Ada 3 Sikap yang diperlukan untuk “Entering The Next Level:”

1. Kita harus berani melakukan apa yang Tuhan perintahkan, sekalipun kita belum pernah melakukannya atau sulit dan tidak mungkin dilakukan ~ Dicoba saja, Lakukan saja!
Yesaya 41:3
Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.

Kita ini biasanya suka “main aman” hanya mau melakukan apa yang biasa dilakukan. Namun jika Anda mau dipakai Tuhan dan mau mengalami “”entering the next level”, Anda harus berani mencoba, memulai sesuatu yang baru.

Saya tidak akan pernah menjadi seorang pengkotbah, jika saya tidak berani mencoba dan memulai untuk berkotbah; saya tidak akan pernah bisa memimpin doa di hadapan banyak orang, jika saya tidak pernah mau memaksakan diri saya untuk mencoba berdoa di depan banyak orang.

2. Kita harus berani melewati jalan yang belum pernah diijak oleh kaki kita.
Markus 6:37-38
Tetapi jawab- Nya:”Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada- Nya:”Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” 38 Tetapi Ia berkata kepada mereka:”Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata:”Lima roti dan dua ikan.”

Jika Anda merindukan Tuhan melakukan perkara besar dalam hidup Anda, maka Anda harus berani melakukan apa pun yang Tuhan perintahkan sekalipun belum pernah atau sulit dan tidak mungkin dilakukan.

Ketika Yesus hendak memberi makan lima ribu orang, Dia berkata: “Kamu harus memberi mereka makan!”

Mereka belum pernah memberi makan orang sebanyak itu, padahal mereka hanya mempunyai uang 200 dinar dengan makanan lima ketul roti dan dua ikan saja. Mereka melakukan perintah Tuhan dengan setia dan taat, akhirnya mujizat terjadi dengan cara yang ajaib. Lima ribu orang diberi makan dengan kenyang.

Matius 14:25-29
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:”Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia:”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada- Mu berjalan di atas air.”
Ketika Yesus memberi Petrus perintah: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air.

Perintah Tuhan itu sulit dan belum pernah dilakukan oleh Petrus, namun ketika ia keluar dari perahu dan ia mulai berjalan di atas air. Petrus menikmati pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan saat itu.

3. Kita harus saling menolong, saling menguatkan, dan saling mendorong supaya dapat bekerja sama dengan baik.
Yesaya 41:6-7
Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya:”Kuatkanlah hatimu!” 7 Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian:”Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku- paku, sehingga tidak goyang.

Ada orang-orang yang suka mencela apa pun yang dikerjakan orang lain. Sebaiknya kita janganlah menghabiskan banyak energi hanya untuk mencela dan merendahkan orang lain. Namun sebaliknya, kita perlu belajar untuk saling menguatkan, saling membangun dan saling mendoakan jika kita merindukan Tuhan melakukan perkara besar dalam hidup kita.

Kerendahan hati adalah kunci untuk bisa mengakui kelebihan orang lain dan menerima kekurangan orang lain sehingga kita bisa saling bekerja sama dan saling menerima satu dengan lainnya.

Bagaimana Tuhan Yesus bisa melipatgandakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan?
Yohanes 6:8-9
Seorang dari murid- murid- Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada- Nya:9 “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Oleh karena kerendahan hatinya maka Andreas sanggup menemukan seorang anak kecil yang memiliki lima ketul roti dan dua ekor ikan kemudian ia bekerja sama dengan anak itu untuk mengambil bagian dalam pelayanan Yesus memberi makan orang banyak.

Ingatlah ini, Tuhan biasa melakukan mujizat-Nya jika Dia menemukan orang-orang yang mau bekerja sama, hidup rukun dan saling membangun..