Karunia pertama yang diberikan Allah kepada Adam adalah otoritas untuk memberi nama. Apabila seekor binatang diberi nama “Gajah” maka masa depan binatang itu adalah menjadi Gajah. Allah memberikan kuasa yang luar biasa kepada Adam untuk menamai masa depan, kuasa di dalam perkataan.

Allah pun telah memberi Anda kuasa dalam perkataan Anda. Anda harus menamai ulang saat-saat penting hidup Anda. Pada saat Anda menamai ulang saat-saat penting dalam hidup Anda, pada saat itu Anda sedang menabur sebuah benih bagi hari depan Anda yang penuh harapan.

Lukas 23:39-43
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri- Mu dan kami!” 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” 42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” 43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama- sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Sementara seorang penjahat itu menerima nasib dan masa depannya sebagai penjahat yang akan menerima hukuman yang setimpal atas kejahatannya, bahkan ia dengan berani menghujat Yesus yang tersalib di sisinya; Tetapi ada seorang penjahat yang lain, ia memutuskan untuk “menamai ulang” saat-saat kritis di dalam hidupnya dengan berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Sebuah keputusan yang berani dan sulit, sebab di dalam Injil Matius 27:44 ditulis bahwa beberapa saat sebelumnya ia pun turut mencela Yesus. Ia membalikkan keadaan dengan pertobatannya. Ia membalikkan keadaan dengan merendahkan diri dan berdoa: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Ia menamai ulang saat-saat penting dalam hidupnya.

Tahukah Anda upah yang diterima oleh penjahat itu? Yesus berkata, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Sebuah kisah fenomenal tentang pembalikkan keadaan!
Seorang Penjahat yang seharusnya mati binasa karena dosa dan kejahatannya, namun pada saat ia menamai ulang saat-saat kritis dalam hidupnya. Ia menerima keselamatan dan hidup kekal bersama Tuhan Yesus.

Mungkin Anda sedang menghadapi pergumulan hidup yang berat; mungkin Anda sedang mengalami tekanan dalam keuangan; mungkin Anda sedang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhan menurut dokter; atau mungkin Anda sedang menghadapi krisis dalam pernikahan Anda. Jika Tuhan memberi upah kepada seorang penjahat yang menamai ulang saat-saat kritis dalam hidupnya, Tuhan juga akan melakukan hal yang sama bagi Anda. Tuhan juga memberikan upah bagi Anda.

Menamai ulang saat-saat penting dalam hidup kita, artinya kita hendak menetapkan arah yang lain di dalam hidup kita dengan mengizinkan Tuhan membawa orang-orang tertentu dalam hidup kita dan mengizinkan Tuhan menyingkirkan orang-orang tertentu dari hidup kita.

Menamai ulang berarti kita sedang menetap sebuah tekad untuk mewujudkan Visi dan Janji Allah bagi hidup kita. Kita bisa menamai bulan-bulan atau tahun tertentu, seperti bulan ini menjadi “Bulan Kegirangan dan Suka Cita.” Tahun 2013 menjadi Tahun Pemulihan Seutuhnya.

Tuhan Yesus memberkati