Yesaya 54:2-3
“2 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali- tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh- kokoh patok- patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa- bangsa, dan akan mendiami kota- kota yang sunyi.”

Tahun ini adalah tahun pemulihan seutuhnya dan tahun perluasan dalam setiap kehidupan kita. Tetapi ada satu pertanyaan yang harus kita jawab, “Apakah yang akan kita perluas di tahun ini?” Apakah pribadi kita yang akan kita kembangkan, pekerjaan kita, pelayanan kita, atau kehidupan rohani kita dengan Tuhan?

Jika berbicara tentang perluasan, itu berarti berbicara tentang menduduki tempat-tempat yang baru. Tempat yang belum pernah kita ada di sana, tetapi kita disuruh oleh Tuhan untuk memperluas daerah kita. Kita harus memiliki kesadaran yang tinggi bahwa, di setiap tempat yang baru, tahun yang baru, hari yang baru, maka harus ada Tuhan di depan kita. Tahun ini adalah tahun dimana Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan susu dan madu. Tahun dimana kita akan mengalami segala yang terbaik dari Tuhan yang akan diberikan-Nya kepada setiap kita.

Perlu kita ketahui dan mengerti bahwa untuk ekspansi atau perluasan, pasti ada penghalang yang harus kita hadapi. Untuk mengalami ekspansi, kita tidak bisa berpikir bahwa kita akan berjalan di jalan yang bebas hambatan atau jalan tol untuk menuju ke tempat tujuan kita. Tetapi kita harus percaya, ada Tuhan yang berjalan di depan kita dan DIA selalu memberikan jalan keluar kepada setiap kita. Jika Tuhan beserta dengan kita, maka kita diberikan anugerah, kasih karunia, dan pertolongan yang tepat pada waktunya.

Untuk mengalami ekspansi, kita harus terlebih dahulu menyingkirkan penghalang-penghalang yang ada di depan kita. Ada empat penghalang ekspansi:
1. Pertama, Diri kita sendiri.
Yesaya 62:10 berkata, “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa.”

Kita harus menguatkan hati kita untuk menjadi orang yang tekun, setia, untuk menjadi orang-orang yang akan melihat kemenangan yang besar.

Ada beberapa batu penghalang yang harus kita singkirkan di dalam diri kita,
1). Batu yang pertama adalah “dosa”.
Yesaya 59:1-2
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran- Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Dosa adalah salah satu penghalang untuk kita dapat mengalami ekspansi. Jangan pernah untuk berkompromi dengan dosa, kita harus tetap ada di jalur kebenaran.
Iblis selalu membawa kita ke masa lalu, tetapi Tuhan selalu membuat kita melihat dan membawa kita ke masa depan.

2). Batu yang kedua adalah “tidak mau bertumbuh karena sikap hati yang salah”.
Matius 13:5-6
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu- batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Mengapa benih itu tidak berakar sampai ke dalam? Karena masih ada batu-batu yang menghalangi akar itu untuk tumbuh dan masuk ke dalam. Kita tidak dapat bertumbuh karena masih ada kesombongan, keangkuhan, yang semuanya itu menjadi penghalang atau penghambat untuk kita bertumbuh. Tidak bertumbuh karena tidak mau dibentuk oleh Tuhan, dapat menjadi penghalang untuk kita ekspansi.

2. Kedua, Tidak ada kesatuan, saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.
Lukas 3:4-6
seperti ada tertulis dalam kitab nubuat- nubuat Yesaya:Ada suara yang berseru- seru di padang gurun:Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi- Nya. 5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku- liku akan diluruskan, yang berlekuk- lekuk akan diratakan, 6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. “

Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Tuhan berkata melalui Yohanes pembaptis agar kita menimbun lembah-lembah.
Sebelum ekspansi besar terjadi, harus dimulai dulu dengan adanya “unity” atau “kesatuan”. Timbun lembah-lembah memiliki arti, setiap kita harus saling menutupi kekurangan dan kelemahan antara satu dengan yang lain. Gunung-gunung yang tinggi yaitu kesombongan dan keangkuhan kita harus diratakan karena jalan Tuhan harus lurus.

Setiap orang pasti memiliki kelemahan dan kekuarangan. Tetapi jika kita berbicara untuk ekspansi, maka setiap kita harus siap untuk menutupi kelemahan dan kekurangan antara satu dengan yang lainnya. Jika kita mau mengalami ekspansi, maka kita harus siap dan mau untuk menerima segala kelemahan dan kekurangan orang lain.

Roma 14 : 1 berkata, Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.”

3. Ketiga,, membuat perhitungan dengan Tuhan ( Menghemat ).
Yesaya 54 : 2a berkata, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya…”

Untuk melakukan ekspansi atau perluasan kita jangan menghemat kekuatan ataupun waktu kita untuk Tuhan. Dengan perkataan lain dapat diartikan, untuk Tuhan, dan untuk melakukan ekspansi kita perlu “boros”.

Pelajaran yang dapat kita ambil bahwa segala sesuatu yang kita punyai di dunia ini termasuk kekayaan, adalah dari Tuhan. Semua yang ada pada kita adalah sesuatu yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita. Jika semua yang kita kerjakan itu untuk Tuhan, maka kita tidak akan menahan-nahan apa yang harus kita lakukan, untuk melihat ekspansi atau perluasan itu terjadi.

4. Empat, Tidak memiliki otoritas dari sorga.
Yesaya 54:2b “…panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu.” Patok itu mewakili dan berbicara mengenai “otoritas”.

Tuhan berkata agar kita memancangkan patok-patok kita. Bukan hanya satu patok, tetapi Alkitab mengatakan patok-patok yang berarti lebih dari satu. Hal itu berbicara tentang ekspansi atau perluasan. Tetapi tanpa otoritas dari Tuhan, kita tidak akan mengalami ekspansi.

Otoritas juga berbicara mengenai “urapan Tuhan” dan “kuasa Tuhan”. Kalau kita memiliki urapan dari Tuhan, apa saja yang kita lakukan semuanya akan menjadi sangat luar biasa, baik dalam usaha pekerjaan maupun dalam pelayanan kita.
Untuk mengalami ekspansi atau perluasan ada banyak halangan di depan kita. Tetapi jika kita memiliki otoritas dari sorga yaitu urapan dan kuasa Tuhan, kita akan mengalami ekspansi yang luar biasa di dalam kehidupan ini. Tuhan Yesus Memberkat