Dalam 1 Timotius 4:15 Rasul Paulus memberitahukan Timotius untuk mengalami kemajuan yang nyata terus menerus dalam pelayanannya (kotbah dan pengajarannya). Anda mungkin bertanya, “Bagaimana aku mengalami kemajuan yang nyata dalam pelayananku (berkotbah dan mengajar)?

Ada beberapa nasehat penting yang sangat berguna bagi Anda:
1. Cobalah Anda mendengarkan kotbah-kotbah dan pengajaran yang bagus dan diurapi.

Anda bisa bertumbuh dalam berkotbah dan mengajar, jika Anda suka atau sering mendengar kotbah dan pengajaran yang bagus.

Anda tidak perlu meniru gaya bicara atau gaya berkotbahnya, namun Anda harus menangkap pesan apa yang sedang disampaikan dan bagaimana cara mereka menyampaikan pesan.

2. Anda harus berusaha untuk mengerti betapa pentingnya pesan firman itu untuk dilakukan.

Yesus, Sang Guru Agung. Saat selesai berkotbah di Bukit Dia berkata: “Kamu harus mengetahui bahwa akan ada badai, hujan dan banjir.”

Lalu kata-Nya: “Sekarang, barang siapa yang mendengarkan firman dan mengabaikannya. Ia seumpama, orang membangun sebuah rumah diatas pasir. Ketika badai datang, hidupnya runtuh ditelan badai. Barang siapa yang mendengarkan firman dan melakukannya (hidupnya dibangun oleh firman). Ketika badai datang menghantam hidupnya, orang itu akan tetap kuat berdiri teguh.

Artinya: pasti akan ada badai yang datang menghantam hidup Anda, namun jika Anda membangun hidup Anda dengan firman Tuhan, maka respon Anda akan benar, dampaknya Anda diberkati Tuhan! (Matius 7:24-27)

3. Kotbah dan Pengajaran seharusnya disampaikan dengan sejelas mungkin, sampaikan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Coba tanyakan diri Anda sebelum berkotbah atau mengajar:
a). Pesan firman apa yang Anda ingin jemaat harus mengetahui? Apakah pesan itu relevan dan penting atau harus diajarkan? Apa berkat atau manfaat yang terkandung dari pesan firman itu?

b). Pesan firman apa yang Anda inginkan supaya dilakukan oleh jemaat? Lalu bagaimana cara melakukan pesan firman itu, agar jemaat mendapatkan berkat atau manfaatnya?

Jika Anda tidak bisa menjawab kedua pertanyaan di atas, Anda belum mempersiapkan dengan baik kotbah atau pengajaran Anda.

4. Anda harus “berkeringat” jika Anda mau berhasil dan mengalami kemajuan nyata dalam pelayanan Anda.

Semakin banyak waktu yang saya persiapkan untuk sebuah kotbah atau pengajaran, maka semakin baik dan berkualitas isi kotbah itu.

Ingatlah tidak ada kotbah yang bagus yang dihasilkan tanpa disiplin diri, kemauan belajar yang kuat, doa dan persiapan yang serius. Inilah yang saya sebut sebagai “faktor keringat.” Jika Anda tidak berkeringat Anda tidak akan mendapatkan yang terbaik.

Maksud saya, untuk dapat mengalami kemajuan yang nyata dalam pelayanan, kita harus bersungguh-sungguh mengerjakan bagian kita, maka Tuhan akan mengerjakan dengan dahsyat bagian-Nya.

Saya mendapatkan kesaksian seorang pengkotbah besar bahwa dia memerlukan waktu minimum 12 jam dalam seminggu untuk menyiapkan sebuah kotbah.

Dia berkata: “Jika saya meluangkan waktu saya untuk mempersiapkan kotbah, Tuhan biasanya memberikan saya sebuah pesan-Nya. Untuk itu ‘berkeringat’ adalah hal yang penting.”

5. Hidup intim dengan Tuhan Yesus.

Anda harus suka dan sering masuk dalam hadiratNya, mohonlah urapan-Nya turun atas pelayanan Anda, dan bangunlah diri Anda dengan terus berdoa dalam bahasa Roh, maka kuasa-Nya akan mengalir melalui kotbah dan pelayanan Anda.

Percayailah Tuhan. Harapkan Tuhan bekerja dalam hidup Anda. Lalu ucapkanlah syukur atas perbuatan-Nya yang ajaib!

Tuhan memberkati