Yohanes 3:27
Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.”

Cobalah tanyakan: hidup ini sulit atau mudah?
Jawabannya tergantung cara kita melihat hidup ini.
Namun jika kita bisa mengerti ayat firman Tuhan di atas, saya yakin hidup ini akan menjadi lebih mudah dan lebih indah.

Hidup menjadi lebih sulit, berat dan melelahkan apabila kita selalu memaksakan kehendak sendiri untuk mendapatkan sesuatu. Kita harus mengerti bahwa Penentu hidup itu adalah Tuhan! “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.”

Apakah kita akan menerima atau tidak?
Apakah yang telah kita terima itu masih boleh terus dinikmati dan bertambah banyak?
Semuanya itu ditentukan oleh Tuhan.

Seperti contohnya tentang nafas hidup.
Kita tidak bisa menentukan hidup kita sendiri, kita cuma bisa berharap bisa diberikan umur panjang dengan kekuatan dan kesehatan yang prima tetapi penentunya adalah Tuhan.

Contoh lainnya tentang jodoh.
Anda suka, Anda cinta, Anda sudah memberikan perhatian dan berkorban tetapi jika Tuhan berkata bahwa dia bukan milikmu, ya sudah. Anda tidak usah kecewa, menjadi pahit supaya hidupmu tidak sulit dan lelah.

Apa pun yang Anda minta dan doakan kepada Tuhan, ujung-ujungnya Anda harus mengakui bahwa Tuhanlah yang menentukan semuanya itu. Apakah Anda akan mendapatkannya atau tidak.

Apabila Tuhan memberikan sesuatu kepada kita, Dia pun ingin memastikan apakah pemberian-Nya itu bisa dikelola dan diurus dengan baik serta memberikan hasil untuk kebaikan banyak orang dan nama Tuhan dimuliakan.

Ada 3 faktor yang membuat sorga memberikan berkat dan warisan-Nya kepada kita:
1. Tuhan itu melihat KESANGGUPAN kita.

Matius 25:14-15
Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba- hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing- masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Tuhan memberikan talenta kepada tiap orang menurut kesanggupannya. Ukuran pemberian dari Tuhan ditentukan oleh kesanggupan kita mengurus dan mengelola pemberian-Nya itu.

Kalau Tuhan mau memberikan sesuatu maka Dia akan mengukur “kemampuan” kita, dan yang paling tahu kemampuan kita adalah Tuhan. Tuhan tidak akan memberi melampaui kesanggupan kita, jika dipaksakan maka kita akan jatuh dan hancur. Oleh karena itu kita patut berdoa agar diberikan kesanggupan menerima sesuai dengan porsi kita. Kitab Amsal menulis doa yang cukup bagus sebagai berikut:

Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal- Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Jika Anda seorang yang suka belajar, suka berlatih dan mau diajar dan dilatih, maka kesanggupan Anda akan meningkat. Seiring peningkatan kesanggupan Anda, maka Tuhan akan melipatgandakan pemberian-Nya kepada Anda.

Awalnya pada saat Daud berperang melawan Goliat, dia hanya menggunakan sebuah ketapel dan 5 batu licin sebab ia tidak bisa menggunakan pedang tombak dan memakai baju perang. Oleh karena Daud meningkatkan kesanggupannya untuk berperang, maka Tuhan memperbesar “pemberian-Nya” menjadi Daud sebagai panglima perang, selanjutnya Daud diangkat menjadi Raja atas Israel. Pemberian Tuhan sejalan dengan kesanggupan Anda.

Tahapan selanjutnya, Anda harus memiliki “hati yang mulia.” Hati yang mulia adalah prasyarat memiliki berkat-berkat yang mulia.

2. Tuhan itu melihat hati yang bisa dipercaya atau hati yang mulia.

Matius 21:33-43
Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap- penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba- hambanya kepada penggarap- penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap- penggarap itu menangkap hamba- hambanya itu:mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba- hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan- kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya:Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap- penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain:Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap- penggarap itu?” Kata mereka kepada- Nya:”Ia akan membinasakan orang- orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap- penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka:”Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Para penggarap kebun anggur ini adalah orang-orang yang memiliki KESANGGUPAN untuk menggarap kebun anggur. Mereka adalah orang-orang yang diberikan kepercayaan untuk menggarap kebun anggur itu oleh tuan tanah, pemilik kebun. Mereka berhasil mengurus dan mengelola kebun anggur itu hingga menghasilkan buah.

Pada saat mereka telah berhasil mengelola kebun anggur itu, mereka berusaha untuk menguasai hasil kebun dan mengambil alih kebun itu untuk menjadi miliknya sendiri.
Mereka membunuh hamba-hamba utusan pemilik kebun itu, bahkan mereka pun membunuh anak pemilik kebun anggur itu.

Apa reaksi tuan tanah, pemilik kebun anggur itu melihat perbuatan para penggarap yang hebat namun jahat hatinya? Mereka semuanya dibinasakan oleh tuan tanah, pemilik kebun anggur, kemudian kebun itu diserahkan kepada penggarap-penggarap yang lain yang akan menyerahkan hasil kebun itu kepada tuan tanah pada waktunya.

Matius 21:41
Kata mereka kepada- Nya:”Ia akan membinasakan orang- orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap- penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”

Apakah Anda mengerti bahwa semua pemberian Tuhan berupa talenta, skill, usaha, pekerjaan, pelayanan, jabatan, kekayaan bahkan nafas hidup ini adalah milik kepunyaan Tuhan? Tahukah Anda bahwa semua pemberian-Nya itu adalah ibarat sebuah “kebun anggur.” Kita adalah para “penggarap” dari kebun anggur itu.

Ingatlah bahwa Tuhan selalu menuntut hasil dan buah dari semua pemberian-Nya itu. Anda harus menghadap Tuhan dan mempertanggungjawabkan semua pemberian itu.

Apakah Anda mengurus dan mengelola dengan baik?
Apakah pemberian-Nya itu membawa kemajuan bagi pekerjaan dan kerajaan-Nya di bumi?
Adakah jiwa-jiwa yang diselamatkan lewat hidup kita? Adakah orang-orang lemah yang ditolong?
Adakah pemberian-Nya membawa kebaikan bagi banyak orang sehingga nama Tuhan dipuji dan dimuliakan?
Atau sebaliknya?

Tuhan memberikan berkat yang mulia hanya untuk orang yang hatinya mulia. Berkat yang mulia bukan untuk orang yang hatinya tidak mulia. Jika Anda memiliki kesanggupan, tambahkan juga dengan memiliki hati yang mulia supaya Tuhan bisa memberikan kepercayaan lebih banyak lagi.

Tahapan selanjutnya, Anda harus memiliki “pewahyuan” yang dihasilkan dari mengenal Yesus Kristus, Tuhan dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan di dalam hadirat-Nya.

3. Tuhan itu melihat pewahyuan kita akan Dia

Matius 13:23
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. ”

Pewahyuan itu timbul dari firman yang Anda dengarkan dan Anda mengerti. Pewahyuan akan Tuhan Yesus yang membedakan hidup Anda dengan orang lain. Pewahyuan akan mengubah arah hidup Anda.

Petrus mendapatkan pewahyuan tentang Siapa Tuhan Yesus itu, maka jalan hidupnya diubahkan (Matius 16:15-19). Penjahat di sebelah Yesus, yang satu turun ke neraka tetapi penjahat yang lainnya naik ke Firdaus bersama Tuhan Yesus karena ia mendapatkan pewahyuan tentang Siapa Yesus itu (Lukas 23:39-43)

Pewahyuan itu timbul dari mendengarkan dan mengerti firman. Anda bisa mendengarkan firman dan mengerti apabila Anda masuk ke dalam hadirat Tuhan. Di dalam hadirat Tuhan, Anda bisa mendengarkan suara-Nya dan mengenal Dia. Anda bisa masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan menyembah Tuhan. Anda menyembah Tuhan setelah Anda menaikkan ucapan syukur dan nyanyian pujian. (Mazmur 100:1-4).

Latihlah diri Anda untuk menyembah Tuhan!
Latihlah diri Anda untuk membaca Alkitab, belajar firman Tuhan.
Latihlah diri Anda untuk beribadah agar Anda mendapatkan pengertian dan pewahyuan akan firman-Nya.

Pewahyuan dan pengertian Anda bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, membuat Anda menjadi percaya dan diselamatkan. Pewahyuan dan pengertian Anda bahwa Yesus Kristus adalah Penyembuh, membuat Anda menjadi percaya dan disembuhkan dalam nama Tuhan Yesus.

Setiap orang bisa mendapatkan kesuksesan dan kemakmuran apabila mereka memiliki kesanggupan dan memiliki hati yang bisa dipercaya, Namun, mereka tidak akan pernah mendapatkan berkat dan warisan kekal, keselamatan jiwa dan hidup kekal sampai mereka memiliki pewahyuan dan pengertian akan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

Tuhan Yesus memberkati