapi tidak diberitahukannya hal itu kepada ayahnya.

Yonatan bisa melihat sesuatu yang telah Tuhan berikan (sediakan) bagi dirinya yaitu, seorang bujang dan senjata yang ada di tangannya. Dia tidak mau menaruh perhatian kepada sesuatu yang tidak ada. Dia tidak mau berpikiran kalau saja banyak tentara yang mendukungnya; kalau saja dia memiliki persenjataan yang lengkap; kalau saja Raja Saul, ayahnya mendukung dia; sesuatu yang Tuhan berikan kepadanya itu sudah cukup bagi untuk bangkit dan melawan musuhnya, orang Filistin.

Cara pandang ini menjauhkan Anda dari sikap suka mengecam, mengkritik, dan bersungut-sungut. Cara pandang ini membangun sikap hati yang suka syukur dan menghargai setiap pemberian Tuhan. Cara pandang ini mendorong Anda untuk melakukan tindakan-tindakan iman yang besar yang dapat mengubah sejarah hidup banyak orang.

Gunakanlah apa yang telah Tuhan berikan, serahkanlah itu untuk dipakai demi kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Anda akan melihat mujizat dan kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup Anda.

Bukankah Seorang janda di Sarfat hanya memiliki sedikit air, sedikit minyak dan segenggam tepung di dalam buli-bulinya. Ia diluputkan Tuhan dari bencana kelaparan dan kematian oleh karena dia bisa melihat sesuatu yang ada di tangannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan (1 Raja-Raja 17:7-10).

Jika sesuatu yang ada di tangan Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda, jadikanlah itu sebagai benih untuk ditaburkan dan percayalah Tuhan akan melipatgandakannya agar Anda terpelihara sempurna.

2. Anda harus bisa melihat kemungkinan dari pihak Tuhan yang mengasihi Anda bukan berfokus kepada ketidakmampuan dan ketidakmungkinan.

1 Samuel 14:6
Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang- orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.”

Dalam situasi sesulit apa pun Anda harus melihat kemungkinan dari pihak Tuhan. Ambillah langkah iman. Jangan ragu, jangan takut! Percayalah, pada saat Anda bertindak maka pada saat itu kuasa Allah akan bekerja memberi Anda kemenangan, mujizat dan berkat-berkat-Nya.

Yonatan tidak membiarkan dirinya larut dalam ketakutan dan kekalahan. Orang Filistin yang lebih kuat persenjataannya dan lebih besar jumlah pasukannya telah mengepung Israel.

Yonatan bangkit melawan Israel. Dia tidak mau menaruh perhatian terus menerus akan kesulitan menaklukkan kekuatan musuh; Dia tidak mau berfokus kepada kelemahan dan ketidakmampuannya. Yonatan mau bangkit sekarang, dia melihat kemungkinan dari pihak Tuhan yang mengasihi dia dan bangsanya Israel.

Jangan berfokus kepada ketidakmungkinan dan ketidakmampuan.
Apabila Anda terus menerus melihat kekurangan, kelemahan, ketidakmampuan, atau kesusahan Anda. Apabila Anda terus menerus melihat diri Anda ditolak, dibenci atau tidak dihargai maka Anda tidak akan pernah bisa bangkit untuk menaklukkan ‘musuh’ kehidupan Anda; sebaliknya Anda harus bisa melihat kemungkinan dari pihak Tuhan yang mengasihi Anda supaya Anda bisa melihat dan mengalami kuasa Allah untuk melakukan mujizat, terobosan dan kemenangan dalam hidup Anda.

Seorang anak yang hilang, ia tidak ragu dan takut untuk kembali pulang ke rumah bapa-nya sekali pun ia telah meninggalkan bapanya, berdosa terhadap sorga dan terhadap bapanya, ia telah menghamburkan uangnya. Ia justru melihat kasih bapanya, ia berkata, “Betapa banyak orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku.” (Lukas 15:17-18).

Kesombongan seringkali menghalangi kita mendapatkan belas kasihan Tuhan, justru apabila kita mau belajar merendahkan diri, percaya dan mengambil tindakan iman maka Tuhan akan membuka kesempatan-kesempatan, jalan-jalan yang selama ini tertutup, Tuhan akan mengirim orang-orang untuk membangun, menguatkan dan memberkati kita.

3. Anda harus bisa melihat “tanda perkenan” Tuhan atas hidup Anda.

1 Samuel 14:8-11
Kata Yonatan: “Perhatikan, kita menyeberang ke dekat orang- orang itu dan memperlihatkan diri kepada mereka. Apabila kata mereka kepada kita begini: Berhentilah, sampai kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan tidak naik mendapatkan mereka, tetapi apabila kata mereka begini: Naiklah ke mari, maka kita akan naik, sebab kalau demikian TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita.” Ketika mereka keduanya memperlihatkan diri kepada pasukan pengawal orang Filistin, berkatalah orang Filistin itu: “Lihat, orang- orang Ibrani keluar dari lobang- lobang tempat mereka bersembunyi.”

Yonatan bisa melihat tanda perkenan Tuhan sebelum ia mengambil tindakan iman untuk menyerang musuh-musuh.

Kata Yonatan: “Perhatikan, kita menyeberang ke dekat orang- orang itu dan memperlihatkan diri kepada mereka. Apabila kata mereka kepada kita begini: Berhentilah, sampai kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan tidak naik mendapatkan mereka, tetapi apabila kata mereka begini: Naiklah ke mari, maka kita akan naik, sebab kalau demikian TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita.” (1 Samuel 14:8-10)

Kita harus belajar untuk bisa melihat “tanda perkenan Tuhan” (sign of favor).
Tanda perkenan Tuhan (sign of favor)
itu bisa berupa rangkaian peristiwa dan kejadian; dipertemukannya dengan orang-orang yang tepat; serangkaian situasi dan kondisi; atau tanda dan keadaan alam di mana semuanya itu menjadi suatu rangkaian proses yang berkaitan untuk mewujudkan janji Allah dalam hidup kita sehingga kita mendapatkan keyakinan penuh untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan firman Tuhan.

Kemampuan kita melihat tanda perkenanan Tuhan (sign of favor) berkaitan erat dengan keintiman kita dengan Tuhan. Kemampuan kita melihat tanda perkenanan Tuhan dapat dilatih jika kita suka masuk dan duduk diam di dalam hadirat Tuhan. Kemampuan kita melihat tanda perkenanan Tuhan (sign of favor) akan meningkat apabila kita mau membangun kebiasaan membaca dan mempelajari firman-Nya; kita mau membangun kebiasaan masuk ke dalam hadirat Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan.

Ketika Tuhan menyuruh meluaskan lapangan parkir dan membangun gedung gereja GBI MPI di Palembang, maka Tuhan memberikan kepada kita tanda-tanda perkenanan (sign of favor) berupa tersedianya tanah di sebelah gedung gereja yang bisa dibeli, pemilik komplek mengizinkan untuk membuka tembok pembatas, dan terbitnya izin membangun gereja dalam tempo yang relatif cepat plus dukungan penuh jemaat GBI MPI Palembang.

4. Anda harus bisa melihat peluang di balik ancaman

1 Samuel 14:12-15
Orang- orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.” Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: “Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel.” Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh pembawa senjatanya. Orang- orang itu tewas terparang oleh Yonatan, sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya. Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya itu, besarnya kira- kira dua puluh orang dalam jarak kira- kira setengah alur dari sepembajakan ladang. Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah- penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

Yonatan bin Saul tidak menjadi takut saat mendapatkan ancaman orang-orang Filistin yang lebih kuat persenjataannya dan lebih banyak jumlah pasukannya, ia bisa melihat adanya peluang di balik ancaman dari orang-orang Filistin.

Pada saat Yonatan mendapat ancaman; pada saat itulah ia mulai mengambil tindakan iman untuk maju menyerang musuhnya. Pada saat Yonatan maju menyerang musuhnya, maka Tuhan turut bekerja menaklukkan musuh-musuhnya dan memberikan dia kemenangan yang gilang gemilang.

Seringkali Tuhan memberikan kita banyak peluang dan kesempatan, justru di tengah-tengah kesulitan dan ancaman. Orang-orang sukses, orang besar dan ternama mereka adalah orang-orang yang telah berhasil memetik peluang dan kesempatan di tengah-tengah kesulitan hidup mereka.

Ukuran kesulitan kita hari ini, merupakan ukuran dari masa depan kita.

Tuhan tidak memberikan Daud seorang “kurcaci” untuk ditumpas pada saat ia berada di Lembah Tarbantin namun Tuhan memberikan Daud seorang raksasa, bernama Goliat, sebab Tuhan hendak menyediakan kepada Daud masa depan yang lebih besar dan penuh harapan.

Ingatlah ini; Semakin besar kesulitan yang harus Anda taklukkan, semakin besar pula masa depan yang terbentang di hadapan Anda, oleh karena itu hadapilah dengan iman.

Tuhan Yesus memberkati