Tuhan Yesus mengingatkan bahwa tidak ada orang yang tidak pernah disakiti hatinya, semua orang pernah sakit hati bahkan sampai terluka namun Dia menasehati kita agar jangan mengizinkan luka itu berakar “kepahitan” sehingga berbuah “kejahatan dan penyesatan.”

Harian Kompas menuliskan Kisah seorang laki-laki, dikenal dengan panggilan “Babe” ditangkap polisi setelah ia memperkosa 80 orang anak laki-laki beberapa di antara mereka dibunuh setelah diperkosanya. Mengapa Babe bisa menjadi begitu jahat dan kejam? Dia mengisahkan pengalaman hidupnya yang pahit. Saat ia masih remaja pernah mengalami perkosaan oleh seorang laki-laki bertubuh tinggi besar di daerah Lapangan Banteng Jakarta. Kepahitan hatinya telah membuahkan kejahatan dan penyesatan bagi orang lain yang tidak berdosa.

Banyak orang Kristen hidup dalam kekecewaan dan kemarahan, mereka hidup dalam kepahitan dan kegeraman
Mereka terluka di saat masih anak-anak diperlukan secara keras, tidak adil atau orang tua yang tidak peduli dan bercerai. Mereka terluka oleh guru, teman sekolah, atau terluka akibat kekerasan dalam rumah tangga dan kegagalan dalam pernikahan.

Akibatnya, mereka tidak bisa hidup dalam damai sejahtera; sulit hidup menerima dirinya sendiri dan orang lain; mudah sekali terluka dan melukai orang lain; memiliki kehidupan sexual yang menyimpang. Tuhan mau menyembuhkan kita, satu-satu jalan kesembuhan itu adalah dengan cara mengampuni.

Apakah berkat yang disediakan Tuhan bagi orang yang hidup penuh kasih mesra dan saling mengampuni?
Yesaya 30:26
“Terang Kemuliaan Tuhan akan terbit atas hidup kita pada waktu Tuhan membalut luka kita dan menyembuhkan bekas pukulan.”

Seorang gadis cantik berambut pirang jatuh cinta dengan seorang pemuda kulit hitam. Ia hamil di luar nikah. Pasangannya meminta dia untuk aborsi dengan alasan masih sekolah dan belum siap.orang tuanya pun memerintahkan dia untuk melakukan aborsi. Pikirannya sangat kacau dan hatinya sangat sedih saat itu. Ia sangat terluka dan menjadi takut.

Ia pergi mencari petunjuk Tuhan. Ia pergi ke gereja dan mendapatkan nasehat dari Gembala Sidang untuk mengampuni dirinya sendiri, mengampuni pasangannya dan orang tuanya. Pendeta itu menasehatkan agar jangan diaborsi kandungannya. Sekarang ia harus menghadapi resiko keluar dari rumah orang tuanya; menunggu kelahiran bayinya, membesarkan sendiri bayinya ini sambil sekolah dan bekerja.

Tahukan Anda siapa bayi yang dilahirkan gadis pirang ini? Israel Huogthon, seorang hamba Tuhan besar, penyembah yang membawa hadirat Tuhan. Ia adalah worship leader di Lakewood Church, Joel Osteen. Lagunya yang cukup terkenal adalah “I am a friend of God.” Israel Huoghton telah menjadi berkat besar bagi bangsa-bangsa oleh karena ibunya berani mengambil keputusan berani untuk mengampuni, memelihara dan membesarkan “benih ilahi” di dalam kandungannya itu.

Apa yang terjadi jika terang Tuhan itu terbit?
“Relasi Anda akan bertambah banyak sebab Anda mahir membangun hibungan. Relasi berkaitan erat dengan rejeki. Rejeki Anda pun akan berlimpah-limpah.” (Yesaya 60:1-5).

Orang yang sembuh dari luka batinnya maka sikapnya akan lebih manis, perkataannya yang lembut menyegarkan jiwa orang yang mendengarnya. Perkataannya tidak lagi seperti sebilah pisau yang memotong, atau sebuah garpu yang menusuk hati tetapi seperti sebuah sendok yang mengangkat, menyuap dan memberikan kekuatan bagi orang lain.

Kisah sebuah teko yang merupakan sampah pertama yang dibuang ke dalam sebuah sumur tua. Teko itulah penyumbat mata air dari sumur tua itu, namun setelah teko itu ditemukan dan diangkat keluar, barulah air dari sumur tua itu mengalir keluar. Teko itulah penyumbat air sumur itu.

Jika sampah pertama, luka pertama dapat ditemukan dan diangkat dari hidup Anda maka Anda akan menyaksikan kemuliaan Allah akan terbit atas hidup Anda. Saat kemuliaan Allah terbit atas hidup Anda maka Anda akan melihat Tuhan mengangkat dan memberkati hidup Anda; memakai Anda menjadi berkat bagi bangsa-bangsa untuk datang menyembah Tuhan Yesus Kristus.

Tambahkanlah iman kami:
Para Rasul memahami nampaknya tidak mungkin dan betapa sukar rasanya mengampuni orang yang sudah menyakiti, melukai, merugikan bahkan menghancurkan kita. Mereka memohon kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami.” (Lukas 17:5).

Para Rasul memahami ada kaitan antara iman dan mengampuni. Jika Anda tidak punya iman, Anda akan sulit mengampuni, namun jika Anda memiliki iman, maka Anda punya kesanggupan mengampuni, semakin besar iman Anda semakin besar kesanggupan Anda mengampuni.

Jenis Iman apakah yang dimaksud disini? Jenis Iman yang bekerja oleh Kasih (Galatia 5:6). Jenis iman inilah yang memberikan kita kesanggupan untuk mengasihi dan mengampuni. Jenis iman inilah yang membuat besar hati kita. Jenis iman inilah yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Jenis iman inilah yang membawa kita kepada kesempurnaan iman di dalam Kristus Yesus (Ibrani 12:1-2).

Cara menambahkan iman yang bekerja oleh kasih:
1. Taatilah Perintah Firman Tuhan (Lukas 17:6)

Anda akan memiliki kesanggupan mengampuni jika Anda mau belajar mentaati perintah firman Tuhan. Saat Anda mentaati perintah firman Tuhan, iman Anda akan ditambahkan oleh Tuhan. Saat iman Anda bertambah maka kesanggupan Anda mengampuni pun akan bertambah.

Seorang sahabat saya menceritakan bahwa ia kena diare dan tidak bisa tidur beberapa hari belakangan ini. Ia menceritakan bahwa hal itu disebabkan oleh orang yang dia sangat percayai untuk mengelola perusahaannya telah mengkhianatinya dan mengambil alih usahanya itu. Ia menjadi sangat sakit hati dan geram sekali.
Saya menasehati agar dia mengampuni jika ia mau mendapatkan ketenangan dan sembuh. Sahabat saya ini bertanya, “Bagaimana saya bisa mengampuni orang itu mendoakan di saat saya sedang marah dan benci dengan orang itu?”

Tuhan menasehati: “Jika kamu BERKATA kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
Saya menasehati berdoalah demikian: “Tuhan ampunilah aku yang telah membenci dan marah kepada orang ini, sekarang ya Tuhan ampunilah dia dan berkatilah dia.”

Sahabat saya ini mentaati perintah firman Tuhan. Dia mengatakan kepada saya bahwa awalnya berat, namun setelah mendoakan orang itu berkali-kali hatinya mulai tenang dan ada damai sejahtera. Perasaan hatinya mengikuti kata-kata doanya. Saat dia mentaati nasehat firman Tuhan ini maka Tuhan memberinya kesanggupan mengampuni dan lukanya pun sembuh. Sakit diarenya sembuh dan tidurnya pun nyenyak plus urusan keuangannya beres. Tuhan telah mengubah hidupnya lewat kejadian ini.

2. Kerelaan hati untuk melayani dan berbuat baik kepada orang lain sampai tuntas (Lukas 17:7-8)

Anda akan memiliki kesanggupan untuk mengampuni, jika Anda belajar melayani dan berbuat baik kepada orang lain. Melayani dan berbuat baik kepada orang lain adalah vitamin bagi otot iman kita. Semakin sering hati Anda tergerak oleh belas kasihan terhadap orang-orang lemah maka semakin kuatlah otot iman Anda, semakin besarlah kesabaran Anda terhadap orang lain. Sabar berarti lambat menjadi marah.

Setiap kali Yesus melihat orang banyak tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Yesus selalu melayani dan berbuat baik dengan dorongan belas kasihan terhadap orang lain (Kisah 10:38). Hal inilah yang memudahkan Yesus untuk berdoa kepada Bapa dan mengampuni orang-orang yang telah berbuat jahat kepada-Nya. Di kayu salib Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

3. Belajar membangun sikap rendah hati (Lukas 17:9-10)

Salah satu penyebab besar sulitnya mengampuni adalah kesombongan. Jika kita mau belajar membangun sikap rendah hati maka kita akan menjadi lebih mudah untuk mengampuni.

Orang yang tidak mau mengampuni biasanya berpikir, “Dia yang minum racun dan mengharapkan orang lain yang mati.” Mengampuni justru membebaskan diri kita sendiri dari ikatan yang menyesakkan hidup kita.