Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Hati adalah sumber dari kehidupan. Pemulihan dan kelimpahan dimulai dari hati. Apabila Anda menjaga hati seperti Anda menjaga barang berharga, maka Anda sedang memelihara kehidupan.
Mengapa kita perlu menjaga hati dengan segala kewaspadaan?

Sebab Allah selalu bekerja dari hati seseorang.

Bukankah pada saat kita bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pada saat itu darah Kristus yang ajaib menyucikan hati nurani dari perbuatan yang sia-sia sehingga kita bisa beribadah kepada Allah yang hidup ( Ibrani 9:14). Bukankah Allah memberkati orang yang bersih tangannya dan murni hatinya? (Mazmur 24:3-5).

Ada beberapa cara untuk menjaga hati:
1. Jagalah PERKATAAN Anda.

Amsal 4:24
Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak- dalik dari padamu.

Saat Anda menjaga perkataan, Anda sedang menjaga hati Anda.
Pada saat Anda terus menerus mengucapkan perkataan negatif, pesimis, keluhan, kekecewaan, kemarahan, perkataan mengecam dan menyerang, maka Anda akan kehilangan damai sejahtera dan sukacita; hati Anda akan berduka dan terluka sebab Anda telah mendukakan Roh Kudus (Efesus 4:30-32)

Sebaliknya apabila Anda terus menerus memperkatakan perkataan firman Tuhan, perkataan nubuatan, perkataan membangun maka hati Anda akan melimpah dengan ucapan syukur dan nyanyian pujian kepada Tuhan. Pada saat itu Anda membangun atmosfer hadirat Tuhan; Anda membawa Tuhan masuk ke dalam situasi dan keadaan Anda; pada saat itu juga Anda akan melihat mujizat dan kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup Anda.

Apabila Anda ingin menjaga hati yang adalah pancaran kehidupan maka Anda harus membuang mulut serong dan menjauhkan bibir yang dolak- dalik.

2. AMPUNILAH diri Anda dan BERFOKUSLAH ke depan

Amsal 4:25
Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.

Anda tidak bisa menaruh perhatian atas masa lalu dan masa depan dalam waktu yang bersamaan. Tuhan akan membuka pintu-pintu di depan Anda apabila Anda menutup pintu-pintu yang di belakang.

Mohonlah belas kasihan dan anugerah untuk bisa mengampuni kesalahan diri sendiri dari rasa bersalah atas keputusan, perkataan, tindakan Anda di masa lalu. Ampunilah kesalahan orang lain dan orang-orang yang telah berbuat jahat kepada Anda.

Berdoalah dan mohon Tuhan memberikan Anda kesanggupan untuk tidak lagi mengingat perkara-perkara yang membuat Anda kecewa, marah, kuatir, takut, rasa tidak berharga dan rasa bersalah; menjauhkan Anda dari orang-orang yang akan membawa kembali ke masa lalu.

Yesaya 43:18-19
firman- Nya:”Janganlah ingat- ingat hal- hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal- hal yang dari zaman purbakala! 19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai- sungai di padang belantara.

3. Anda harus SETIA (tekun) kepada perkara kecil untuk mendapatkan perkara besar

Amsal 4:26
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

Tuhan tidak akan pernah memberikan kita sebuah gunung emas hanya karena kita adalah orang Kristen. Tetapi Tuhan akan memberikan kita sebuah ‘penghasilan’ supaya kita mengelola dengan benar. Apabila Anda bisa mengelola penghasilan Anda saat ini dengan benar menurut firman Tuhan, maka Tuhan akan memberikan Anda penghasilan yang lebih besar untuk Anda kelola (Lukas 16:10-12).

Jika Anda tidak bisa mengurus hal-hal kecil, Anda tidak bisa mengurus hal-hal yang lebih besar. Lalu bagaimana Anda bisa mendapatkan kekayaan yang sesungguhnya?

Cara Tuhan memberkati orang-orang yang memulai pernikahannya di sebuah rumah kontrakan, kemudian mereka bisa membeli rumah yang lebih besar oleh karena mereka telah merawat rumah kontrakannya itu, bekerja dengan tekun dan mengelola penghasilan mereka dengan benar.

Cara Tuhan memberkati dan melipatgandakan bisnis-bisnis, pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan-pelayanan yang dimulai dari skala kecil dan sekarang menjadi besar oleh karena mereka telah menjadi pengelola yang baik.

Alkitab berkata, “Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap (tekun, setia) segala jalanmu.”

Jika Anda tidak bisa mengurus apa yang telah Tuhan berikan maka Dia tidak akan pernah bisa menjawab apa yang Anda minta dan doa, sebab mata Tuhan mengamati Anda untuk memperhatikan seberapa baiknya Anda mengelola apa yang Dia telah berikan kepada Anda, sebelum Dia memberikan lebih banyak lagi kepada Anda.