Nehemia 8:11,

Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!

Anda harus kuat di dalam Tuhan. Jika Anda kuat maka Anda dapat menghadapi peperangan rohani. Jika Anda masuk dalam peperangan rohani, maka Anda akan menerima segala janji Allah dalam hidup Anda.

Anda pun harus mengerti bahwa akar kekuatan kita adalah sukacita karena Tuhan. Kita harus menumbuhkan sukacita karena Tuhan ini.

Sukacita karena kita menerima keselamatan dan hidup kekal. Sukacita karena kita punya hari depan yang penuh harapan. Sukacita karena kita punya janji Tuhan bahwa Tahun 2013 adalah Tahun Pemulihan Seutuhnya.

Sukacita karena Tuhan adalah sebuah perintah Tuhan! Jika kita melakukan perintah Tuhan maka berkat Tuhan akan dicurahkan ke atas hidup kita.

Manfaat dan berkat dari Sukacita karena Tuhan:

[box type="note" align="alignleft" ]

1. Mendatangkan Pewahyuan firman Tuhan

Yesaya 12:3
“Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.”

Sukacita mendatangkan pewahyuan firman; sukacita memberikan Anda kemampuan menimba air kehidupan dari firman-Nya.
Pewahyuan mendahului kepemilikan.
Pada saat Anda mendapat pewahyuan Allah sebagai Penyembuh, Kuasa Allah akan menyembuhkan sakit penyakit Anda.

Perwira Kapernaum mendapatkan pewahyuan tentang Yesus, “Katakan sepatah kata saja maka hambaku itu akannsembuh.” (Matius 8:8)

[/box]

[box type="note" align="alignleft" ]

2. Mendatangkan Kesembuhan atas sakit penyakit

Amsal 17:22
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Sukacita mendatangkan kesembuhan atas penyakit Anda!

[/box]

Sebaliknya jika kita tidak mau bersukacita maka kutuk akan jatuh ke atas hidup kita yaitu kemiskinan berupa kelaparan, kehausan, telanjang dan hidup dalam kekurangan; hidup dalam ikatan belenggu dan tekanan; berakhir kepada kebinasaan (Ulangan 28:47-48).

Iblis berusaha mencuri sukacita karena Tuhan dengan cara:

  1. Ia terus menerus mengarahkan dan membawa pikiran kita menaruh perhatian kepada kekecewaan dan kesedihan melalui ingatan-ingatan masa lalu.
    Jika kita tidak berhenti menyalahkan orang lain, maka akhirnya kita bisa menyalahkan Tuhan. Pada saat kita mulai menyalahkan Tuhan, pada saat itulah suka cita karena Tuhan hilang dari hidup kita.
  2. Ia berusaha untuk mencuri janji firman Tuhan, sebab jika kita hidup tanpa janji firman Tuhan, maka kita hidup tanpa harapan. Jika kita hidup tanpa harapa, kita hidup tanpa sukacita.

Bagaimana menumbuhkan sukacita karena Tuhan?

1. Cintailah firman Tuhan

Yeremia 15:16
“Apabila aku bertemu dengan perkataan- perkataan- Mu, maka aku menikmatinya; firman- Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama- Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.”

Sukacita itu muncul saat kita bertemu dengan firman Tuhan. Pada saat firman Tuhan itu masuk ke dalam batin kita, maka firman itu membangkitkan sukacita ilahi di dalam diri kita.

Jika Anda bisa melihat dan bertemu dengan janji firman-Nya, lalu Anda memperkatakan dan mendoakannya; maka Roh Kudus memberikan Anda kuasa untuk melakukan firman-Nya. Pada saat Anda melakukan firman-Nya, maka Anda akan pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:1-6).

Apakah Anda mau bertemu dengan firman-Nya? Jika Anda mau bertemu dengan firman-Nya, maka Tuhan akan memberikan sukacita-Nya.

2. Melayani dan berbuat kebaikan kepada orang lain

Kolose 1:24
“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.”

Hilangnya sukacita karena sikap yang egois, mementingkan diri sendiri, banyak menuntut, suka menang sendiri, tidak peduli kepada orang lain.

Hilangnya sukacita juga bisa disebabkan oleh karena kita masih menyimpan dosa di hati kita seperti: kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah, atau ada niat jahat dan kejahatan (Efesus 4:31).

Rasul Paulus menyaksikan bahwa dia bisa memiliki kekuatan dan kesanggupan menghadapi penderitaan, dan kesulitan oleh karena ia memiliki “Roh Sukacita” yang berasal dari hatinya yang suka melayani dan berbuat kebaikan bagi sesamanya.

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:4-5)

Jika Anda merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam hidup Anda, maka Anda akan diberikan kekuatan untuk melakukan kebaikan, sehingga kebaikan hati Anda diketahui semua orang.

3. Doa permohonan dan ucapan syukur kepada Allah

Filipi 4:6
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Doa menghubungkan kita dengan Allah dan kuasa-Nya. Jika Anda berdoa, doa Anda membersihkan atmosfer; doa memberikan Anda pikiran yang jernih; doa memberikan arah tujuan hidup Anda.

[highlight]Doa adalah jalan masuk menuju hadirat Tuhan.
Musuh dari sukacita adalah kekuatiran hidup.[/highlight]

Anda tidak bisa mengusir kekuatiran sampai Anda berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada saat Anda mengusir kekuatiran hidup, pada saat itulah sukacita karena Tuhan masuk ke dalam hidup Anda.

Contoh berdoa: ungkapkan semua kekuatiran Anda, lalu naikanlah ucapan syukur, pujian dan penyembahan untuk masuk ke dalam hadirat-Nya.

Selamat Bersukacita!