Kecerdikan Mengelola Keuangan
Bacaan: Lukas16:1-9

Dalam perumpamaan tentang bendahara di atas, Tuhan Yesus memuji kecerdikan bendahara itu, bukan ketidakjujurannya. Kata kuncinya adalah bukan ketidakjujuran tetapi kecerdikan.
Pesannya: kamu jangan kalah cerdik dengan orang dunia.
Kecerdikan lebih daripada kekuatan fisik.

Bendahara itu berkata: “Mencangkul aku tidak bisa, mengemis aku malu. Tetapi aku tahu apa yang harus aku perbuat yaitu aku harus menjadi cerdik menyikapi keadaanku ini.

Setiap kali ada kesempatan “hutangilah” orang-orang lain dengan perhatian, kebaikan dan doa-doa Anda. Berikanlah sesuatu melebihi apa yang mereka harapkan. Itulah karakter Tuhan sebagaimana tertulis, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20).

Kecerdikan akan membuat Anda sukses dan berbahagia:
1. Berikanlah lebih banyak daripada yang orang lain diharapkan.
2. Buatlah dan isilah rekening tabungan Anda sebanyak-banyaknya dalam hidup orang lain,
dengan membuat mereka “berhutang” kasih, kebaikan, perhatian, pertolongan.

Saat Anda melakukan kesepakatan bisnis, tambahkan sesuatu yang tidak mereka minta; atau katakanlah Anda bersimpati dan berdoa untuk seseorang yang sedang berada dalam kesulitan hidupnya; atau berikanlah bantuan sesuatu yang mereka butuhkan pada saat itu.

Kata Cerdik bisa berarti sikap yang Murah Hati:
Tuhan Yesus mengajarkan prinsip demikian: mulailah memberi dari apa yang ada padamu, inilah prinsip memberi pinjaman (hutang).

Lukas 3:8-11
Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” Orang banyak bertanya kepadanya:”Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya:”Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga.”

Jika Anda diminta untuk memilih, Apakah Anda mau ditakuti, dikagumi, atau dicintai? Firrman Allah menasehatkan demikian:

2 Korintus 9:13-14
Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.”

Jika Anda mau dicintai: firman Allah menasehati agar Anda hidup dalam kemurahan hati dengan membagikan segala sesuatu kepada orang lain. Hasilnya adalah: Anda menjadi seorang yang tahan uji dalam pelayanan dan Anda membuat orang lain memuliakan Allah.

Arti Cerdik adalah Dapat Dipercaya:
1 Korintus 4:2,Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercaya.”

Arti Cerdik adalah dapat dipercaya:
1. Kita harus setia dengan segala sesuatu yang kita miliki.

Kita dititipi bukan hanya sebagian yaitu 10% yang akhirnya diserahkan kepada Tuhan, tetapi Tuhan pun menuntut kecermatan dan kecerdikan dalam mengelola yang 90% itu agar hasilnya dapat memuliakan nama Tuhan Yesus.

2. Kita harus setia dalam perkara-perkara kecil (Lukas 16:10)

Jika kita setia dalam perkara-perkara kecil, maka Tuhan dapat mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kepada kita. Oleh karena itu, janganlah mudah memboroskan uang untuk sesuatu yang tidak berguna dan memuliakan Tuhan.

Berkat di dalam Ketaatan Melakukan Firman Tuhan tentang keuangan:
1. Kita akan semakin akrab dan lebih intim dengan Tuhan.

Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Tuhan Yesus berkata: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi Dia dan akan menyatakan diri-Ku kepada-Nya.” (Yohanes 14:21)

Perintah apa yang harus dilakukan?
Kesetiaan kita melakukan perintah firman sehubungan dengan prinsip-prinsip keuangan, menunjukkan kasih kita kepada Tuhan.
Kesetiaan inilah yang membuat kita dapat semakin akrab dengan Tuhan.

Perintah-perintahNya antara lain:
1). Membawa persembahan persepuluhan (Maleakhi 3:10),
2). Persembahan buah sulung (Amsal 3:9-10), dan
3). Persembahan khusus berupa benih untuk pekerjaan Tuhan (2 Korintus 9:13-15).

2. Pengembangan Karakter.

Allah memakai uang untuk memurnikan karakter kita.
Bagaimana kita memperolehnya, menyimpannya, menggunakannya, dan memberikannya.
Bagaimana kita mengelola keuangan akan bisa menjadi kutuk atau menjadi berkat atas hidup kita.
Bagaimana kita mengelola keuangan dapat menunjukkan apakah kita adalah hamba uang atau bukan.

Orang lain dapat mengenal karakter seseorang dengan memperhatikan bagaimana cara mereka menggunakan uang. Tuhan menggunakan uang untuk menguji kehidupan kita, Ia menggunakan uang sebagai alat untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Dia.

Kisah seorang Samaria yang baik adalah sebuah contoh seseorang yang menggunakan harta untuk menolong orang yang dalam kesulitan (Lukas 10:25-37).
Nasehat Rasul Paulus untuk jemaat di Korintus, tentang roti untuk dimakan dan benih untuk ditaburkan, dan Allah akan melipatgandakan dan menumbuhkan buah-buah kebenaran (2 Korintus 9:11-15).

3. Keadaan keuangan kita akan stabil apabila kita mau menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam mengelola keuangan maka kita akan menjadi semakin bijak dalam membelanjakan uang; menabung untuk hari depan dan memberi untuk pekerjaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.