Kisah Ayub: Kunci Pemulihan Seutuhnya

Bisakah Anda membayangkan betapa pedih dan hancurnya hati Ayub pada saat ia melihat sepuluh orang anaknya tewas terpanggang hidup-hidup? Seluruh harta bendanya ludes habis di lalap api? Kemudian seluruh tubuhnya muncul penyakit kulit yang menyiksa dirinya bahkan istri yang dikasihinya itu menyuruh dia mengutuki Tuhan lalu mati.

Mengapa Allah mencatat kisah penderitaan Ayub di dalam Alkitab?
Saya percaya bahwa Allah ingin memberitahu kita adanya kebenaran yang akan mengubah hidup umat-Nya di balik kisah penderitaan Ayub.

Saya percaya bahwa Allah ingin memberitahu kita bahwa sesulit apa pun keadaan dan pergumulan hidup Anda, seberat apa pun penderitaan Anda, apabila Anda mau menaruh pengharapan kepada Tuhan, maka Dia akan bangkit dan bertindak membela Anda.

Ada beberapa kebenaran yang dapat kita pelajari dari kisah Ayub untuk menjadi kunci pemulihan hidup yang seutuhnya:
1. Anda harus mendapatkan dan mencintai firman Tuhan

Ayub 42:7
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

Tuhan berfirman kepada Ayub bahwa Dia sangat murka kepada Elifas dan kedua sahabatnya karena mereka tidak berkata benar tentang Tuhan.

Tuhan berfirman kepada Ayub dan meminta Elifas dan kedua sahabatnya bertobat dengan membawa korban persembahan; Tuhan meminta Ayub berdoa untuk sahabat-sahabatnya itu.

Inilah cara Tuhan untuk memulihkan keadaan Ayub! Tuhan perintahkan Elifas membawa korban persembahan; lalu Ayub yang berdoa kepada Tuhan untuk sahabat-sahabatnya. Sekarang Ayub memiliki persekutuan kembali dengan Tuhan lewat korban persembahan Elifas.

Kita tidak akan pernah dapat mengalami pemulihan dan berkat seutuhnya sampai kita bersedia menyambut firman dengan sukacita dan mencintai firman Tuhan.

Apabila kita ingin melihat Allah turut bekerja di dalam hidup kita maka seharusnya kita memiliki hati yang lembut terhadap firman Tuhan; kita tidak boleh berkata yang tidak benar tentang Tuhan namun kita harus membangun sikap hati yang bersahabat kepada Tuhan; kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati.

Dalam 2 Timotius 3:16-17 Rasul Paulus menjelaskan kegunaan dan manfaat firman Tuhan:
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun- tahun mereka.” (Ayub 36:11)

Awal dari pemulihan adalah Anda menerima kebenaran firman Tuhan; menyambutnya dengan gembira; dengarkan dan takluk lakukan dengan segenap hati.

2. Anda harus belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri tetapi belajar peduli atas kepentingan orang lain

Ayub 42:10
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat- sahabatnya, …

Perhatikan di sini, Tuhan memulihkan keadaan Ayub juatru di saat Ayub memperhatikan kepentingan orang lain (berdoa untuk sahabat-sahabatnya).

Di saat-saat sulit kita cenderung menjadi lebih egois, lebih mementingkan diri sendiri dan bersikap negatif. Namun kita harus mengerti bahwa Allah turut bekerja melakukan pemulihan dalam hidup kita justru ketika kita mau belajar peduli atas kepentingan orang lain, dan Ayub adalah bukti dan saksinya!

Tuhan memelihara dan memulihkan Janda di Sarfat dari bahaya kelaparan dan kematian dengan membangun kesadarannya untuk mendahulukan kepentingan Nabi Elia. Ia memberikan air untuk diminum dan roti untuk dimakan oleh Nabi Elia. Tuhan membuat minyak dan tepungnya tidak habis sampai Tuhan mencurahkan hujan (1 Raja-Raja 17:7-16).

Tuhan dapat memulihkan keadaan Anda hanya apabila Anda mau menyambut firman Tuhan dan mengizinkan firman itu mengubah Anda menjadi orang yang punya kasih sehingga Anda bisa peduli akan kebutuhan dan kepentingan orang lain.

3. Anda harus bisa menerima apa yang Tuhan berikan

Ayub 42:10b
…, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Allah memberikan pemberian-Nya kepada Ayub setelah Dia berfirman dan memulihkan keadaan Ayub. Ketika Ayub telah menjadi pulih maka Tuhan memberikan pemberian-Nya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Pulih bisa berarti juga sembuh; dewasa; matang; punya kesanggupan untuk mengurus atau mengelola pemberian Tuhan.

Allah memberi karena kita meminta kepada-Nya;
Allah memberi karena Ia tahu kita sudah siap dan sanggup untuk menerima pemberian-Nya;
Allah memberi karena Dia mau kita penuh dengan sukacita dan menjadi saksi-Nya (Yohanes 16:24).

4. Tuhan bukan hanya memulihkan dan memberikan pemberian-Nya tetapi juga memberkati Ayub

Ayub 42:12
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.

Di sini proses pemulihan seutuhnya adalah: Tuhan berfirman, firman itu mengubah Ayub menjadi orang yang peduli maka Tuhan memulihkan keadaan Ayub; kemudian Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Apakah artinya “Tuhan memberkati?”
1). Tuhan melindungi dan memelihara apa yang telah diberikan-Nya.
2). Tuhan melipatgandakan menjadi bertambah banyak apa yag telah diberikan-Nya.
3). Tuhan memberikan karunia untuk menikmati pemberian-Nya itu.

Tuhan Yesus memberkati