Amsal 18:14
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”

Menjaga diri untuk tetap bersemangat adalah suatu cara hidup yang hebat. Semua orang besar yang telah mengubah dunia ini adalah orang-orang yang memiliki semangat hidup dan menjaga hidupnya tetap bersemangat. Tuhan pun akan memberikan mereka hidup-Nya dan umur yang panjang (1 Petrus 3:10-12).

Jika Anda memiliki semangat dan tetap bersemangat maka Anda dapat menanggung penderitaan seberat apa pun dalam hidup Anda. Anda pun bisa melayani orang lain, Anda bisa ikut menanggung penderitaan mereka.

Segala sesuatu bisa hilang, tetapi semangat hidup tidak boleh hilang dari hidup Anda. Itulah sebabnya untuk memelihara semangat hidup firman Allah menasehatkan kita untuk memelihara hati.

Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Kisah seorang Ibu yang dapat bertahan di dalam penderitaannya. Ia mengindap penyakit kanker di mana dokter menyatakan bahwa umurnya tidak akan lebih dari 12 bulan, padahal pada saat itu suaminya baru saja meninggal dunia. Ia dapat bertahan hidup lebih lama dari perkiraan dokter dan ibu ini bisa membesarkan anak laki-lakinya sampai lulus kuliah dan mendapat pekerjaan yang baik, hal ini disebabkan oleh karena ibu ini mempunyai semangat hidup dan menaruh pengharapannya kepada Tuhan (Kesaksian Ps Cho Yonggi),

Cara menjaga hati untuk tetap memiliki semangat hidup dan tetap bersemangat
Alkitab mengajarkan strategi berikut ini:

1. Janganlah Kuatir tentang Apa pun Juga —
Filipi 4:6

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Kekuatirkan tidak dapat mengubah apapun juga. Kekuatiran itu hanya membuat Anda berjerih lelah dan bersusah hati tanpa melakukan apapun. Tidak ada apa pun yang bisa dihasilkan dari kekuatiran. Kekuatiran memadamkan semangat hidup.

Kekuatiran adalah sebuah respons dari hasil pembelajaran dan latihan. Kita belajar kuatir dari; orang tua; pasangan; sahabat; atau dari pengalaman hidup. Ada kabar baiknya. Karena kuatir adalah hasil dari pembelajaran maka kita bisa belajar untuk tidak mudah kuatir.

Bagaimana belajar untuk tidak menjadi kuatir?
Tuhan Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).

Maksud- Nya, “Nikmatilah hidup hari ini pada saat ini juga. Lakukanlah sesuatu yang bisa Anda kerjakan sekarang, serahkanlah hasilnya kepada Tuhan.

Lakukanlah apa yang menjadi bagian tanggung jawab kita dan serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab Tuhan yaitu: hasil dari pekerjaan kita!

2. Berdoalah untuk Segala Sesuatu —
Filipi 4:6

“… tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa...”

Selanjutnya, sebagai ganti kuatir, gunakanlah waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan. Doa adalah salah satu cara untuk memelihara semangat hidup dan membuat Anda tetap bersemangat.

Apabila kita berdoa sebanyak apa yang kita kuatirkan, maka kekuatiran kita akan berkurang; damai sejahtera akan memenuhi hati dan pikiran kita. Semangat hidup kita meningkat dan kekuatan kita semakin meningkat.

Beberapa orang berpikir bahwa Tuhan hanya peduli akan urusan-urusan rohani saja, seperti berapa banyak orang yang telah saya undang datang ke gereja atau masalah-masalah pelayanan gereja.

Apakah Tuhan menaruh perhatian juga atas keuangan kita? Atas kesehatan kita? Atas masa depan dan study anak-anak kita?

Jawabannya: Ya, Dia peduli atas setiap rincian hidup Anda; Itu berarti bahwa Anda bisa membawa semua masalah Anda kepada Tuhan lewat doa.

3. Ucapkanlah Syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu —
Filipi 4:6

“… tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Setiap kali kita berdoa, kita harus menyertakan ucapan syukur di dalam doa-doa kita.

Apabila kita melatih diri kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan; maka hal ini akan dapat meningkatkan semangat hidup dan pada akhirnya akan meningkatkan daya tahan tubuh kita.
Kita akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi stress atau tekanan hidup dan tidak mudah terserang penyakit.

Mazmur 100:4
Masuklah melalui pintu gerbang- Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran- Nya dengan puji- pujian, bersyukurlah kepada- Nya dan pujilah nama- Nya!

Mengucap syukur akan membuat hidup menjadi lebih berbahagia. Mengucap syukur dengan hati yang bersyukur adalah satu-satunya cara untuk membuka pintu gerbang hadirat Tuhan. Di dalam hadirat-Nya Anda akan mendapatkan semangat yang baru, kekuatan yang baru.

Kita mengucap syukur karena kita mengingat kebaikan dan kasih Tuhan; kita mengingat perbuatan ajaib Tuhan atas hidup kita, yaitu:
Saat-saat di mana Tuhan menyembuhkan penyakit kita.
Saat-saat di mana Tuhan meluputkan kita dari maut atau kecelakaan.
Saat-saat kelahiran anak kita atau cucu kita.
Saat-saat di mana Tuhan mengirimkan seseorang untuk menguatkan, membuka jalan, dan menolong kita pada saat kita menghadapi jalan buntu, bingung dan sedih.
Saat-saat Tuhan memberikan kita keberhasilan.

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk merayakan perayaan-perayaan tertentu supaya mereka tidak melupakan apa yang telah Tuhan lakukan atas hidup mereka, dan dengan demikian mereka dapat menceritakan kembali kisah-kisah kebaikan Tuhan dan perbuatan Tuhan yang ajaib kepada generasi-generasi berikutnya.

Salah satu contohnya adalah Perayaan Paskah, wajib diperingati! Mereka menghentikan semua pekerjaannya untuk merayakan hari di mana Tuhan telah melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Perayaan-perayaan ini wajib dirayakan, bangsa itu dituntut untuk merayakan dan menghadirinya untuk mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan kepada mereka.

Pada bagian lain, Alkitab mencatat bagaimana umat Tuhan menaruh “Batu-Batu Peringatan” sebagai tanda-tanda besar untuk mengingatkan kemenangan besar yang Tuhan berikan kepada mereka. Setiap kali mereka atau generasi berikutnya melewati suatu tugu peringatan, mereka akan mengingat kasih dan kebaikan Tuhan atas mereka (dibaca: Yosua 4:4-8)

Kita pun perlu mengambil waktu-waktu dalam hidup kita untuk mengingat “Kasih dan Kebaikan Tuhan” yaitu, dengan mengingat saat-saat kita diselamatkan mengalami kelahiran baru; saat-saat kita mendapatkan kesembuhan atas penyakit; saat saat kita mengalami pemulihan atas masalah dan kesulitan hidup; saat-saat kita mendapatkan berkat Tuhan dan mujizat-mujizat-Nya.

Ada beberapa cara praktis untuk mengingat kebaikan Tuhan:
1). Seorang hamba Tuhan yang lolos dari maut karena serangan jantung disembuhkan dengan mujizat, ia membuat “batu peringatan” dengan memesan sebuah batu cincin untuk dipakai di jari manis. Setiap kali ia melihat batu cincin itu, dia terkenang akan mujizat kesembuhannya itu, kemudian ia menaikkan syukurnya kepada Tuhan.

2). Anda dapat memberikan persembahan ucapan syukur kepada Tuhan bahwa Anda telah dipromosi; Anda telah disembuhkan; Anda mendapatkan seorang anak mujizat; Anda bisa berulang tahun setelah melewati masa-masa kristis dalam hidup Anda; atau hal-hal lainnya.

Mengucap syukur kepada Tuhan dengan mengingat kasih dan kebaikan Tuhan dengan cara-cara di atas merupakan cara untuk membangun iman dan menjaga diri kita untuk tetap bersemangat.

Apabila Anda membangun kesadaran akan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda, sebagai alasan Anda untuk memelihara rasa syukur dan bisa mengucap syukur maka Anda tidak akan menjadi ragu dan berpikir: “Apakah Tuhan sanggup menolong saya keluar dari masalah ini?”
Anda akan dapat mempercayai Kuasa di dalam nama Tuhan Yesus, dan Kuasa Kebangkitan-Nya untuk memberkati Anda, menyembuhkan Anda dan memulihkan Anda bahkan mengubah hidup Anda.

Orang yang melupakan kebaikan Tuhan adalah orang yang tidak tahu mengucap syukur. Orang yang tidak tahu mengucap syukur adalah orang yang menderita dan tidak berbahagia hidupnya. Mereka tidak pernah merasa puas. Tidak pernah merasa cukup.

Apabila kita melatih kebiasaan mengucap syukur dalam segala hal, maka kita sedang mengurangi stress di dalam hidup kita, meningkatkan semangat hidup dan tetap bersemangat.

4. Pikirkanlah Hal-Hal yang Benar —
Filipi 4:8

Jadi akhirnya, saudara- saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Jika kita ingin mengurangi stress dalam hidup kita, jika kita ingin tetap bersemangat maka kita harus mengubah cara kita berpikir karena cara kita berpikir akan menentukan perasaan kita. Dan perasaan kita akan menentukan tindakan kita.

Alkitab mengajarkan bahwa jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu mengubah apa yang selalu kita pikirkan.

Kita sendiri harus memutuskan untuk memikirkan hanya hal-hal “yang benar dan sedap didengar.” Sebab Akar penyebab stress adalah karena kita memilih cara berpikir yang salah; cara berpikir yang membesar-besarkan kekuatiran; cara berpikir yang negatif, yang mana semua itu bisa membuat kita menjadi stress, mematahkan semangat hidup.

Kita perlu menaruh perhatian dan memikirkan janji firman Tuhan; mengingat kebaikan Tuhan atas hidup kita.

Apakah hasilnya bila kita tidak KUATIR; BERDOA untuk SEGALA SESUATU, MENGUCAP SYUKUR dan BERFOKUS kepada HAL-HAL yang BENAR?

Rasul Paulus memberitahu kita hasilnya adalah
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7)

Tuhan Yesus memberkati